Dear all, Sekuntum teratai untuk Anda, para calon Buddha. Wah, sungguh suatu opini yg mencerminkan pemikiran yg mendalam. Tepat sekali, saya setuju dengan Sdr.Tan dan Sdr.Ching Ik. Karena bagi kebanyakan orang; termasuk saya juga "berkenalan" dengan Dhamma lewat berdoa/japa mantra. Memang benar waktu itu saya masih ga tau artinya, tapi karena dilakukan secara rutin, saya jadi penasaran (biasa klo lagi japa mantra kan ada nama Bodhisatwanya, dan artinya juga kan. Karena penasaran itu, saya cari buku2 yg menceritakan tentang Bodhisatwa ybs, so jadi tau deh misi yg Beliau emban. Hehehehehe.........
Tapi harus kita akui bagi beberapa kalangan, mereka berpikir bahwa hanya dengan nien fo atau ritual itu udah termasuk berbuat kebajikan dan pasti masuk surga.... :) :) :) with metta, Julie --- In [email protected], "ching ik/ djoni" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Dalam Pembicaraan antara Yang Arya Maha Kassapa dan Hyang Buddha > mengenai doa dan mantra ini, mungkin ada yang menjadi bertanya- > bertanya bahwa jika doa tidak dapat membuat seseorang terbebas dari > Samsara, lalu mengapa ada ritual doa/mantra dalam agama Buddha? > Sesungguhnya ajaran Buddha tidaklah menolak terhadap ritual doa dan > mantra. Mengenai pembicaraan antara Y.A Kassapa dan Hyang Buddha, > yang perlu kita diperhatikan adalah konteks pembicaraannya dan > kepada siapa (orang dengan tingkatan batin apa) Hyang Buddha > membicarakannya. Ajaran Buddha adalah ajaran yang bersifat tahapan. > Pembicaraan antara Y.A Kassapa dan Hyang Buddha ini boleh dikatakan > sebagai ajaran tahapan tinggi, sehingga tanpa perlu menjelaskan > secara panjang lebar, dengan mengetahui kemantapan batin Y.A > MahaKassapa maka Hyang Buddha to the point aja. Jadi harus tahu > bahwa ajaran itu diberikan kepada siapa , kepada orang jenis apa. > Adalah memang benar bahwa doa dan ritual tidaklah dapat membebaskan > orang dari Samsara dalam arti sesungguhnya. Tetapi tidak berarti dia > itu ditolak dalam ajaran Buddha. Seperti halnya bahwa selama masih > ada nafsu sex, kita tidak akan dapat terbebas dari samsara, tetapi > sang Buddha tidak menolak/melarang adanya kehidupan sex bagi perumah > tangga. Tetapi saat membicarakan tentang jalan pembebasan, maka > Hyang Buddha akan katakan Tidak ada tempat untuk sex. Jadi > tergantung pada kepada siapa dan orang dengan tahapan batin apa > dalam menerima ajaran itu. Adanya berbagai doa ritual/ mantra > agama Buddha, hal itu memang bukan untuk digunakan dengan alasan > bahwa akan dapat membebaskan orang dari Samsara. Namun ada sebagian > orang telah menganggap bahwa doa atau bahkan melafal nama Buddha > adalah ritual yang telah melenceng dari garis batas kerangka > pelatihan yang benar dalam ajaran Buddha. Sehingga mereka menjadi > berpaling atau merasa tidak nyaman dengan doa atau ritual melafal > nama Buddha, karena beranggapan bahwa ajaran Buddha adalah ajaran > yang rasional. Namun mereka tidak sadar bahwa rasionalitas mereka > hanya dapat menampung hal-hal yang sebatas keterbatasan mereka. Ini > tentu akan menghambat mereka untuk masuk ke pintu ajaran Buddha yang > lebih tinggi dan halus. > Perlu dipahami bahwa ritual doa/mantara dalam agama Buddha hanyalah > merupakan salah satu dari sekian banyak upaya > kausalya/sarana/alat/cara bijaksana yang digunakan oleh para > Bodhisattva/para Buddha/para Ariya di dalam membimbing semua makhluk > hidup. Ada makhluk hidup yang lebih cocok dibimbing dengan sarana > pengendalian sila yang ketat, maka para Buddha akan menggunakan cara > itu untuk membimbingnya dan saat sampai pada tahapan yang > tinggi/matang, sarana pengendalian sila yang ketat tidak diperlukan > lagi dalam arti bahwa batin telah digodok menjadi matang, tanpa > mengendalikan pun akan terkendali secara alami. Ada makhluk hidupa > yang lebih cocok dibimbing dengan sarana meditasi intensif, maka > para Buddha akan menggunakan cara itu untuk membimbingnya dan saat > sampai pada tahapan yang matang, sarana meditasi intensif tidak > diperlukan lagi karena tanpa meditasipun batin telah terlatih dalam > tingkatan meditative. Demikian juga dengan doa, ritual .Semua ini > merupakan sarana/upaya kausalya dari pada Buddha. Kita belum sehebat > Y.A MahaKassapa, jadi lebih baik kita sering sering mengingat Buddha > dan berlatih sambil membaca mantra/nama Buddha agar kita dapat maju > secara bertahap hingga pada tingkatan seperti Y.A Maha Kassapa maka > baru dapat melepaskan itu semua. Setuju? Jika sanggup yang nggak apa > apa kok. > > Kira-kira begitulah.., mohon koreksinya kalo salah.. hhihii > > Cg ik > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
