|
March 24, 2005
Celebrate Beginnings
You will conceive in your womb and bring forth a
Son, and shall call His name Jesus. —Luke 1:31
|
![]()
Many churches
observe March 25 as Annunciation Day. It commemorates the angel's announcement
to Mary that she would be the mother of Jesus, the Messiah. In our
success-oriented society, this festival is a needed reminder to recognize and
rejoice at the beginning of God's work in a person's life rather than holding
our applause for the accomplishments.
Because
we often read Luke's gospel at Christmas, we may forget that 9 months of trust
and waiting separated Mary's response to Gabriel from the birth of Jesus. When
we read her words of surrender in light of this timespan, they take on added
meaning: "Behold the maidservant of the Lord! Let it be to me according to
your word" (Luke 1:38).
Mary must have received great encouragement when her cousin Elizabeth told her,
"Blessed is she who believed, for there will be a fulfillment of those
things which were told her from the Lord" (v.45).
We can
celebrate beginnings by giving a hug or handshake to a new believer who
professes faith in Christ. We can write a note of encouragement to a friend who
has chosen to obey God's Word.
Let's
grasp every opportunity to celebrate the beginnings of God's work in the lives
of others. —David McCasland
It
takes but a moment of time
And minimal energy spent
To pass an encouraging word
To one who'll be glad it was sent. —Hess
The human spirit soars with hope when
lifted by an encouraging word.
|
Kamis, 24 Maret
Merayakan Permulaan
Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak
laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus (Lukas 1:31)
|
Bacaan: Hakim-hakim
19-21
Banyak gereja yang merayakan
25 Maret sebagai hari peringatan Maria diberi kabar oleh malaikat Tuhan. Hari
ini dihormati sebagai peringatan pemberitahuan malaikat kepada Maria bahwa ia
akan menjadi ibu Yesus, Mesias. Di masyarakat kita yang berorientasi pada
keberhasilan, perayaan ini adalah peringatan yang dibutuhkan untuk mengakui dan
bersukacita atas dimulainya pekerjaan Allah dalam hidup seseorang. Kita tidak
menahan kegembiraan atas suatu keberhasilan.
Karena kita sering membaca Injil Lukas pada hari Natal, kita mungkin lupa bahwa ada 9
bulan masa kepercayaan dan penantian sejak Maria menanggapi penyataan Gabriel
hingga kelahiran Yesus. Ketika kita membaca kata-kata penyerahan Maria dalam
konteks masa penantian ini, kita akan mendapat tambahan pemahaman:
“Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu
itu” (Lukas 1:38). Maria pasti telah menerima dorongan semangat yang
besar ketika sepupunya mengatakan, “Dan berbahagialah ia, yang telah percaya,
sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana” (ayat 45).
Kita dapat merayakan suatu permulaan dengan memberikan
pelukan atau jabat tangan kepada seorang percaya baru yang mengakui imannya di
dalam Kristus. Kita dapat menulis sebuah catatan yang menyemangati kepada
seorang teman yang telah memilih untuk menaati firman Allah.
Marilah kita meraih setiap kesempatan yang ada untuk merayakan permulaan
pekerjaan Allah di dalam kehidupan orang lain —DCM
ROH MANUSIA MEMBUBUNG DENGAN PENGHARAPAN
KETIKA DIANGKAT OLEH PERKATAAN YANG MEMBERIKAN SEMANGAT
1:27 kepada seorang
perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama
perawan itu Maria.
1:28 Ketika malaikat itu masuk ke
rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan
menyertai engkau."
1:29 Maria terkejut mendengar
perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
1:30 Kata malaikat itu kepadanya:
"Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan
Allah.
1:31 Sesungguhnya engkau akan
mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau
menamai Dia Yesus.
1:32 Ia akan menjadi besar dan akan
disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan
kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,
1:33 dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya
dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."
1:34 Kata Maria kepada
malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum
bersuami?"
1:35 Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa
Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan
kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
1:36 Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang
anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang
disebut mandul itu.
1:37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."
1:38 Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku
menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.
<--------------------------------------------------------------------------->