Saya setuju juga bila setiap unit eselon I ( baca: DJPBN ) memiliki
Bagian Penelitian dan Pengembangan guna meneliti kebijakan yang telah dan akan
diambil sehingga keputusan yang diambil merupakan buah kajian serius.
Selama ini ( maaf bu ) hampir semua kebijakan yang diambil oleh
pimpinan terkesan kejar tayang, dan hasilnya berkualitas rendah , atau
pengambil kebijakan keliru menterjemahkan keinginan pimpinan di atasnya, ibarat
seorang anak kecil disuruh orang tuanya ke tempat pamannya , belum dijelaskan
maksud dan tujuannya sudah berangkat pergi sebelum mendengarkan perintah
sebenarnya ( misinya ) sehingga setelah sampai di rumah paman , dia bingung mau
bilang apa ........ ? ha...haa...ha
Untuk itu sebaiknya , semua kebijakan hendaknya melalui proses
pengkajian dan penelitian , sehingga hasilnya maksimal dan tidak berubah-ubah.
Saya sendiri angkatan lama , mungkin tak terhingga perubahan yang
pernah saya alami dan yang lebih tragis , kebijakan yang keluar mesti
meresahkan pegawai level bawah.Ada rumor kebanyakan pegawai lah..... pegawai
SDM nya rendah .. lah , .... padahal pada saat yang lampau ijin sekolah atas
inisiatif sendir selalu dihambat, setelah lulus dihambat lagi penyesuaian
ijasahnya , IIb 2 tahun , II d 2 tahun II c 2 tahun ..................... dan
seterusnya.
Oleh karena itu saya sangat setuju pendapat Ibu bahwa DJPBN mesti harus
dibentuk Badan Penelitian dan Pengembangan independen demi perkembangan ke
depan dan usul saya janganlah menciptakan istilah reorganisasi berjilid, sebab
terkesan DJPBN labil dalam mengambil kebijakan ( mungkin saya salah Bu )
Selamat Idul Fitri Mohon Maaf Lahir dan Batin
( Salam dari Lereng Gunung Ungaran )
----- Original Message ----
From: ANANDY RUSTANTI <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Sunday, October 14, 2007 9:18:16 PM
Subject: [Forum Prima] Reorganisasi Jilid Tiga Ditjen PBN-Perlu ada Direktorat
LitBang Ditjen PBN
Saya setuju pandangan saudara-saudara, memang organisasi mesti
cukup flexibel. Artinya perubahan atau reorganisasi itu perlu, jika organisasi
tidak pengin mati atau out of date. Masalahnya sekarang, apakah reorganisasi
yang dilakukan sudah tepat dengan kebutuhan ? Atau hanya keingingan dan
perenungan beberapa orang berdasarkan sejumlah penerawangan? Sehingga
kelenturan organisasi yang diinginkan awalnya untuk menjawab tantangan jaman,
jadi bermakna lain. Yaitu, lentur dan mudah diubah ubah dengan bergantinya
pimpinan, atau bahkan berubahnya cara berpikir pimpinan.
Masih ingat ketika Gus Dur memegang kendali republik? Keputusan