Dear all,
Pengen panjangin diskusi deh...

Bagaimana jika seorang yang belajar Buddhism menjawab

"Saya bukannya ingin berselingkuh, tapi hubungan karma sudah habis.
Mau di cerai tidak tega. Anak-anak sudah mulai besar. Sedangkan skr terdapat koneksi karma antara saya dengan WIL (Wanita Idama Lain)/ PIL (Pria Idama Lain)"

bukankah gampang sekali menunjuk karma sebagai penyebab, lagian karma kan memang hukum sebab akibat.... sebabnya sudah habis yah akibatnya selesai juga

Poligami ? tidak ada yang sakit (get hurts) ?
yakin ?? udah pernah tanya kepada yang di poligami ? apakah dia sakit hati atau tidak ?

with metta

yamin
Dian Amalia <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Namo Buddhaya,

Yang saya tahu dan pernah dengar dari ceramah pak wowor dan buku-buku yang saya baca adalah bahwa perselingkuhan akan menyebabkan hal2 berikut:
1. Terlahir di alam neraka
2. Terlahir tidak normal (hermafrodit/banci)
3. Menjadi Hyperseks
4. Menjadi Lesbi/ Homo
5. Mempunyai istri/suami yang tidak diinginkan
6. Dihina masyarakat

Jadi yang ingin menghindari risiko di atas sebaiknya menghindari perselingkuhan... secara psikologis... selingkuh itu tidak sehat karena ada pihak yang dirugikan baik dari pihak istri/suami, anak maupun pihak perempuan/ laki-laki yang jadi selingkuhan. So, hidup sudah susah kenapa dibikin tambah susah??? Avoid perselingkuhan at all cost... dalam hal ini.. menurut saya poligami sah2 saja... it's better than having an affair, at least in polygami... nobody gets hurt.

Think b4 u act... cuz, it's yer life and yer decision.. so, of course what u do has its consequences!!!! Pandai-pandailah memilih... karena  penyesalan tiada gunanya.

Metta,

Dian

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

__._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **





YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke