Jadi gimana dong ngilangin napsu yang gak ada puasnya ini?
Belajar dan praktikkanlah Buddhisme.
Belajar yang mana, kan ajaran Buddha banyak nih?
Belajar menyadari perilaku kita setiap hari.
Loh, buat apa?
Salah satu manfaatnya supaya kita bisa mengatur emosi kita. Setelah kita bisa mengatur emosi kita. Kita bisa memilih mana yang terbaik untuk diri kita dan juga untuk orang lain. Jadi bukan hanya mementingkan napsu semata. Istilah kerennya : Kalo mao bertindak, dipikir dulu.
Saya sendiri juga lagi belajar kok, mari kita sama-sama belajar.
Makin banyak yang belajar, kan jadi makin semangat nih.
Pendapat saya pribadi, kalo ingin selingkuh, dipikir-pikir dulu deh:
-Apa yang bakalan terjadi kemudian seandainya saya selingkuh? Keluarga saya jadi berantakan atau malah tambah bener ya?
-Apa pandangan orang kepada saya jika saya ketahuan selingkuh? Dikucilkan/dijelek-jelekin atau malah dipuja-puja?
-Saya dulu pernah berjanji untuk membahagiakan suami/istri saya. Bahkan waktu dulu pacaran sampe bilang, "Tidak ada wanita/pria lain di hatiku." Sekarang mesti ngomong apa ke suami/istrinya?
-Kalo kita sekarang bisa selingkuh dengan wanita kedua, berarti besar sekali kemungkinan terjadi perselingkuhan dengan wanita ketiga, keempat, bla, bla, bla. Wah, apa beda kita manusia dengan hewan? (sepertinya agak keras nih)
-Anak-anak saya mesti diapaain nih?
Sekian ^^
RW <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Pingin nimbrung deh koq jadi simple kayak gituKlo gitu mah itu bukan org belajar Buddhism, pendapat spt itu hanya pembenaran perbuatannya supaya bisa ganti yang baru Klo belajar khan mustinya tahu, klo penyebab segala aspek kehidupan bukan dari kamma melulu, klo semua diatur kamma, mana bisa org berbuat kebaiken Masalah poligami, emang nggak ada khan larangan berpoligami atau berpoliandri di agama Buddha, masalah perkawinan aja nggak ada di tipitaka, mau kawin kek, mau selibat kek mau punya 1000,1000000, 1000000000000 istri, kagak ada masalah, masalahnya sekrg, sampai kapan tuh keinginan menambah istri/suami berhenti, padahal prinsip agama Buddha adalah mengendalikan nafsu Masalah sakit hati, juga tergantung individunya deh, tapi sebagai manusia yang belum bisa tercerahkan , apalgi cewek pastilah sakit hati diduain atau dimadu, bisa juga beberapa cowok spt itu, hal itu pasti, klo ada yang bilang bisa menerima, yah dia harus bisa konsisten dengan sikapnya Tapi klo cowok kayak gua misalnya, ditinggal ama cewek, ya cari lagi, ditinggal ama istri, kawin lagi, beres khan, wong belum tercerahkan koq, dan pingin punya istri tapi cukup 1 aja deh, kasihan yang laen, nggak kebagian ronny
From:[EMAIL PROTECTED] [mailto:ups.com [EMAIL PROTECTED] ] On Behalf Of Yamin Prabudyups.com
Sent: 07 Agustus 2006 16:58
To:[EMAIL PROTECTED] ups.com
Subject: Re: [Dharmajala] Pembenaran Perselingkuhan, Teganya Dear all,
Pengen panjangin diskusi deh...
Bagaimana jika seorang yang belajar Buddhism menjawab
"Saya bukannya ingin berselingkuh, tapi hubungan karma sudah habis.
Mau di cerai tidak tega. Anak-anak sudah mulai besar. Sedangkan skr terdapat koneksi karma antara saya dengan WIL (Wanita Idama Lain)/ PIL (Pria Idama Lain)"
bukankah gampang sekali menunjuk karma sebagai penyebab, lagian karmamemang hukum sebab akibat.... sebabnya sudah habis yah akibatnya selesai juga kan
Poligami ? tidak ada yang sakit (get hurts) ?
yakin ?? udah pernah tanya kepada yang di poligami ? apakah dia sakit hati atau tidak ?
