Non Sisca,
  Kalau mengikuti logika, Anda juga tidak boleh menarik kesimpulan normatif 
dari premis deskriptif, mengatakan kesadaran diri dan moral tidak relevan dari 
fakta bahwa moralitas dan kesadaran diri terkikis. Lalu Sisca yg bicara ini 
apakah sadar diri atau instingtif belaka? 
  Benar bahwa moralitas bergeser, tapi ini masalah kuantifikasi saja kan? Benar 
bahwa koruptor jalan terus tetapi yg teriak korupsi itu jahat kan juga selalu 
ada? Lalu mengenai kesadaran diri, saya kira yg dihadapi manusia modern adalah 
keterpecahan, kalau menurut teori kritis akibat "kolonisasi" rasio instrumental 
(rasio teknologis) ke wilayah dunia-kehidupan. Semua dialami secara mekanistis 
belaka, manusia hanya bagian dari sekrup kecil sebuah mesin raksasa bernama 
kehidupan teknologis.
  Maka dlm istilah saya, kesadaran diri itu tercabik-cabik, tidak utuh. Nah 
refleksi filosofis ingin menemukan apa dan mengapanya, bukan bagaimana menurut 
pola ilmu kepribadian 'how to".
  Heidegger benar ketika mengatakan manusia lupa-akan-ada, terlalu metafisik 
dan melupakan eksistensinya sendiri, manusia menyejarah yg terlempar ke dunia 
ini. Justru kemewaktuan menuntut sadar-diri, bagaimana kita mengerti dan 
mengambil jarak dari keramaian, menghindari "kerumunan dangkal".
  Di sini juga ada pretensi pengamat. Anda atau Heidegger melihat manusia 
sebagai sistem dan Anda di luarnya, tidak melibatinya. Mungkin dalam kesadarn 
diri yg terkoyak ini justru ditegaskan eksistensi manusia, mewaktu, menyejarah, 
intersubjektif, bla..bla...
   
  Pras

non_sisca <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          
Halo, ....

Kalau mau dikaitkan dengan moral dan kesadaran diri, menurut saya 
sih, sudah kurang tepat, karena telah terjadi pergeseran dan 
pengikisan moral dan kesadaran diri habis2an. 

Zaman sekarang yang ditandai dengan hilang nya realitas yang 
sebenarnya, menyebabkan orang tidak tahu lagi yang mana nilai moral 
dan kesadaran diri yang sebenarnya. Lagipula apa yang disebut dengan 
ukuran moral dan kesadaran diri adalah sangat relatif dewasa ini. 

Barangkali,.......
yang membedakan manusia dan binatang sekarang hanya "Sein Und Zeit" 
yang diperkenalkan oleh Heidegger, tentang kesadaran akan "Ada dan 
Waktu", suatu mistik keseharian dan penghayatan waktu dan 
kemewaktuan. Namun saat ini, tidak sepenuhnya manusia menyadari 
keduanya, dan saat itu lah manusia patut merasakan kecemasan (Angst) 
karena ambang kehilangan manusianya sudah dekat, 
huaaaaaaaaaaa.....siap-siap, siap-siap......




         

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke