[snip]
> Wawasan tataran bawah dalam buddhisme bukanlah visi
> utama apa yang 
> ingin disampaikan oleh Buddha. Wawasan tataran bawah
> Buddhisme itu 
> hanya sebagai sebuah upaya kausalya dari sang Buddha
> dalam 
> membimbing semua makhluk hidup secara bertahap. Jika
> mengatakan 
> bahwa mau masuk surga silahkan, utk apa sang Buddha
> memperingatkan 
> bahwa Triloka bagaikan rumah yang sedang terbakar?
> Itulah sebabnya 
> sang Buddha lalu mengatakan bahwa orientasi utama
> ajarannya secara......
[/snap]

bukankah kalimat seperti ini merupakan penafsiran ?

Beberapa hari yang lalu saya ada menonton acara Dialog
Today di Metro TV, kebetulan yang dibahas adalah
masalah Islam masa depan.. pembicaranya cukup
bonafid..
trus ada muncul masalah penafsiran...

sang pembicara mengatakan....
penafsiran satu ayat Al-Quran bisa banyak tergantung
pemahaman masing-masing.... dan itu adalah hal yang
wajar-wajar saja (perbedaan pendapat boleh dong) yang
tidak boleh adalah mem-fatwa atau klaim penafsiran
satu kelompok/golongan yang paling benar karena ini
bisa menyesatkan

saya sebagai pemula (terutama saya...saya tidak tahu
istilah-istilah bahasa Pali/ Sanskrit yg keren2)
membutuhkan penafsiran-penafsiran yang disampaikan
dalam bentuk buku, ceramah dharma, diskusi dharma
supaya saya mudah mencernanya... saya rasa kalau
dikasih Tripitaka/Tipitaka tidak akan saya baca karena
kebodohan saya yang tidak mampu menterjemahkannya
dalam bahasa sehari-hari...

[snip]
> Tidakkah disadari bahwa kita2 ini pada masa kalpa
> yang tak terhitung 
> sudah terlalu lama berpijak pada bumi. Ternyata
> benar apa yang 
> dikatakan sang Buddha bahwa dunia ini disebut
> sebagai dunia Saha. 
> 
[/snap]

sayang saya tidak menyadari sedang menginjak bumi,
saya tidak menyadari sedang berjalan di atas bumi,
saya tidak menyadari bahwa kita hidup di atas bumi,
menurut saya kalau kita bisa menyadari segala hal ini
(menginjak bumi, berjalan di atas bumi, hidup di atas
bumi) sepertinya sudah lama sekali saya akan berada di
alam surga atau nibanna.......

padahal Thay pernah bilang 
Berjalan di atas air, berjalan di udara, berjalan di
atas awan...bukan merupakan keajaiban, keajaiban
terbesar adalah berjalan di bumi, di atas rumput yang
hijau

[snip]
 Socially 
> Engaged Buddhism akan menjadi tidak relevan juga
> jika tidak 
> mengaitkanya dengan upaya mengikis noda batin,
> membebaskan diri dari 
> belenggu samsara. Untung saja misi dari organisasi
> yang diprakarsai 
> oleh YM  Thich Nhat Hanh  tidak mengabaikan upaya
> ini.
[/snap]

Yup, Thay mengajarkan kita harus melakukan SEB dengan
landasan mindfulness (perhatian murni).. menyadari apa
yang sesungguh terjadi saat ini di dalam dan di luar
diri kita....
pada saat kita bernafas kita menyadari kita sedang
bernafas, dengan memperhatikan nafas kita, maka tubuh
dan pikiran kita menyatu..dengan cara ini kita akan
berada pada kekinian yang menakjubkan
 
[snip]
> Taruhlah hermeneutika 
> Buddhisme telah mati sejak Nagarjuna, bukankah itu
> lebih baik karena 
> penafsiran2 ajaran Buddha oleh orang dijaman akhir
> dharma seperti 
> sekarang  justru semakin membuat orang bingung
> karena tidak adanya 
> pencapaian spiritual utk menafsirkan ajaran Buddha,
> bukannya 
> memajukan buddhisme tetapi mendistorsinya.
[/snap]

artinya tidak ada orang yang berani menterjemahkan apa
yang pernah diajarkan oleh Sang Buddha dong ya ??
kalau tidak ada yang berani menterjemahkan dengan
alasan taktu mendistorsi bukankah jadinya
kemunduran...
karena tidak ada pemahaman lagi
saya umat awam mana ngerti kalau di suruh baca
Tripitaka/Tipitaka apalagi memahami sendiri.. membaca
aja aku sulit

dan itulah yang terjadi di Indonesia.....
kita sempat membanggakan kalau dulu (dulu ni ye)
Indonesia adalah tempat orang2 belajar Agama
Buddha....
sekarang Indonesia adalah tempat orang-orang
mempelajari agama Buddha.....
kita membeo karena tidak berani mengeluarkan buah
pikiran.. sementara apapun yang kita baca, pemahaman
apapun yang kita baca itu semua adalah produk
import...
lihat saja buku-buku terbitan Karaniya,BiP, dll..
Import semua
karena takut mendistorsi...maka tidak ada penulis yg
orang Indonesia... apakah orang2 Indonesia bodoh dan
tidak punya pemahaman akan Buddhism?? wah saya rasa
tidak...saya yakin ada yang punya kemampuan seperti
itu...cuman belum keluar dari pertapaan/sarangnnya
saja 

Kalau begitu saya angkat 1 contoh...
"Tidak akan ada guru ilmu pengetahuan apapun, karena
setiap orang (guru) takut kalau apa yang disampaikan
itu akan terjadi distorsi, takut salah mengajar.
karena tidak ada guru yang memiliki *sedikit*
pemahaman, maka murid-murid belajar sendiri dari buku2
yang ada...dan tanpa adanya bimbingan akhirnya tidak
ada yang mengerti sama sekali, atau pemahamannya
jauh-jauh lebih sedikit dibandingkan sang guru yang
ketakutan mendistorsi ilmu pengetahuan .. lama
kelamaan lama kelamaan akhirnya ilmu pengetahuan itu
hilang dengan sendirinya"

Nah ini sih mental tahu.....

Pendapat saya, memang kita bisa melakukan
kesalahan..kita bisa salah menyampaikan sesuatu..kita
bisa salah memahami sesuatu....karena tahu akan batas
kemampuan kita, tentu kita tidak boleh berhenti
mengasah diri (belajar).

demikian juga dalam hal penafsiran, kita tahu batas
kemampuan kita...tapi bukan berarti kita tidak boleh
menyampaikan apa yang kita pahami dan takut akan
terjadi distorsi...malah kita harus mengeluarkan apa
yg kita pahami, diskusikan dengan orang lain .. dengan
cara seperti ini bukankah akhirnya kita memiliki
tambahan ilmu,tambahan pemahaman??

salah itu wajar, distorsi dalam penafsiran itu sah-sah
saja.. yang tidak wajar adalah tidak belajar dari
kesalahan dan tidak berani mengemukakan pemahaman
(akhirnya sesat sendiri), dan ngotot benar sediri

ini lah pendapat dari pemahaman saya...
wajar kalau salah (membela diri dulu) karena saya
masih pelajar yang belajar....
    

metta, 


yamin


        
                
__________________________________ 
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005 
http://mail.yahoo.com


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Click here to rescue a little child from a life of poverty.
http://us.click.yahoo.com/rAWabB/gYnLAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke