Dalam Pembicaraan antara Yang Arya Maha Kassapa dan Hyang Buddha 
mengenai doa dan mantra ini, mungkin ada yang menjadi bertanya-
bertanya bahwa jika doa tidak dapat membuat seseorang terbebas dari 
Samsara, lalu mengapa ada ritual doa/mantra dalam agama Buddha? 
Sesungguhnya ajaran Buddha tidaklah menolak terhadap ritual doa dan 
mantra. Mengenai pembicaraan antara Y.A Kassapa dan Hyang Buddha, 
yang perlu kita diperhatikan adalah konteks pembicaraannya dan 
kepada siapa (orang dengan tingkatan batin apa) Hyang Buddha 
membicarakannya. Ajaran Buddha adalah ajaran yang bersifat tahapan. 
Pembicaraan antara Y.A Kassapa dan Hyang Buddha ini  boleh dikatakan 
sebagai ajaran tahapan tinggi, sehingga tanpa perlu menjelaskan 
secara panjang lebar, dengan mengetahui kemantapan batin Y.A 
MahaKassapa maka Hyang Buddha to the point aja. Jadi harus tahu 
bahwa ajaran itu diberikan kepada siapa , kepada orang jenis apa.  
Adalah memang benar bahwa doa dan ritual tidaklah dapat membebaskan 
orang dari Samsara dalam arti sesungguhnya. Tetapi tidak berarti dia 
itu ditolak dalam ajaran Buddha. Seperti halnya bahwa selama masih 
ada nafsu sex, kita tidak akan dapat terbebas dari samsara, tetapi 
sang Buddha tidak menolak/melarang adanya kehidupan sex bagi perumah 
tangga. Tetapi saat membicarakan tentang jalan pembebasan, maka 
Hyang Buddha akan katakan Tidak ada tempat untuk sex.  Jadi 
tergantung pada kepada siapa dan orang dengan tahapan batin apa 
dalam menerima ajaran itu.   Adanya berbagai doa ritual/ mantra 
agama Buddha, hal itu memang bukan untuk digunakan dengan alasan 
bahwa akan dapat membebaskan orang dari Samsara. Namun ada sebagian 
orang telah menganggap bahwa doa atau bahkan melafal nama Buddha 
adalah ritual yang telah melenceng dari garis batas kerangka 
pelatihan yang benar dalam ajaran Buddha. Sehingga mereka menjadi 
berpaling atau merasa tidak nyaman dengan doa atau ritual melafal 
nama Buddha, karena beranggapan bahwa ajaran Buddha adalah ajaran 
yang rasional. Namun mereka tidak sadar bahwa rasionalitas mereka 
hanya dapat menampung hal-hal yang sebatas keterbatasan mereka. Ini 
tentu akan menghambat mereka untuk masuk ke pintu ajaran Buddha yang 
lebih tinggi dan halus. 
Perlu dipahami bahwa ritual doa/mantara  dalam agama Buddha hanyalah 
merupakan salah satu dari sekian banyak upaya 
kausalya/sarana/alat/cara bijaksana yang digunakan oleh para 
Bodhisattva/para Buddha/para Ariya di dalam membimbing semua makhluk 
hidup. Ada makhluk hidup yang lebih cocok dibimbing dengan sarana 
pengendalian sila yang ketat, maka para Buddha akan menggunakan cara 
itu untuk membimbingnya dan saat sampai pada tahapan yang 
tinggi/matang, sarana pengendalian sila yang ketat tidak diperlukan 
lagi dalam arti bahwa batin telah digodok menjadi matang, tanpa 
mengendalikan pun akan terkendali secara alami. Ada makhluk hidupa 
yang lebih cocok dibimbing dengan sarana meditasi intensif, maka 
para Buddha akan menggunakan cara itu untuk membimbingnya dan saat 
sampai pada tahapan yang matang, sarana meditasi intensif tidak 
diperlukan lagi karena tanpa meditasipun batin telah terlatih dalam 
tingkatan meditative. Demikian juga dengan doa, ritual .Semua ini 
merupakan sarana/upaya kausalya dari pada Buddha. Kita belum sehebat 
Y.A MahaKassapa, jadi lebih baik kita sering sering mengingat Buddha 
dan berlatih sambil membaca mantra/nama Buddha agar kita dapat maju 
secara bertahap hingga pada tingkatan seperti Y.A Maha Kassapa maka 
baru dapat melepaskan itu semua. Setuju? Jika sanggup yang nggak apa 
apa kok.  

Kira-kira begitulah.., mohon koreksinya kalo salah.. hhihii

Cg ik





 





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke