Menurut saya sih, penggunaan 'karma
sudah habis' adalah alasan yang dikarang sekenanya saja.
Tahu dari mana karma dgn suami/isteri
sudah habis ? Tahu dari mana sekaran ada koneksi karma dgn PIL / WIL ? Apa
meditasinya sudah amat canggih bisa melihat karma?
Untuk mulai selingkuh, itu harus ada
inisiatif dari kedua belah pihak, siapa yang melirik duluan, siapa yang membalas
lirikan ? siapa yang mulai pegang pegang duluan? jangan bilang karena dipaksa,
karena kalau dipaksa dibawah ancaman senjata tajam dll itu namanya pemerkosaan,
kalau dipaksa boss dgn alasan pekerjaan itu namanya pelecehan seksual dan si
boss bisa dituntut...
Mau dicerai tidak tega ? Tidak tega
dibagian mananya ? secara finansial atau secara moral ? atau karena tau si
pasangan masih cinta ?
Kalau dicerai dan diberi tunjangan
yang memadai, bagaimana? That solve the financial bits.
Kalau tiap hari suami cemberut,
kasar, tidak perhatian, cuma bikin makan hati, dan
mikirin WIL terus, lebih baik dicerai dan dikasih uang
tunjangan, bukankah hidup si isteri akan lebih tenang?
Kalau ngga tega secara
moral/perasaan, berarti apa masih ada sedikit perasaan sayang ? Bisa diperbaiki
dan ditingkatkankah?
Bukankah selingkuh dan poligami itu
lebih menyakiti si isteri ??
Dian Amalia
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Bagaimana caranya bisa poligami tanpa
perselingkuhan lebih dahulu ?
Bagaimana caranya bisa kawin tanpa
pacaran/affair lebih dulu ? Bukankah ini mustahil ?
Kalau ada orang yang bilang mau
berpoligami supaya menolong si wanitanya, menurut saya itu adalah hal yang amat
sangat paling munafik. Ini namanya serigala berbulu domba.
Kalau mau menolong ya silakan
menolong, kenapa perlu dipoligami dan ditiduri ? Toh bisa dikasih biaya hidup,
dilindungi, diberi tempat bernaung, dicarikan pekerjaan, dll, tanpa perlu
embel-embel dinikahi dan ditiduri ??? Come on ..! Let her live her life!
Itu baru namanya menolong, tanpa pamrih :P
Lebih baik kita kembali ke akar
permasalahan, kenapa mau berselingkuh, kenapa bisa berselingkuh,
bagaimana cara mencegahnya, apa ada
masalah dalam perkawinan, bagaimana cara mengatasi masalah itu : kedua belah
pihak harus mau introspeksi, memperbaiki diri dan tingkah laku dan belajar
berkomunikasi dengan baik.
Ingat ingat dulu mau menikah karena
apa. Pergi ke konsultan perkawinan, baca buku mengenai perkawinan yang bahagia
dan terapkan nasehatnya..
Banyak sekali orang yang menikah lalu
3-4 tahun kemudian merasa bosan, merasa sudah tidak cinta lagi, merasa sudah
tidak ada 'spark' lagi...lalu cari-cari selingkuhan dalam upaya mengalami
kembali debar-debar jantung saat dulu baru pacaran... padahal nanti sama isteri
yang baru juga paling 5 tahun kemudian sudah 'bosan' lagi...
Mereka tidak tahu bahwa cinta dalam
perkawinan itu harus dipupuk dan dipelihara supaya tetap awet sampai tua!
Seperti kata Dian, pandai-pandailah
memilih.
Kalau boleh saya tambah, setelah
menetapkan pilihan, berjuanglah and make it works.
Semua orang punya tipe ideal, tapi
ngaca dulu dong, apa kitanya juga ideal ?
Kalau nggak, ya harus saling menerima
kekurangan dan kelebihannya pasangan kan ?
Kalau kita ideal (masa sih ? beneran
nih??!) dan ngotot untuk mencari yang ideal juga, ya silakan and good luck.
Nanti kalau akhirnya memutuskan untuk kawin sama yang tidak terlalu ideal, ya
you have made your decision, live with it!.
Having said that, walaupun kita
merasa kita sudah ideal / pasangan sudah paling ideal, percayalah, someday kita
akan melihat kekurangannya. Nah disinilah waktu yang tepat untuk mawas diri, and
make it works.
with metta ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** YAHOO! GROUPS LINKS
__,_._,___ |
- [Dharmajala] Pembenaran Perselingkuhan, Teganya julie julie
- [Dharmajala] Re: Pembenaran Perselingkuhan, Teganya dh4rm4duta
- [Dharmajala] Re: Pembenaran Perselingkuhan, Teganya Dayapala
- Re: [Dharmajala] Pembenaran Perselingkuhan, Teganya Dian Amalia
- Re: [Dharmajala] Pembenaran Perselingkuhan, Teganya Yamin Prabudy
- Re: [Dharmajala] Pembenaran Perselingkuhan, Teg... Sumedho
- Re: [Dharmajala] Pembenaran Perselingkuhan, Teg... Dian Amalia
- RE: [Dharmajala] Pembenaran Perselingkuhan, Teg... RW
- Re: [Dharmajala] Pembenaran Perselingkuhan, Teg... pompadoum
