|
Topik ini memberikan bias yg terlalu asumtif, akhirnya diskusi
menjadi tidak ada juntrungannya.
Karena ternyata yg melontarkan questioner juga sangat asumtif
pandangannya.
Alasanku didasari beberapa poin di bawah:
- Ini kejadian beneran atau sekadar asumsi emosional karena
ketidakpuasan dgn sistem? Bahwa jika orang tersebut setelah menjadi Kristen
"pasti" lebih baik? Dan Buddhis tidak becus membina umat?
- Jika ini adalah kisah nyata, berarti sudah bisa membedakan
metode di Buddhis & Kristen. Kisah nyata yg bisa langsung kita tanyakan
langsung kepada yg bersangkutan. Jadi jawabannya lengkap ada di tangan di
pelempar kuesioner ini.
- Jika ini bukan kisah nyata, melainkan kisah²an? Bagaimana
begitu pasti bahwa setelah menjadi Kristen akan lebih baik dr pd ketika
masih Buddhis? OK-lah jika demikian, berarti yg melempar kuesioner juga
sudah punya pra-skenario tentang bagaimana pola kerja Kristen yg menjadian
Buddhis tsb ke arah lebih baik setelah ganti/pindah agama.
- Jika main asumsi, gimana dengan kasus sebaliknya: ketika
menjadi Kristen, payah! Setelah pindah ke Buddhis, menjadi baik? Apakah hal
ini ada kejadian faktual di tengah2 kita, mungkin salah satu dari Anda
demikian?
- Aku bayangkan seandainya pd masa Buddha Gotama, Kristen sudah
ada di sana juga. Mungkin Bhante Devadata akan menjadi Kristen
yah?
- Tapi gimana dengan kasus Angulimala yah? Kalo saat itu ada
Kristen, mungkin dialah contoh dr Kristen ke Buddhisme yah?
- Aku ingat ketika beberapa tahun yg lalu di Radio Prambors,
pkl 07:30 ada acara bincang2 dgn Beki Tumewu. Acara tsb seperti sharing, yg
mana Beki melontarkan pertanyaan2 baku & dikembangkan mengikuti pola si
penelepon. Topik yg dipilih cenderung subjektif dan berselera. Contoh satu yg
msh aku ingat adalah: SIAPA ORG YG PALING ANDA IDOLAKAN? Nah, setiap kali
acara dimulai, polling SELALU dimulai dari si pembawa acara dahulu, yakni Si
Beki. Dia lah yg "menumbalkan" diri sendiri utk menarik pendengar lain supaya
tdk sungkan utk sharing. Wkt itu dia punya 2 figur: Suster Theresa &
Madonna, 2 figur sama fisik namun bertolak belakang karakternya. Kemudian Beki
memaparkan alasannya, bla2... Nah, saran saya utk milis ini, sebaiknya [kalo
tdk setuju, OK saja] setiap kali ada yg memaparkan kuesioner, biasakanlah utk
memberikan pendapat pribadinya terlebih dahulu. Yah, setidaknya lebih sportif
lah gitu. Terlebih lagi ada ungkapan demikian "Terima kasih sebelumnya bagi yang bersedia berbagi dan mohon maaf,
jika saya belum tentu bisa menanggapi.", ibarat lempar bakwan,
sembunyi udang.
----- Original Message -----
Sent: Monday, December 05, 2005
18:55
Subject: [Dharmajala] Re: Mana lebih
baik, jadi Budhis atau
--- In [email protected],
kreshna amurwabumi <[EMAIL PROTECTED]...>
wrote: > deleted.....
> karena itu didalam tulisan saya di
millist ini pernah mengusulkan para pertapa yang sudah tinggi mata
batinnya untuk menuliskan pengalaman transendentalnya supaya hukum karma
itu bisa kita lihat mendekati langsung.
