----- Original Message -----
 Yamin Prabudy wrote:

Bagaimana jika seorang yang belajar Buddhism menjawab

"Saya bukannya ingin berselingkuh, tapi hubungan karma sudah habis.
Mau di cerai tidak tega. Anak-anak sudah mulai besar. Sedangkan skr terdapat koneksi karma antara saya dengan WIL (Wanita Idama Lain)/ PIL (Pria Idama Lain)"

bukankah gampang sekali menunjuk karma sebagai penyebab, lagian karma kan memang hukum sebab akibat.... sebabnya sudah habis yah akibatnya selesai juga
Menurut saya sih, penggunaan 'karma sudah habis' adalah alasan yang dikarang sekenanya saja.
Tahu dari mana karma dgn suami/isteri sudah habis ? Tahu dari mana sekaran ada koneksi karma dgn PIL / WIL ? Apa meditasinya sudah amat canggih bisa melihat karma?
 
Untuk mulai selingkuh, itu harus ada inisiatif dari kedua belah pihak, siapa yang melirik duluan, siapa yang membalas lirikan ? siapa yang mulai pegang pegang duluan? jangan bilang karena dipaksa, karena kalau dipaksa dibawah ancaman senjata tajam dll itu namanya pemerkosaan, kalau dipaksa boss dgn alasan pekerjaan itu namanya pelecehan seksual dan si boss bisa dituntut...
 
Mau dicerai tidak tega ? Tidak tega dibagian mananya ? secara finansial atau secara moral ? atau karena tau si pasangan masih cinta ?
Kalau dicerai dan diberi tunjangan yang memadai, bagaimana? That solve the financial bits.
Kalau tiap hari suami cemberut, kasar, tidak perhatian, cuma bikin makan hati, dan mikirin WIL terus, lebih baik dicerai dan dikasih uang tunjangan, bukankah hidup si isteri akan lebih tenang?
Kalau ngga tega secara moral/perasaan, berarti apa masih ada sedikit perasaan sayang ? Bisa diperbaiki dan ditingkatkankah?
Bukankah selingkuh dan poligami itu lebih menyakiti si isteri ??
 
 
Dian Amalia <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Jadi yang ingin menghindari risiko di atas sebaiknya menghindari perselingkuhan... secara psikologis... selingkuh itu tidak sehat karena ada pihak yang dirugikan baik dari pihak istri/suami, anak maupun pihak perempuan/ laki-laki yang jadi selingkuhan. So, hidup sudah susah kenapa dibikin tambah susah??? Avoid perselingkuhan at all cost... dalam hal ini.. menurut saya poligami sah2 saja... it's better than having an affair, at least in polygami... nobody gets hurt.
Bagaimana caranya bisa poligami tanpa perselingkuhan lebih dahulu ?
Bagaimana caranya bisa kawin tanpa pacaran/affair lebih dulu ? Bukankah ini mustahil ?
 
Kalau ada orang yang bilang mau berpoligami supaya menolong si wanitanya, menurut saya itu adalah hal yang amat sangat paling munafik. Ini namanya serigala berbulu domba.
Kalau mau menolong ya silakan menolong, kenapa perlu dipoligami dan ditiduri ? Toh bisa dikasih biaya hidup, dilindungi, diberi tempat bernaung, dicarikan pekerjaan, dll, tanpa perlu embel-embel dinikahi dan ditiduri ???  Come on ..! Let her live her life! Itu baru namanya menolong, tanpa pamrih :P
 
Lebih baik kita kembali ke akar permasalahan, kenapa mau berselingkuh, kenapa bisa berselingkuh,
bagaimana cara mencegahnya, apa ada masalah dalam perkawinan, bagaimana cara mengatasi masalah itu : kedua belah pihak harus mau introspeksi, memperbaiki diri dan tingkah laku dan belajar berkomunikasi dengan baik.
Ingat ingat dulu mau menikah karena apa. Pergi ke konsultan perkawinan, baca buku mengenai perkawinan yang bahagia dan terapkan nasehatnya..
 
Banyak sekali orang yang menikah lalu 3-4 tahun kemudian merasa bosan, merasa sudah tidak cinta lagi, merasa sudah tidak ada 'spark' lagi...lalu cari-cari selingkuhan dalam upaya mengalami kembali debar-debar jantung saat dulu baru pacaran... padahal nanti sama isteri yang baru juga paling 5 tahun kemudian sudah 'bosan' lagi...
Mereka tidak tahu bahwa cinta dalam perkawinan itu harus dipupuk dan dipelihara supaya tetap awet sampai tua!
 
Seperti kata Dian, pandai-pandailah memilih.
Kalau boleh saya tambah, setelah menetapkan pilihan, berjuanglah and make it works.
Semua orang punya tipe ideal, tapi ngaca dulu dong, apa kitanya juga ideal ?
Kalau nggak, ya harus saling menerima kekurangan dan kelebihannya pasangan kan ?
Kalau kita ideal (masa sih ? beneran nih??!) dan ngotot untuk mencari yang ideal juga, ya silakan and good luck. Nanti kalau akhirnya memutuskan untuk kawin sama yang tidak terlalu ideal, ya you have made your decision, live with it!.
Having said that, walaupun kita merasa kita sudah ideal / pasangan sudah paling ideal, percayalah, someday kita akan melihat kekurangannya. Nah disinilah waktu yang tepat untuk mawas diri, and make it works.
 
 
with metta
 
__._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **





YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke