SEKUNTUM TERATAI UNTUK ANDA SEORANG CALON BUDDHA !

Saya ingin membagikan sedikit pandangan saya terhadap artikel sahabat
kita julie_comic, semoga bermanfaat :



Masalah perselingkuhan memang telah membanjiri zaman ini, yang pacaran
bisa memiliki lebih dari satu pacar atau mungkin satu pacar dengan TTM
(teman tapi mesra) seperti lagunya RATU. Bahkan sahabat lama saya
memiliki tiga pacar pada saat yang sama, yang sudah menikah pun –-
yang seharusnya sudah dilandasi cinta yang tulus dan komitmen untuk
selalu hidup bersama dalam suka maupun duka -– ternyata juga banyak
yang selingkuh. Berapa banyak orang yang kita kenal melakukan hal ini?
Atau mungkin diri kita sendiri.

Dan hal perselingkuhan membawa serta begitu banyak penderitaan –-
masalah sosial, masalah kesehatan, perselisihan, kebencian, putus asa,
penyesalan, sakit hati dan bahkan sampai ada yang saling melukai atau
membunuh orang lain maupun dirinya sendiri. Banyak keluarga-keluarga
berantakan menyebabkan penderitaan bagi setiap anggota keluarga itu,
dan banyak pula remaja menghancurkan hidupnya karena masalah ini.

Mungkin sebenarnya jika kita mau bertanya pada diri sendiri, kita
sudah mengetahui hal-hal seperti ini, tetapi terkadang kita masih ikut
membiarkan, hanya bisa menghakimi atau bahkan mendukung dan ikut serta
melakukannya. Mengapa? Apa sebabnya? SADARKAH KITA?

Seperti yang sudah dituliskan oleh sahabat kita, julie_comic :
"Celakanya, manusia cenderung bertindak seperti hewan, langsung dan
spontan mengikuti nafsunya, emosinya." Ya hal itu memang benar, tetapi
yang jadi pertanyaan selanjutnya dari mana nafsu, emosi, pikiran,
perasaan, serta keinginan itu berasal? Karena tidak mungkin sesuatu
muncul begitu saja tanpa sebab.

Mari kita teliti bersama, 
bagaimana kondisi zaman yang kita hidupi saat ini? 
Adakah pengaruh dari zaman ini yang menyebabkan masalah perselingkuhan
ini kian meluas?
Faktor apa saja di zaman ini yang ikut serta memperluas perselingkuhan? 
Apakah kita ikut terpengaruh?
Apakah orang-orang yang kita temui sehari-hari ikut terpengaruh?
Apakah kita mengetahui bagaimana agar tidak terpengaruh?
Jika kita mengetahui, sudahkah kita menolak pengaruh itu?
Apa jangan-jangan kita membiarkan (cuek bebek, bodo amat, bukan urusan
gue) masalah ini?
Apa jangan-jangan kita ikut serta memperluas masalah perselingkuhan ini?
Sudahkah kita menyadarinya?

Jika kita mau melihat secara mendalam, ternyata zaman ini semakin lama
semakin mendukung perselingkuhan. Lihatlah secara mendalam pada
iklan-iklan, model pakaian, lagu, film, situs-situs internet, majalah,
dan lain sebagainya yang kita kenal dan konsumsi selama ini. Di dalam
mereka terdapat begitu banyak hal yang membuat kita kian tenggelam
perlahan-lahan dalam nafsu keinginan, keserakahan, kebencian serta
kebodohan batin. Dalam hal ini adalah perselingkuhan. 

Dahulu pada awalnya mungkin kita menolaknya, akan tetapi karena hampir
setiap hari kita bersentuhan dengan mereka, maka akhirnya kita
menganggap hal-hal itu menjadi wajar. Munculah pandangan "wajarlah,
kita kan harus mengikuti perkembangan zaman." Hal itu boleh-boleh saja
akan tetapi yang jadi masalah : APAKAH JIKA KITA MENGIKUTI ARUS ZAMAN
INI AKAN MENJADI LEBIH BAIK?

Di zaman ini hal-hal seperti –- model pakaian yang minim, situs-situs
porno, iklan-iklan yang menonjolkan keindahan tubuh, majalah-majalah
porno, film-film, lagu-lagu, bahan bercandaan, tempat-tempat yang
menjurus (diskotek, panti pijat xxx, salon xxx), kebudayaan, pandangan
agama dan masih banyak faktor lainnya yang berlimpah di zaman ini ikut
serta memperluas perselingkuhan. Apakah kita juga menjadi salah satu
faktor? Sadarkah anda?

Saya ambil satu contoh yang simpel saja: lagu berjudul "Teman Tapi
Mesra" oleh RATU. Wah lagu yang indah bukan, saya pun menyukainya.
Akan tetapi jika kita lihat dan dengarkan secara teliti, seksama,
(mendalam). PESAN YANG DISAMPAIKAN DALAM LAGU ITU MENDUKUNG
PERSELINGKUHAN. Dan kita perlahan-lahan dibius olehnya.

Yah memang ada beribu alasan bagi yang menganggap hal itu wajar-wajar
saja. Bahkan ada pandangan: "Yah tertarik dengan hal-hal seperti itu
wajar, apalagi kita laki-laki, laki-laki juga manusia" adalagi yang
bilang: "HAL ITU NORMAL YANG PENTING KITA BISA MENJAGA PIKIRAN." Ya
memang benar, tetapi apa hal itu cuma alasan, CUMA NGOMONGNYA DOANG
alias NATO (No Action Talk Only), bilangnya jagalah pikiran, jagalah
hati, jagalah diri, tetapi KAPAN DIA MENJAGANYA? 

Yang kita perlu pahami selama kita masih manusia awam yang diliputi
nafsu keinginan, kebencian, keserakahan, serta kebidohan batin, kita
akan terpengaruh dan tenggelam perlahan-lahan jika kita tidak memulai
untuk mengembangkan kesadaran dan berlatih untuk melenyapkan
kebencian, keserakahan dan kebodohan batin.

Memang bukanlah hal yang mudah untuk keluar dari jalur manusia pada
umunya – keluar dari arus globalisasi ini -- yang menyebabkan begitu
banyak penderitaan, salah satunya perselingkuhan.

Akan tetapi jika kita mau bersama-sama bergandengan tangan, berlatih
bersama untuk melepaskan hal-hal negatif di dalam serta diluar diri
kita. Maka Dunia indah yang hanya jadi impian – dunia yang dipenuhi
oleh persahabatan sejati, ketenangan, kedamaian, toleransi dan cinta
kasih akan terwujud. Dan hal ini tidak dapat saya wujudkan sendiri,
saya membutuhkan sahabat-sahabat lainnya, TERMASUK DIRI ANDA! 

sekian masukan saya


Salam penuh kasih,

Dayapala 










** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke