Pingin nimbrung deh

 

koq jadi simple kayak gitu

Klo gitu mah itu bukan org belajar Buddhism, pendapat spt itu hanya pembenaran perbuatannya supaya bisa ganti yang baru

 

Klo belajar khan mustinya tahu, klo penyebab segala aspek kehidupan bukan dari kamma melulu, klo semua diatur kamma, mana bisa org berbuat kebaiken

 

Masalah poligami, emang nggak ada khan larangan berpoligami atau berpoliandri di agama Buddha, masalah perkawinan aja nggak ada di tipitaka, mau kawin kek, mau selibat kek mau punya 1000,1000000, 1000000000000 istri, kagak ada masalah, masalahnya sekrg, sampai kapan tuh keinginan menambah istri/suami berhenti, padahal prinsip agama Buddha adalah mengendalikan nafsu

 

Masalah sakit hati, juga tergantung individunya deh, tapi sebagai manusia yang belum bisa tercerahkan , apalgi cewek pastilah sakit hati diduain atau dimadu, bisa juga beberapa cowok spt itu, hal itu pasti, klo ada yang bilang bisa menerima, yah  dia harus bisa konsisten dengan sikapnya

 

Tapi klo cowok kayak gua misalnya, ditinggal ama cewek, ya cari lagi, ditinggal ama istri, kawin lagi, beres khan, wong belum tercerahkan koq, dan pingin punya istri  tapi cukup 1 aja deh, kasihan yang laen, nggak kebagian

 

 

 

 

ronny

 

 


From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Yamin Prabudy
Sent: 07 Agustus 2006 16:58
To: [email protected]
Subject: Re: [Dharmajala] Pembenaran Perselingkuhan, Teganya

 

Dear all,
Pengen panjangin diskusi deh...

Bagaimana jika seorang yang belajar Buddhism menjawab

"Saya bukannya ingin berselingkuh, tapi hubungan karma sudah habis.
Mau di cerai tidak tega. Anak-anak sudah mulai besar. Sedangkan skr terdapat koneksi karma antara saya dengan WIL (Wanita Idama Lain)/ PIL (Pria Idama Lain)"

bukankah gampang sekali menunjuk karma sebagai penyebab, lagian karma kan memang hukum sebab akibat.... sebabnya sudah habis yah akibatnya selesai juga

Poligami ? tidak ada yang sakit (get hurts) ?
yakin ?? udah pernah tanya kepada yang di poligami ? apakah dia sakit hati atau tidak ?

with metta

yamin
Dian Amalia <imel_nonabesar@yahoo.com> wrote:

Namo Buddhaya,

Yang saya tahu dan pernah dengar dari ceramah pa k wowor dan buku-buku yang saya baca adalah bahwa perselingkuhan akan menyebabkan hal2 berikut:
1. Terlahir di alam neraka
2. Terlahir tidak normal (hermafrodit/banci)
3. Menjadi Hyperseks
4. Menjadi Lesbi/ Homo
5. Mempunyai istri/suami yang tidak diinginkan
6. Dihina masyarakat

Jadi yang ingin menghindari risiko di atas sebaiknya menghindari perselingkuhan... secara psikologis... selingkuh itu tidak sehat karena ada pihak yang dirugikan baik dari pihak istri/suami, anak maupun pihak perempuan/ laki-laki yang jadi selingkuhan. So, hidup sudah susah kenapa dibikin tambah susah??? Avoid perselingkuhan at all cost... dalam hal ini.. menurut saya poligami sah2 saja... it's better than having an affair, at least in polygami... nobody gets hurt.

Think b4 u act... cuz, it's yer life and yer decision.. so, of course what u do has its consequences!!!! Pandai-pandailah memilih... karena  penyesalan tiada gunanya.

Metta,

Dian

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

 

__._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **





YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke