Saya masih ebih menghargai Aksay Fortisimo yang kacau-balau tapi masih punya 
argumen dan gagasan, daripada si Achamd Jauzi ini yang tak punya pemikiran 
apa-apa tapi asal njeplak aja.
 
Mirip kaya kelakuan penabur ranjau paku di jalanan: kerjanya ngumpet, 
sekali-sekali nongol buat nebar ranjau, tapi sebetulnya hakikatnya sama dengan 
sampah.
 
Ada pendapat, Jauzi? Atu cuma sanggup bikin pernyataan tak mutu yang one-liner 
doang?
 
manneke

--- On Fri, 11/13/09, Achmad Jauzi <[email protected]> wrote:


From: Achmad Jauzi <[email protected]>
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Korupsi adlh "Agama" diindonesia
To: [email protected]
Received: Friday, November 13, 2009, 5:41 AM


 



anda berdua perang kesombongan saja...

--- On Thu, 11/12/09, aksay fortisimo <akhyar_diansyah@ yahoo.co. id> wrote:

From: aksay fortisimo <akhyar_diansyah@ yahoo.co. id>
Subject: [Forum-Pembaca- KOMPAS] Re: Korupsi adlh "Agama" diindonesia
To: Forum-Pembaca- kom...@yahoogrou ps.com
Date: Thursday, November 12, 2009, 9:41 PM

 

@Manneke..,wah. .anda tidak hanya awam hukum,tp jg tidak beretika!.

Hanya krn sso berbeda pendapat dgn anda so..anda menganggap saya sbg 
intel,antek koruptor dsb.

Sebenarnya saya meles ngeladeni orang spt anda,yg tdk tahu apa-apa,anda bukan 
level saya bung!.

tp biarlah..saya turunkan derajat saya untuk mnjelaskan sdikit ttg korupsi dlm 
hubungannya masalah pembuktian bibit-candra.

Korupsi adlh kejahatan kerah putih,krn dilakukan oleh orang2 "pintar".Sebagai 
kejahatan luar biasa..mk perlu penanganan yg luar biasa pula.

Jika mengharapkan BUKTI MUTLAK (foto-foto penyerahan uang,bukti transfer 
rekening,dan disaksikan dihadapan aparat berwenang)sbgai prasyarat utk diajukan 
kasus bibit-candra ke pengadilan.. adlh MUSTAHIL!.

Cukup dgn bukti kuat spt karcis parkir,list telpon ari muladi ke oknum kpk 
(bibit-candra) sudah yg merupakan BUKTI KUAT utk diajukan ke pengadilan. 
Persoalan apkh ini dapat diterima oleh pengadilan.. bersalah/ tidak adlh urusan 
lain.Sebenarnya polri bisa saja membuka fakta & bukti lebih ke masyarakat 
sebelum diajukan ke kejaksaan / pengadilan utk meredam emosi masyrkat awam spt 
anda!, tp buat apaa..? krn ini hanya mengganggu proses penyidikan & 
penyelidikan.

Dan stlh di buka fakta&bukti tsb meskipun belum sampai kepengadilan? ..apkh 
akan meredam emosi masyarakat dodol spt anda? Jawabnya TIDAK!, krn kalian 
trlalu awam untuk diyakinkan dgn fakta & bukti baru.

Meskipun disodorkan bukti & fakta baru yg lebih kuat,yg membuat para pakar 
hukum & pengacaranya terhenyak dan terdiam.,apkh akan membuat anda 
mengerti?.krn anda trlalu awam mk..seberapapun bukti yg dsodorkan tidak akan 
membuat anda paham!,krn dlm pikiran anda yg ada hanya:"MEskipun terbukti 
bersalah..selamatka n Bibit-Chandraaaa. .!,salah ataupun benar!

Sekali lagi Bung Manneke..,jk anda orang awam & tidak ngerti persoalan yg 
sebenarnya.. ,jgn membuat statemen2 yg menyesatkan ya??

Bagi sesama awam..anda telah menyesatkan! , tp bagi orang yg "ngerti/linuwih" 
spt saya? anda akan dtertawakan! he..he..he.

Terimakasih

Kirim email ke