|
Jadi inget kasus2 ketika Buddhis debat dgn Kristen, selalu
saja Buddhis yg kalah [meskipun cerdas & kritis].
Salah satu permasalahannya: gampang digiring kepada
permasalahan lain dr pokok pembicaraan.
Buddhis tanya Kristen ttg ABC & Kristen menjawab XYZ; Si
Buddhis terpancing utk menaggapi XYZ, bukannya konsisten dgn
ABC.
Bahkan, Si Kristen bisa bertanya balik [bukannya menjawab]
& Si Buddhis juga terpancing lagi utk menjawab.
Akhirnya kalahhhahahaha
So, Sdr Jo... kita fokus dulu lah di mata pencahariaan, dlm
hal ini 'ternak walet'.
Utk 'vegetarian', mending buka topik baru lagi.
----- Original Message -----
Sent: Thursday, December 29, 2005
12:43
Subject: Re: [Dharmajala] Re: Ternak
Walet
Kalo mau jadi Buddhis yang sempurna, tidak makan segala
sesuatu yang asal usulnya membunuh sesuatu, jangan makan apa-apa kalo gitu.
Jangan kira dengan jadi vegetarian berarti gak membunuh.
Untuk memanen
sayur-sayuran itu sang petani mesti menjaga sayuran tersebut dari hama,
membunuh ulat, belalang, serta tikus yang memakan tanaman itu. Belum lagi
ketika mesin giling menggiling gandum di Amerika banyak binatang kecil seperti
ular, kelinci, musang ikut terlindas dan mati.
Mau lihat dari sisi
mana?
Apakah bakteri (yang pada zaman Sidharta mendapat pencerahan
belum ditemukan) termasuk mahkluk hidup dalam agama Buddha? Menurut biologi
iya lho...tapi mengapa kita berusaha memusnahkan bakteri? Karena kita ingin
hidup sehat kan, tapi dengan cara membunuh, tetep aja... nah lho buntu lagi.
Ada yang bisa kasih tahu? Bagaimana menyikapinya?
Yahoo! Photos Ring in the New Year with Photo
Calendars. Add photos, events, holidays, whatever.
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
YAHOO! GROUPS LINKS
|