March 17, 2005

Dots And Doughnut Holes

Read:
Psalm 104:1-15

Bless the Lord, O my soul, and forget not all His benefits. —Psalm 103:2

Bible In One Year: Joshua 19-21

coverAs a minister was addressing a group of men, he took a large piece of paper and made a black dot in the center of it. Then he held up the paper and asked them what they saw.

One person replied, "I see a black mark." "Right," the preacher said. "What else?" Complete silence prevailed. "I'm really surprised," the speaker commented. "You have completely overlooked the most important thing of all—the sheet of paper."

We are often distracted by small, dot-like disappointments, and we are prone to forget the innumerable blessings we receive from the Lord. But like the sheet of paper, the good things are far more important than the adversities that monopolize our attention.

This reminds me of a whimsical bit of verse that expresses good practical advice. "As you travel down life's pathway, may this ever be your goal: Keep your eye upon the doughnut, and not upon the hole!"

Yes, rather than concentrating on the trials of life, we should fix our attention on its blessings. Let's say with the psalmist, "Blessed be the Lord, who daily loads us with benefits" (Psalm 68:19).

Let's keep praising Him so we won't be distracted by dots and doughnut holes. —Richard De Haan

So amid the conflict, whether great or small,
Do not be discouraged—God is over all;
Count your many blessings—angels will attend,
Help and comfort give you to your journey's end. —Oatman

Spend your time counting your blessings—not airing your complaints.

Kamis, 17 Maret
Titik dan Lubang Donat
Pujilah Tuhan, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!
(Mazmur 103:2)

Bacaan: Yosua 19-21

Tatkala seorang pendeta sedang berbicara kepada sekelompok orang, ia mengambil secarik kertas dengan ukuran besar lalu membuat sebuah titik berwarna hitam di tengah-tengahnya. Kemudian ia mengangkat kertas tersebut dan bertanya apa yang mereka lihat di situ.

Salah seorang menjawab, “Saya melihat sebuah tanda berwarna hitam.” “Benar,” jawab sang pendeta. “Apa lagi?” Tidak seorang pun yang memberikan jawaban. “Saya sungguh terkejut,” kata sang pendeta. “Kalian telah mengabaikan hal yang terpenting—yaitu lembaran kertas ini.”

Kerap kali, perhatian kita justru tersita oleh setitik kekecewaan yang sangat kecil, dan kita cenderung melupakan begitu banyak berkat yang kita terima dari Tuhan. Namun, seperti lembaran kertas, hal-hal yang baik sebenarnya jauh lebih penting daripada segala kesulitan yang menyita perhatian kita.

Hal ini mengingatkan saya akan sebuah pepatah aneh yang menyatakan sebuah nasihat praktis yang baik. “Saat Anda menapaki jalan hidup, jadikanlah hal berikut ini tujuan Anda: Arahkan pandangan Anda pada kue donat, jangan pada lubang yang ada di tengahnya!”

Ya, daripada memusatkan diri pada berbagai pencobaan yang terjadi di dalam hidup, kita seharusnya mengarahkan perhatian pada berkat-berkat kehidupan. Marilah kita berkata seperti pemazmur, “Terpujilah Tuhan! Hari demi hari Dia menanggung bagi kita” (Mazmur 68:20).

Marilah kita terus memuji Dia, agar perhatian kita tidak tertuju pada titik kecil dan lubang pada donat —RWD

MANFAATKAN WAKTU ANDA UNTUK MENGHITUNG BERKAT-BERKAT
BUKAN UNTUK MELAMBUNGKAN KELUH KESAH ANDA



104:2 yang berselimutkan terang seperti kain, yang membentangkan langit seperti tenda,
104:3 yang mendirikan kamar-kamar loteng-Mu di air, yang menjadikan awan-awan sebagai kendaraan-Mu, yang bergerak di atas sayap angin,
104:4 yang membuat angin sebagai suruhan-suruhan-Mu, dan api yang menyala sebagai pelayan-pelayan-Mu,
104:5 yang telah mendasarkan bumi di atas tumpuannya, sehingga takkan goyang untuk seterusnya dan selamanya.
104:6 Dengan samudera raya Engkau telah menyelubunginya; air telah naik melampaui gunung-gunung.
104:7 Terhadap hardik-Mu air itu melarikan diri, lari kebingungan terhadap suara guntur-Mu,
104:8 naik gunung, turun lembah ke tempat yang Kautetapkan bagi mereka.
104:9 Batas Kautentukan, takkan mereka lewati, takkan kembali mereka menyelubungi bumi.
104:10. Engkau yang melepas mata-mata air ke dalam lembah-lembah, mengalir di antara gunung-gunung,
104:11 memberi minum segala binatang di
padang, memuaskan haus keledai-keledai hutan;
104:12 di dekatnya diam burung-burung di udara, bersiul dari antara daun-daunan.
104:13 Engkau yang memberi minum gunung-gunung dari kamar-kamar loteng-Mu, bumi kenyang dari buah pekerjaan-Mu.
104:14 Engkau yang menumbuhkan rumput bagi hewan dan tumbuh-tumbuhan untuk diusahakan manusia, yang mengeluarkan makanan dari dalam tanah
104:15 dan anggur yang menyukakan hati manusia, yang membuat muka berseri karena minyak, dan makanan yang menyegarkan hati manusia.

 



<--------------------------------------------------------------------------->



================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

<<image001.jpg>>

Kirim email ke