with metta
yamin
Dian Amalia <imel_nonabesar@yahoo.com> wrote:Namo Buddhaya,
Yang saya tahu dan pernah dengar dari ceramah pa k wowor dan buku-buku yang saya baca adalah bahwa perselingkuhan akan menyebabkan hal2 berikut:
1. Terlahir di alam neraka
2. Terlahir tidak normal (hermafrodit/banci)
3. Menjadi Hyperseks
4. Menjadi Lesbi/ Homo
5. Mempunyai istri/suami yang tidak diinginkan
6. Dihina masyarakat
Jadi yang ingin menghindari risiko di atas sebaiknya menghindari perselingkuhan... secara psikologis.. . selingkuh itu tidak sehat karena ada pihak yang dirugikan baik dari pihak istri/suami, anak maupun pihak perempuan/ laki-laki yang jadi selingkuhan. So, hidup sudah susah kenapa dibikin tambah susah??? Avoid perselingkuhan at all cost... dalam hal ini.. menurut saya poligami sah2 saja... it's better than having an affair, at least in polygami... nobody gets hurt.
Think b4 u act... cuz, it's yer life and yer decision.. so, of course what u do has its consequences!!!! Pandai-pandailah memilih... karena penyesalan tiada gunanya.
Metta,
DianSend instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
________________________________________________________________________
"The first and the best victory is to conquer self."
- Plato -
ric £anvin
How low will we go? Check out Yahoo! Messengers low PC-to-Phone call rates. __._,_.___
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Dharmajala" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
__,_._,___
When You Divorce Me, Carry Me Out in Your Arms Pada hari pernikahanku,aku membopong istriku.Mobil pengantin berhenti didepan flat kami yg cuma berkamar satu. Sahabat2ku menyuruhku untuk membopongnya begitu keluar dari mobil.Jadi kubopong ia memasuki rumah kami. Ia kelihatan malu2. Aku adalah seorang pengantin pria yg sangat bahagia.Ini adalah kejadian 10 tahun yg lalu.
Hari2 selanjutnya berlalu demikian simpel seperti secangkir air bening:Kami mempunyai seorang anak, saya terjun ke dunia usaha dan berusaha untuk menghasilkan banyak uang.Begitu kemakmuran meningkat, jalinan kasih diantara kami pun semakin surut. Ia adalah pegawai sipil.setiap pagi kami berangkat kerja bersama2 dan sampai dirumah juga pada waktu yg bersamaan.Anak kami sedang belajar di luar negeri.Perkawinan kami kelihatan bahagia. Tapi ketenangan hidup berubah dipengaruhi oleh perubahan yg tidak kusangka2.Dew hadir dalam kehidupanku. Waktu itu adalah hari yg cerah.Aku berdiri di balkon.dengan Dew yg sedang merangkulku.Hatiku sekali lagi terbenam dalam aliran cintanya. ini adalah apartment yg kubelikan untuknya. Dew berkata , "kamu adalah jenis pria terbaik yg menarik para gadis. " Kata2nya tiba-tiba mengingatkanku pada istriku. Ketika kami baru menikah,istriku pernah berkata, "Pria sepertimu, begitu sukses, akan menjadi sangat menarik bagi para gadis. " Berpikir tentang ini, Aku menjadi ragu2. Aku tahu kalo aku telah menghianati istriku. Tapi aku tidak sanggup menghentikannya. Aku melepaskan tangan Dew dan berkata, "kamu harus pergi membeli beberapa perabot, O.K.?.Aku ada sedikit urusan dikantor" Kelihatan ia jadi tidak senang karena aku telah berjanji menemaninya. Pada saat tersebut,ide perceraian menjadi semakin jelas dipikiranku walaupun kelihatan tidak mungkin.Bagaimanapun,aku merasa sangat sulit untuk membicarakan hal ini pada istriku. Walau bagaimanapun ku jelaskan, ia pasti akan sangat terluka. Sejujurnya,ia adalah seorang istri yg baik. Setiap malam ia sibuk menyiapkan makan malam. Aku duduk santai didepan TV. Makan malam segera tersedia. Lalu kami akan menonton TV sama2. Atau,Aku akan menghidupkan komputer,membayangkan tubuh Dew. Ini adalah hiburan bagiku. Suatu hari aku berbicara dalam guyon, "seandainya kita bercerai, apa yg akan kau lakukan? " Ia menatap padaku selama beberapa detik tanpa bersuara. Kenyataannya ia percaya bahwa perceraian adalah sesuatu yg sangat jauh dari bayangannya. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ia akan menghadapi kenyataan jika tahu bahwa aku serius. ketika istriku mengunjungi kantorku, Dew baru saja keluar dari ruanganku. Hampir seluruh staff menatap istriku dengan mata penuh simpati dan berusaha untuk menyembunyikan segala sesuatu selama berbicara dengannya. Ia kelihatan sedikit curiga. Ia berusaha tersenyum pada bawahan2ku. Tapi aku membaca ada kelukaan di matanya. Sekali lagi, Dew berkata padaku," He Ning, ceraikan ia, O.K.? Lalu kita akan hidup bersama." Aku mengangguk. Aku tahu aku tidak boleh ragu2 lagi.Ketika malam itu istriku menyiapkan makan malam, ku pegang tangannya,"Ada sesuatu yg harus kukatakan" Ia duduk diam dan makan tanpa bersuara. Sekali lagi aku melihat ada luka dimatanya. Tiba2 aku tidak tahu harus berkata apa. Tapi ia tahu kalo aku terus berpikir. "aku ingin bercerai", ku ungkapkan topik ini dengan serius tapi tenang. Ia seperti tidak terpengaruh oleh kata2ku, tapi ia bertanya secara lembut,"kenapa?" "Aku serius. " Aku menghindari pertanyaannya. Jawaban ini membuat ia sangat marah. Ia melemparkan sumpit dan berteriak kepadaku,"Kamu bukan laki2!" . Pada malam itu, kami sekali saling membisu. Ia sedang menangis.. Aku tahu kalau ia ingin tahu apa yg telah terjadi dengan perkawinan kami. Tapi aku tidak bisa memberikan jawaban yg memuaskan sebab hatiku telah dibawa pergi oleh Dew. Dengan perasaan yg amat bersalah, Aku menuliskan surat perceraian dimana istriku memperoleh rumah, mobil dan 30% saham dari perusahaanku.Ia memandangnya sekilas dan mengoyaknya jadi beberapa bagian. Aku merasakan sakit dalam hati. Wanita yg telah 10 tahun hidup bersamaku sekarang menjadi seorang yg asing dalam hidupku. Tapi aku tidak bisa mengembalikan apa yg telah kuucapkan. Akhirnya ia menangis dengan keras didepanku,dimana hal tersebut tidak pernah kulihat sebelumnya. Bagiku, tangisannya merupakan suatu pembebasan untukku. Ide perceraian telah menghantuiku dalam beberapa minggu ini dan sekarang sungguh2 telah terjadi . Pada larut malam,aku kembali ke rumah setelah menemui klienku. Aku melihat ia sedang menulis sesuatu. Karena capek aku segera ketiduran .Ketika aku terbangun tengah malam, aku melihat ia masih menulis. Aku tertidur kembali. Ia menuliskan syarat2 dari perceraiannya: ia tidak menginginkan apapun dariku,tapi aku harus memberikan waktu sebulan sebelum menceraikannya,dan dalam waktu sebulan itu kami harus hidup bersama seperti biasanya.Alasannya sangat sederhana: Anak kami akan segera menyelesaikan pendidikannya dan liburannya adalah sebulan lagi dan ia tidak ingin anak kami melihat kehancuran rumah tangga kami. Ia menyerahkan persyaratan tersebut dan bertanya," He Ning, apakah kamu masih ingat bagaimana aku memasuki rumah kita ketika pada hari pernikahan kita? Pertanyaan ini tiba2 mengembalikan beberapa kenangan indah kepadaku . Aku mengangguk dan mengiyakan. "Kamu membopongku dilenganmu", katanya, "jadi aku punya sebuah permintaan, yaitu kamu akan tetap membopongkuku pada waktu perceraian kita. Dari sekarang sampai akhir bulan ini, setiap pagi kamu harus Membopongku keluar dari kamar tidur ke pintu ." Aku menerima dengan senyum. Aku tahu ia merindukan beberapa kenangan indah yg telah berlalu dan berharap perkawinannya diakhiri dengan suasana romantis. Aku memberitahukan Dew soal syarat2 perceraian dari istriku. Ia tertawa keras dan berpikir itu tidak ada gunanya. "Bagaimanapun trik yg ia lakukan,ia harus menghadapi hasil dari perceraian ini," ia mencemooh. Kata2nya membuatku merasa tidak enak. Istriku dan aku tidak mengadakan kontak badan lagi sejak kukatakan perceraian itu. kami saling menganggap orang asing. Jadi ketika aku membopongnya dihari pertama, kami kelihatan salah tingkah. Anak kami menepuk punggung kami,"wah, papa