Jun: maaf yah Romo
Kreshna, bagian ini saya kurang sependapat. masing2 boleh mencapai
realisasi tertentu atau pencapain apapun, namun belum tentu dia bisa
menjelaskan dengan baik (mahir) sperti seorang Buddha. lagipula kita butuh
waktu utk mengetahui apakah dia meamng betul2 telah mencapai mata
bathin atau sejenisnya, dan itu tepat apabila diberikan kepada
kita.
coba liat teman2 di dunia barat, mereka praktik meditasi entah
apa, atau sebagaian besar mereka praktik vajrayana, terus menceritakan
pengalamannya, ini itu, dan membuat orang tambah binggung, apalagi
bagi mereka yg belum siap, dan tak sedikit dari mereka yg meng-klaim
mencapai mata batin atau mata ke-3, dll, itu kan sungguh berbahaya,
apalgi bagi kita yg masih dlm tahap belajar, dan menerapkan sedikit
demi sedikit ajaran Buddha.
pencapain spiritual seharusnya tidak
menjadi bahan show up, dan saya yakin kita yg berada di berbagai level
juga akan medapat efek tersendiri.
saya malah takut ini
pengkarbitan (maaf kalo istilahnya kurang pas), kalau tiba2 dia ditunjukin
pengalaman transendentalnya (sorry saya juga blom pernah tau ini apa),
terus shock bahkan membuat kehidupannya berakhir...ini malah gawat (ini
salah satu contoh). yah ini namanya mau untung (mengetahui hukum karma)
tapi menuai buntung. of course vicee versa bisa terjadi.
karena
hanya seorang yg betul2 mahir baru bisa memberi bimbingan, bukan hanya
telah mencapai pengalaman transendental, lantas sana sini
cerita.
deleted..... >Pernah terlontar dalam pikiran saya
apakah kita ini boleh sangat bebas berbuat apa saja yang relatif
"terikat"asal selama melakukan itu kita tetap sadar. Apakah hal ini
merupakan penyelesaian???. >
Jun: menurut
opini pribadi saya, itulah gunanya kita belajar sila, dan mengenal lebih
jauh, barusan saya ikut ceramah Suhu kofa (maaf kalo salah tulis) di Vih
Ekayana Graha, beliau menjelaskan pancasila Buddhis dalam konteks yg lebih
detail, dan saya belajar banyak dari ceramah itu, beliau mengutip dari
karya YM Gampopa (salah satu murid YM Milerapa). yg kita tahu hanya
panatipata, dan bberapa faktor saja, namun ada aspek2 lain yg selama ini
saya belum pernah dengar, seperti mengapa bunuh? termotivasi oleh 3 racun
(kebencian, kebodohan, dan kemelekatan), contoh membunuh dgn benci karena
perselisihan, membunuh dgn cara bodoh yaitu tidak tau akibat membunuh,
membunuh dgn kemelekatan atas daging, bulu, kulit dsb.
setelah tau
demikian, kita lebih aware, dan apabila kita memang sulit menghindari
pembunuhan, maka kita berusaha agar semua faktor ini tidak lengkap, jadi
karma buruk tidak separah yg kalo kita berbuat karma buruk membunuh secara
lengkap, ini yang saya anggap sebagai "terikat" namun dgn memperhatikan
rambu2 yg ada, tak hanya sadar, itu sama sekali tidak cukup. kalaupun kita
membunuh, kita sadar, tapi kita tetap membunuh hasilnya ada, karma buruk
juga tetap berjalan, namun tidak 100% penuh, karena ada bbrapa faktor yg
tidak lengkap, dan akibatnya juga tidak seberat yg jika kita lakukan
secara full.
> > Semoga
rekan-rekan yang lain tidak kaget dengan idea ini. >
> >
Kreshna >
salam, maitri
------------------------
Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get fast access to your
favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~->
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam
diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam
kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami
mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara
mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari
belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara
dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap
pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke
banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan
penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami
** Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go
to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
<*>
To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED]
<*>
Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
YAHOO! GROUPS LINKS
|