Ah, sekedar saran tambahan saja, boleh kan??? Kembali menggunakan kacamata "pemain yang minta di transfer"
Memang benar dari apa yang pernah disampaikan akhir-akhir ini, dimana katanya, jika sudah ada "klub" yang mau menampung maka kita akan di lepas, klo belom ya mungkin nanti2 bukan saat ini. Jika memang demikian maka, terima kasih kami kepada DJPBN karena telah memperhatikan itu.... Lalu mungkin ada sedikit permasalahan yang timbul, yakni, bagaimana seorang "pemain" bisa tahu klo ada klub yang bersedia menampung dia??? Sementara kabar peminatan sebuah "klub" tidak pernah sampai ke telinga "pemain", bahkan sang "pemain" cuma berdasarkan katanya, "hei katanya "klub" itu lagi minat menarik "pemain tuch". Nah, kembali ke persoalan tadi, bagaimana cara si "pemain" bisa mengetahui bahwa dia di terima di "klub" baru-nya?? Sementara dia tidak ada dasar untuk mengajukan secara hierarkis, karena masalah jaminan tempat tadi. Apakah kita harus bersurat ke tempat yang kita tuju?? Ataukah seperti apa?? Kembali ke permasalahan perampingan DJPBN tercinta kita ini, memang bisa di bilang Surat itu sedikit banyak mempengaruhi masalah "obesitas" DJPBN, yang katanya ingin mengurangi bobot-nya dari 12.000 menjadi 5.000 jiwa. Sementara, saat ini, mungkin baru turun bobot-nya sekitar 1.000 - 1.500 jiwa (maaf gak tahu angka pasti-nya), lalu bagaimana dengan sisa sekitar 5.000 - 6.000 jiwa yang mau di rampingkan. Katanya mau merampingkan, kok malah jadi sedikit di hambat?? (bukan bermaksud flamming) Jika yang bersedia, rela untuk di buang dari DJPBN saja di hambat, bagaimana proses perampingan kita ini, bisa2 malah gak ramping2, huehuehuehueue...... Bagi kawan2 yang ingin tetap pindah, silahkan maju, dengan cara yang hierarkis, jangan ragu dan takut untuk melangkah, mari melangkahlah bersama-sama, apakah reaksi yang akan kita dapatkan. Akankah reaksi yang kita dapatkan nanti-nya reaksi yang mendukung "Perampingan" atau- kah reaksi "Penolakan". Jika belum di coba, kita belum tahu apa jadinya kan?? (mohon jangan disamakan dengan pengalaman kematian) Akhir kata, sebenarnya ada gak sich jaminan akan di-lolos-butuh-kan bagi mereka yang ingin pindah demi men-sukses-kan program perampingan ini, toh mereka yang ingin pindah juga akan membantu rekan-rekannya yang bertahan. Dengan cara mereka keluar, maka wacana penambahan "vitamin" buat rekan-rekannya akan semakin mendekati kenyataan, Bukan Begitu Bukan??? Wassalam.... :D --- In [email protected], jamur_kuping <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > tetapi, konsideran seperti usul mas dodi, itu kan tidak mungkin dicantumkan.. > apa harus seperti itu ? > lha nafas dan wujud dari surat itu sudah jelas kok, masalah penegakan > etika birokrasi dan tertib administrasi kok. > mal
