Saya setuju pandangan saudara-saudara, memang organisasi mesti cukup flexibel.  
Artinya perubahan atau reorganisasi itu perlu, jika organisasi tidak pengin 
mati atau out of date.  Masalahnya sekarang, apakah reorganisasi yang dilakukan 
sudah tepat dengan kebutuhan ? Atau hanya keingingan dan perenungan beberapa 
orang berdasarkan sejumlah penerawangan?  Sehingga kelenturan organisasi yang 
diinginkan awalnya untuk menjawab tantangan jaman, jadi bermakna lain. Yaitu, 
lentur dan mudah diubah ubah dengan bergantinya pimpinan, atau bahkan 
berubahnya cara berpikir pimpinan.
  Masih ingat ketika Gus Dur memegang kendali republik?  Keputusan2 besar hanya 
menggantungkan pada gerakan mood dan bisikan pimpinan, wal hasil  beberapa 
bulan memimpin negri, tingkat parahnya melebihi puluhan tahun rezim sebelumnya. 
 Ini ekstrim lho sbg klise, untuk pcinta Gus Dur jangan tersinggung.  Oke, biar 
netral ibu ambil aja peribahasa yang udah umum, " ganti pimpinan ganti 
kebijakan".  Apakah perubahan macam begini diinginkan DJPBN?
  Menurut hemat saya, DJPBN perlu membentuk satu Direktorat baru yaitu 
Direktorat Penelitian dan Pengembangan Perbendaharaan Negara.  Sebagai unit 
fungsional dan hanya ada di pusat.  Tugasnya melakukan survey internal :  
terhadap SDM dan kelayakan organisasi,  survey external: terhadap elemen yang 
beririsan dg bidang kerja DJPBN.
  Saya ambil contoh, tindakan penggabungan BAKUN dan DJA ==> DJPBN apakah 
melalui pendalaman data yang valid,  yang mempertimbangkan psikologis pegawai 
klaster tertentu? Misalnya klaster kepala seksi hubungannya dengan kepangkatan? 
Perilaku kerja dll
  kedua, pembentukan KPPN Percontohan, sudah dipikirkankah job dan psikologi 
separo lebih pegawai KPPN yang pindah ke Kanwil.  Apakah ini bukan masalah 
baru?  Apakah pimpinan tidak merasa ini masalah karena sistem org kita linier, 
Top down? 
  Apa dan siapa yang bisa menghambat dan membatasi pimpinan untuk tidak 
mengambil keputusan salah atau ngawur?  Nah, bukankah akan lebih cantik jika 
semu keputusan itu berdasarkan survey dan data dari Direktorat Litbang tadi.  
Pada Prakteknya Proses survey tentu melibatkan Bagian Pengembangan Pegawai dan 
Organta.  Dan perubahan organisasi benar-benar didasarkan perubahan fakta dan 
realitas lapangan, bukan keinginan apalagi kepentingan...........

       
---------------------------------
Be a better Globetrotter. Get better travel answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke