Wah, wah, wah...
Saya masih belum yakin Anda menangkap makna "memiliki kemampuan untuk
bermoral" dan "memiliki kesadaran-diri" dalam mail saya sebelumnya.
Tulisan Anda menurut saya juga tidak jelas (tafsirannya bisa
dikemana-manain). Kalau Anda ingin berdiskusi gaya sastra sih saya
rasa bukan di sini tempatnya (betul nggak?). Di sini menurut saya
harusnya berdiskusi gaya ilmiah. Jadi harus jelas.

Biar diskusi ini nyambung dan jelas, bisa Anda tuliskan pemahaman Anda
tentang "memiliki kemampuan untuk bermoral" dan "memiliki
kesadaran-diri" yang saya tuliskan sebelumnya?

Salam Damai,
Theo

--- In [email protected], "non_sisca" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Hai, 
> 
> Baiklah. 
> Marilah kita berlari dengan imajinasi ke dalam bahaya. Imajinasi 
> memang dapat menipu dan menyesatkan, lalu menyembunyikan realita. 
> 
> Bagaimanapun manusia terkadang merasa tidak berdaya menghadapi 
> konteks sosial mereka. Satu2nya cara mereka dapat menonjolkan diri 
> adalah dengan menentang tradisi, dengan mengoyak apa yang tidak lagi 
> berguna, dengan memberontak. 
> Dan semua itu dilakukan dengan "kesadaran" ? Luar biasa bukan. 
> 
> 'Kesadaran' kah ketika mereka melakukan sesuatu yang secara 'sadar' 
> barangkali dianggap tidak bermoral. Tapi 'kesadaran' mereka 
> menganggap itu adalah benar, dan itu sangat mengerikan Bung. 
> 
> Kemampuan yang dipertanyakan. Kesadaran macam apa ? Itu yang menjadi 
> persoalan. 
> 
> Bahkan terkadang hewan peliharaan lebih 'sadar' dari yang disebut 
> memiliki kemampuan sadar. 
> 
> Ada kemungkinan baru, individu dewasa ini dapat mempengaruhi 
> realitas dengan mengidentifikasi arah yang dituju oleh masyarakat. 
> Kesadaran yang dipengaruhi. Pengetahuan adalah kekuasaan, demikian 
> kata mereka Bung. 
> 
> Dan saya, .....? Saya hanya bisa berdoa, Bung. 
> 
> Salam, Sisca
> 
> 
> --- In [email protected], theo_zacharias <no_reply@> wrote:
> >
> > Hi,
> > 
> > Anda tampaknya keliru memahami kalimat saya. Coba baca lagi. Saya
> > mengatakan bahwa manusia MEMILIKI KEMAMPUAN untuk menjadi bermoral.
> > Ini jelas tidak berarti bahwa semua manusia pasti memiliki moral. 
> Jadi
> > ada manusia yang bermoral dan ada juga yang tidak. Tapi SEMUA 
> manusia
> > memiliki kemampuan untuk menjadi bermoral. Dengan kata lain,
> > sejahat-jahatnya manusia (sepanjang otaknya masih normal), manusia
> > tersebut masih mungkin untuk menjadi baik (bermoral). Ini tentu
> > berbeda dengan binatang yang tampaknya tidak mungkin menjadi 
> bermoral
> > karena otaknya belum cukup kompleks untuk dapat berimajinasi 
> bagaimana
> > rasanya menjadi orang/makhluk hidup lain.
> > 
> > Mengenai kesadaran diri Anda juga tampaknya salah memahami maksud 
> dari
> > kesadaran diri di sini. Kesadaran yang saya maksud di sini adalah
> > dalam konteks "manusia memiliki kesadaran dan robot (atau benda 
> mati
> > lain) tidak memiliki kesadaran". Beberapa hewan diyakini oleh para
> > ilmuwan juga memiliki kesadaran. Namun tampaknya tidak ada hewan 
> yang
> > sadar bahwa dirinya itu memiliki kesadaran (tapi ini memang masih
> > kontroversial). Berbeda dengan manusia yang memiliki kemampuan 
> untuk
> > sadar bahwa dirinya memiliki kesadaran. Ini yang dimaksud dengan
> > kesadaran diri di sini.
> > 
> > Salam,
> > Theo
> > 
> > --- In [email protected], "non_sisca" <non_sisca@> wrote:
> > >
> > > 
> > > Halo, ....
> > > 
> > > Kalau mau dikaitkan dengan moral dan kesadaran diri, menurut 
> saya 
> > > sih, sudah kurang tepat, karena telah terjadi pergeseran dan 
> > > pengikisan moral dan kesadaran diri habis2an. 
> > > 
> > > Zaman sekarang yang ditandai dengan hilang nya realitas yang 
> > > sebenarnya, menyebabkan orang tidak tahu lagi yang mana nilai 
> moral 
> > > dan kesadaran diri yang sebenarnya. Lagipula apa yang disebut 
> dengan 
> > > ukuran moral dan kesadaran diri adalah sangat relatif dewasa 
> ini. 
> > > 
> > > Barangkali,.......
> > > yang membedakan manusia dan binatang sekarang hanya "Sein Und 
> Zeit" 
> > > yang diperkenalkan oleh Heidegger, tentang kesadaran akan "Ada 
> dan 
> > > Waktu", suatu mistik keseharian dan penghayatan waktu dan 
> > > kemewaktuan. Namun saat ini, tidak sepenuhnya manusia menyadari 
> > > keduanya, dan saat itu lah manusia patut merasakan kecemasan 
> (Angst) 
> > > karena ambang kehilangan manusianya sudah dekat, 
> > > huaaaaaaaaaaa.....siap-siap, siap-siap......
> > >
> >
>




******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke