hem....tampaknya Ditjen kita emang sedang dalam taraf metamorfosa atau bisa jadi lagi memcari jati diri dikarenakan usianya yang tergolong relatif masih muda meski dengan personal lama, tapi apa memang benar-benar urgent untuk melakukan perubahan nama? karena isuue yang berkembang sepertinya namalah yang selalu diusung sebagai label perubahan, tapi kebijakan apa sudah berubah secara signifikan? mungkin ada baiknya pelan-pelan menata dulu organisasi ini daripada sibuk mencari nama baru, coz nama baru belum tentu menyelesaikan masalah yang menyelesaikan masalah adalah duduk bersama-sama mencari solusi. maaf nih dikit esmosi mumpung masih lebaran maaf lahir batin buat miliser
--- In [email protected], Goodman_neverdies <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Ada yg saya rasa lucu dg wacana reog jilid 3. Entah > kok kebetulan atau apa,? > tetapi dalam suasana lebaran ini apakah organisasi > kita juga harus ganti b? > aju baru lagi. Rasanya baju lama (kppn, > perbendaharaan) masih layak kita p? > akai. Memang fungsi ordonansering (kebendaharaan) > sudah berpindah. Tapi b? > ukan berarti kita segampang itu ganti nama! Ingat > pelaksanaan anggaran masi?
