Benar, alangkah baiknya jika diskusi ini menjadi benar2 diskusi.
 
Mengenai fotokopi KTP, menurut saya tidak perlulah sampai fotocopy ktp atau pasport, toh ini adalah milis, sebuah dunia maya. Yang kita hanya tahu nick name nya saja. Bisa saja di satu milis dia memiliki berbagai personality, itu sudah biasa di milis. Sebagai contoh di milis apakabar seseorang itu bisa punya nama 5 untuk milis itu saja. Gak tahu untuk apa.
 
Semua member di sini hanya tahu nick name, dan hanya beberapa saja yang kenal orangnya. Nah.. oleh karena itu Bro Wandu mengadakan pertemuan keakraban untuk mengenal lebih jauh lagi pada tanggal 8 Mei 2005, sayangnya saya ada meeting sehingga tidak bisa ikutan.
 
Di Dharmajala, setahu saya milis ini adalah milis terbuka (open membership), siapapun, dari agama apapun dan berlatar belakang apapun boleh masuk ke sini. Di sini semua member boleh posting, termasuk saya dan rekan2 yang lain. Tentu saja sang MODERATOR berhak memutuskan email anda2 diloloskan atau tidak. Termasuk rekan Flyaway, saya atau yang lain. Jadi bila ia mau menyamar jadi Kristiani, Buddhism dan Muslim juga gak masalah. Aturan kan tetap berlaku.
 
Untuk yang mengenal saya, termasuk Bro Surya dan Bro Wijaya, saya sendiri saya lebih condong ke THERAVADA. Alangkah senangnya bila aliran2 itu saling menghargai, saling menghormati, dan tentu saja yang terpenting adalah saling bahu membahu.
 
 
peace
 
 
 
Giri
 
 
 
----- Original Message -----
From: Wijaya
Wijaya:

He he he, let's make it VERY-VERY membosankan, sehingga ngga ada yang
tertarik menarik-narik ke arah ini lagi. Apalagi
membaca dugaan rekan Daniel tentang siapa rekan Flyaway, semoga thread ini
memberi hikmah bagi kita Umat Buddha, bahwa mari kita kurangi sentimen antar
sekte, dari diri kita sendiri. Usahakan jangan buru-buru menilai ajaran
sekte lain. Saya rasa, cara yang paling efektif adalah dengan memahami
permasalahan yang ada. Di OPERASI, DIBEBERKAN. Dilihat apa adanya. Sakit?
Memang, kalau mau sembuh. Bukan sekedar berdiam diri, tapi dalam hati masih
penuh punya unek-unek, pertanyaan.

Saya sendiri juga malas. Tapi silahkan teliti, cukup sering, satu masalah
ditarik ke Klaim kemoernian Theravada. Lanjut berkisah nostal'gila' ke
Thailand. ^_^
Dikit2, ditarik ke sana. Kalau tidak ada yang menjerit, nanti ini jadi
kebiasaan dan budaya
milis kita. Dan, rekan Theravada akan merasa tidak nyaman, akhirnya out,
MENDUGA milis INI BUKAN BUAT MEREKA. Apa ini mau kita semua di sini?

Coba kita pilah, mana Klaim ajaran Theravada--atau sekte, agama, manapun--,
mana klaim pribadi sekelompok umatnya. Jangan klaim sebagian Umat digebyah
uyah dengan menyindir seluruh umatnya. Ini yang jelek. Saya, kita coba
belajar tidak mengeneralisir.



Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya.

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami.




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke