But
during a recent hotel stay, I was surprised to see an open Bible placed
prominently on a table in the lobby. And when I reached my room, instead of the
Bible being in a drawer, it was lying open on the desk. My guess is that the
owner decided to draw people's attention to the presence of God and His Word as
they travel—often alone and sometimes in great need. This
caused me to ponder my own response to the Scriptures. Is the Bible open in my
heart for people to see? Do my actions give evidence that I'm meditating on
God's Word? Psalm 119
is filled with praise for the wonder of God's Word, along with the writer's
promise to live by it and share it with others. "I will walk at liberty,
for I seek Your precepts," he wrote. "I will speak of Your
testimonies also before kings, and will not be ashamed. And I will delight
myself in Your commandments, which I love. . . . And I will meditate on Your
statutes" (vv.45-47). Since
every life is an open book, let's seek to demonstrate the love and power of
God's Word, the Bible, for everyone to see. —David McCasland We are
the only Bible Of all the commentaries on the
Scriptures, good examples are the best. —John Donne
Bacaan: Hakim-hakim
16-18 Namun selama menginap di sebuah hotel baru-baru ini,
saya sangat terkejut melihat sebuah Alkitab terbuka yang diletakkan di atas
meja di lobi. Dan ketika saya tiba di kamar, saya melihat sebuah Alkitab yang
terbuka di atas meja dan bukannya diletakkan di dalam laci. Saya kira pemilik
hotel itu ingin menarik perhatian orang-orang yang menginap di hotel itu
terhadap hadirat Allah dan firman-Nya pada saat mereka sedang melakukan
perjalanan—kerap kali sendiri dan kadang kala sangat membutuhkan bantuan.
Hal ini membuat saya memikirkan respons saya terhadap
Kitab Suci. Apakah Alkitab terbuka di dalam hati saya sehingga orang lain dapat
melihatnya? Apakah perbuatan saya telah membuktikan bahwa selama ini saya merenungkan
firman Allah? Mazmur 119 dipenuhi pujian terhadap keajaiban firman
Allah, dan juga janji penulisnya untuk hidup di dalamnya dan membagikan firman
Allah kepada orang lain. “Aku hendak hidup dalam kelegaan sebab aku mencari
titah-titah-Mu,” tulisnya. “Aku hendak berbicara tentang
peringatan-peringatan-Mu di hadapan raja-raja, dan aku tidak akan mendapat
malu. Aku hendak bergemar dalam perintah-perintah-Mu yang kucintai itu …. Dan
aku aku hendak merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu” (ayat 45-48). Setiap kehidupan adalah kitab yang
terbuka. Oleh karena itu, marilah kita menyatakan kasih dan kuasa firman Allah,
yaitu Alkitab, sehingga semua orang dapat menyaksikannya —DCM DI
ANTARA SEMUA PEMBAHASAN TENTANG AYAT-AYAT ALKITAB
<--------------------------------------------------------------------------->
================================================ Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12) ================================================
Yahoo! Groups Links
|
<<image001.jpg>>
