Assalam'mualaikum Wr.Wb.

Sekedar nambahin yang ditambahin pa Subasita,

Perdirjan PB No. 73 telah ditetapkan/diputuskan. Kita-kita orang 
cuma "syami'na wa atho'na" (maaf kalo salah tulis) artinya saya 
dengar saya patuhi. Kalo Pimpinan sudah menetapkan ya harus 
dilaksanakan, ga perlu lagi didiskusikan... ini kewenangan 
ordonateur-lah... kewenangan KPA-lah..., ngabisin energi aja.

Dalam pelaksanaannya, KPPN sebagai KBUN kan harus tahu bahwa 
pekerjaan itu per 14 Des sudah 100% atau belum. Kalo sudah 100% kan 
ga perlu jaminan bank untuk pembayaran, tapi hanya fotocopy jaminan 
bank untuk retensi (pemeliharaan). Kalo belum 100% artinya 100%-nya 
setelah tgl. 14 Des, pembayarannya harus dijamin bank, malah aslinya 
harus disimpan KPPN, andai terjadi wan prestasi bisa ngeklaim gitu 
loh.

Yang jadi masalah, bagaimana KPPN tau kalo pekerjaan itu per 14 Des 
sudah 100% atau belum. Minta lampiran BA Penyelesaian pekerjaan ga 
diatur di Perdirjen PB 66, UU 1/2004 juga menyebut meneliti 
kelengkapan dokumen.

Mungkin tindakan yang dilakukan, entah salah entah benar, KPPN 
selaku KBUN bikin surat ke Satker bahwa untuk pekerjaan kontraktual 
harus dilampiri pernyataan bahwa pekerjaan itu telah 100% sesuai BA 
Penyelesaian Pekerjaan No sekian tanggal sekian.

Mohon tanggapan pa Subasita.

Wassalam'mualaikum Wr.Wb.


Putra Gunung,

Agung_Sayuta



> Assalamualaikum wr wb,
> 
> Sekedar nambahin, langkah2 akhir tahun 2007, terutama
> terkait soal jaminan bank yg di simpan oleh KPPN,
> untuk pekerjaan yg selesai diatas tgl 14 desember
> 2007.
> 
> Tahun anggaran dimulai dari tgl 1 Januari s/d 31
> Desember 2007, artinya boleh suatu kontrak pekerjaan
> berakhir   s/d 31 Desember 2007. Tetapi DJPBN sudah
> menyetop untuk menerima SPM LS paling lambat 14
> Desember 2007, oleh karena itu untuk memenuhi hak2
> tadi, DJPBN ( baca Bendahara Umum Negara/Kuasa BUN)
> memberikan dispensasi untuk melakukan pembayaran lebih
> dahulu sebelum waktu jatuh hak tiba. 
> Namun karena dispensasi tadi harus benar2 aman maka
> diperlukan penjaminan berupa bank garansi yg harus
> dipegang oleh BUN/Kuasa BUN. Apabila ternyata dalam
> waktu 5 hari kerja setelah kontrak berakhir,
> Kontraktor ternyata tidak bisa menyelesaikan
> kontraknya, KPPN dapat langsung mencairkan Bank
> Garansi, sehingga negara tidak akan dirugikan.
> Pertimbangannya antara lain, agar tidak ada lagi BAPP
> yg bersifat fiktif.  BAPP sudah 100%,  nyatanya
> pekerjaan belum selesai.  
> 
> Jaminan Bank harus benar-benar aseli dan berasal dari
> Bank, bukan dari asuransi atau lembaga keuangan non
> bank lainnya. Untuk itu KPPN perlu mengecek Jaminan
> Bank kepada penerbitnya dan memastikan tidak "bodong"
> Trimakasih.
> 
> wassalam,
> Subasita
> 
> 
> --- Ary Nugroho <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > Sekedar urun rembug, dalam hal jaminan bank pada
> > langkah-langkah akhir
>


Kirim email ke