One
person replied, "I see a black mark." "Right," the preacher
said. "What else?" Complete silence prevailed. "I'm really
surprised," the speaker commented. "You have completely overlooked
the most important thing of all—the sheet of paper." We are
often distracted by small, dot-like disappointments, and we are prone to forget
the innumerable blessings we receive from the Lord. But like the sheet of
paper, the good things are far more important than the adversities that
monopolize our attention. This
reminds me of a whimsical bit of verse that expresses good practical advice.
"As you travel down life's pathway, may this ever be your goal: Keep your
eye upon the doughnut, and not upon the hole!" Yes,
rather than concentrating on the trials of life, we should fix our attention on
its blessings. Let's say with the psalmist, "Blessed be the Lord, who
daily loads us with benefits" (Psalm 68:19). Let's keep
praising Him so we won't be distracted by dots and doughnut holes. —Richard De
Haan So amid
the conflict, whether great or small, Spend your time counting your
blessings—not airing your complaints.
Bacaan: Yosua 19-21 Salah seorang
menjawab, “Saya melihat sebuah tanda berwarna hitam.” “Benar,” jawab sang
pendeta. “Apa lagi?” Tidak seorang pun yang memberikan jawaban. “Saya sungguh
terkejut,” kata sang pendeta. “Kalian telah mengabaikan hal yang
terpenting—yaitu lembaran kertas ini.” Kerap kali,
perhatian kita justru tersita oleh setitik kekecewaan yang sangat kecil, dan
kita cenderung melupakan begitu banyak berkat yang kita terima dari Tuhan.
Namun, seperti lembaran kertas, hal-hal yang baik sebenarnya jauh lebih penting
daripada segala kesulitan yang menyita perhatian kita. Hal ini
mengingatkan saya akan sebuah pepatah aneh yang menyatakan sebuah nasihat
praktis yang baik. “Saat Anda menapaki jalan hidup, jadikanlah hal berikut ini
tujuan Anda: Arahkan pandangan Anda pada kue donat, jangan pada lubang yang ada
di tengahnya!” Ya, daripada
memusatkan diri pada berbagai pencobaan yang terjadi di dalam hidup, kita
seharusnya mengarahkan perhatian pada berkat-berkat kehidupan. Marilah kita
berkata seperti pemazmur, “Terpujilah Tuhan! Hari demi hari Dia menanggung bagi
kita” (Mazmur 68:20). Marilah kita terus memuji Dia,
agar perhatian kita tidak tertuju pada titik kecil dan lubang pada donat —RWD MANFAATKAN WAKTU ANDA UNTUK MENGHITUNG BERKAT-BERKAT
<--------------------------------------------------------------------------->
================================================ Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12) ================================================
Yahoo! Groups Links
|
<<image001.jpg>>
