Menurut saya pribadi,
terlepas dari ini adalah True Story atau hanya Fiction
tidak terlalu jadi permasalahan.....
topik ini menjadikan kita berpikir, membuka wawasan
dan orang perorang berusaha menanggapi sesuai dengan
kemampuan dan pengetahuan masing-masing yang
terbatas...
kita semua mempunya kemampuan dan pengetahuan yang
sangat terbatas, bukankah dengan adanya diskusi
seperti ini.. maka kita bisa perlahan-lahan menembus
batasan pengetahuan kita ?
with metta,
yamin
--- EasyCoolSmart <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Topik ini memberikan bias yg terlalu asumtif,
> akhirnya diskusi menjadi tidak ada juntrungannya.
> Karena ternyata yg melontarkan questioner juga
> sangat asumtif pandangannya.
> Alasanku didasari beberapa poin di bawah:
> 1.. Ini kejadian beneran atau sekadar asumsi
> emosional karena ketidakpuasan dgn sistem? Bahwa
> jika orang tersebut setelah menjadi Kristen "pasti"
> lebih baik? Dan Buddhis tidak becus membina umat?
> a.. Jika ini adalah kisah nyata, berarti sudah
> bisa membedakan metode di Buddhis & Kristen. Kisah
> nyata yg bisa langsung kita tanyakan langsung kepada
> yg bersangkutan. Jadi jawabannya lengkap ada di
> tangan di pelempar kuesioner ini.
> b.. Jika ini bukan kisah nyata, melainkan
> kisah²an? Bagaimana begitu pasti bahwa setelah
__________________________________________
Yahoo! DSL Something to write home about.
Just $16.99/mo. or less.
dsl.yahoo.com
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya
maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta
kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas
dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua,
para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/