membopong mama,mesra sekali" Kata2nya membuatku merasa sakit. Dari kamar tidur ke ruang duduk, lalu ke pintu, aku berjalan 10 meter dengan ia dalam lenganku. Ia memejamkan mata dan berkata dengan lembut," mari kita mulai hari ini,jangan memberitahukan pada anak kita." Aku mengangguk, merasa sedikit bimbang.Aku melepaskan ia di pintu. Ia pergi menunggu bus, dan aku pergi ke kantor. Pada hari kedua, bagi kami terasa lebih mudah. Ia merebah di dadaku,Kami begitu dekat sampai2 aku bisa mencium wangi dibajunya. Aku menyadari bahwa aku telah sangat lama tidak melihat dengan mesra wanita ini. Aku melihat bahwa ia tidak muda lagi.beberapa kerut tampak di wajahnya. Pada hari ketiga, ia berbisik padaku, "kebun diluar sedang dibongkar.hati2 kalau kamu lewat sana." Hari keempat,ketika aku membangunkannya,aku merasa kalau kami masih mesra seperti sepasang suami istri dan aku masih membopong kekasihku dilenganku. Bayangan Dew menjadi samar. Pada hari kelima dan enam, ia masih mengingatkan aku beberapa hal,seperti,dimana ia telah menyimpan baju2ku yg telah ia setrika,aku harus hati2 saat memasak, dll .Aku mengangguk. Perasaan kedekatan terasa semakin erat. Aku tidak memberitahu Dew tentang ini. Aku merasa begitu ringan membopongnya.Berharap setiap hari pergi ke kantor bisa membuatku semakin kuat.Aku berkata padanya,"kelihatannya tidaklah sulit membopongmu sekarang" Ia sedang mencoba pakaiannya, aku sedang menunggu untuk membopongnya keluar. Ia berusaha mencoba beberapa tapi tidak bisa menemukan yg cocok. Lalu ia melihat,"semua pakaianku kebesaran". Aku tersenyum. Tapi tiba2 aku menyadarinya sebab ia semakin kurus itu sebabnya aku bisa membopongnya dengan ringan bukan disebabkan aku semakin kuat. Aku tahu ia mengubur semua kesedihannya dalam hati.Sekali lagi, aku merasakan perasaan sakit Tanpa sadar ku sentuh kepalanya.Anak kami masuk pada saat tersebut."Pa,sudah waktunya membopong mama keluar" Baginya,melihat papanya sedang membopong mamanya keluar menjadi bagian yg penting . Ia memberikan isyarat agar anak kami mendekatinya dan merangkulnya dengan erat. Aku membalikkan wajah sebab aku takut aku akan berubah pikiran pada detik terakhir. Aku menyangganya dilenganku, berjalan dari kamar tidur,melewati ruang duduk ke teras. Tangannya memegangku secara lembut dan alami. aku menyanggah badannya dengan kuat seperti kami kembali ke hari pernikahan kami. Tapi ia kelihatan agak pucat dan kurus, membuatku sedih. Pada hari terakhir,ketika aku membopongnya dilenganku, aku melangkah dengan berat. Anak kami telah kembali ke sekolah. ia berkata,"sesungguhnya aku berharap kamu akan membopongku sampai kita tua" Aku memeluknya dengan kuat dan berkata "antara kita saling tidak menyadari bahwa kehidupan kita begitu mesra". Aku melompat turun dari mobil tanpa sempat menguncinya.Aku takut keterlambatan akan membuat pikiranku berubah.Aku menaiki tangga. Dew membuka pintu. Aku berkata padanya," Maaf Dew, Aku tidak ingin bercerai. Aku serius". Ia melihat kepadaku, kaget. Ia menyentuh dahiku."Kamu tidak demam". Kutepiskan tangannya dari dahiku"maaf, Dew,Aku cuma bisa bilang maaf padamu,Aku tidak ingin bercerai. Kehidupan rumah tanggaku membosankan disebabkan ia dan aku tidak bisa merasakan nilai2 dari kehidupan,bukan disebabkan kami tidak saling mencintai lagi. Sekarang ku mengerti sejak aku membopongnya masuk ke rumahku, ia telah melahirkan anakku. Aku akan menjaganya sampai tua. Jadi aku minta maaf padamu" Dew tiba2 seperti tersadar. Ia memberikan tamparan keras kepadaku dan menutup pintu dgn kencang dan tangisannya meledak. Aku menuruni tangga dan pergi ke kantor. Dalam perjalanan aku melewati sebuah toko bunga, ku pesan sebuah buket bunga kesayangan istriku Penjual bertanya apa yg mesti ia tulis dalam kartu ucapan? Aku tersenyum, dan menulis " Aku akan membopongmu setiap pagi sampai kita tua..."
