Gw juga urun rembug ya boleh kan!!!!!
saya setuju dengan pendapat mas max_decas, tujuan surat djpb
dimaksud agar tertib administrasi kepegawaian dari kantor ybs, dari
pengalaman yg sudah berjalan dimulai dengan start dja berdiri
sendiri sehingga organisasi kita yg besar ini menjadi djpb, banyak
temen2 pindah tanpa prosedur yg demikian dan ga ada klub menawarkan
diri, tentunya tidak begitu kalau organisasi itu yg baik dan
seandainya organisasi dimaksud kekurangan pemain ya diusulkan ke yg
lebih tinggi dan dirapatkan bersama dengan antar eselon I dengan
masing2 eselon I yg butuh pemain sekian regu dengan kreteria
demikian, nah hal itu pasti rata dan sebagai organisasi yg kebagian
kelebihan pemain dapat mempertimbangkan untuk berlanjut mendaftarkan
pemain2 yg sesuai dengan kreteria dimaksud oleh organisasi yg
membutuhkan pemain itu. Selama ini banyak2 temen2 pindah klub enak
sekali jalurnya yaitu dengan jalur perkoncoan dan tidak ada kreteria
apapun, sedangkan pemain yg tuwek2 yg ada dan elek2 ini merasa ga
bisa mengikuti pemain lainnya, la wong lari saja sudah ga kuat
ndelawat kayak dulu. Nah ini lah yg perlu dipikirkan kemana pemain
tuwek2 ini??? pada hal bisa main dilapangan. Memang pemain tuwek2
ini pengalamannya banyak,tapi banyak juga yg GAPTEK maklum beliau2
ini lahir sebelum ada teknologi. Bagi pemain yg masih muda dan
energik tendangannya bagus,larinya bagus,tapi kadangkala sepak
terjannya kurang cantik yaitu tadi timbul perkoncoan yg sangat
kental.demikian mas ulasan saya dan jangan dimasukkan dalam hati hal
ini sekedar mengisi waktu saja,trims