Mengapa mesti malu untuk berpendapat mas. Kalau menurut saya pribadi pendidikan itu adalah investasi yang paling utama dan berharga. Memang pendidikan itu mahal. Dan tentunya Ditjen PBN harus mau membayar mahal untuk investasi pendidikan tersebut. Tentunya harus berani membayar lebih para pegawainya yang berkuliah dengan tujuan memperbaiki instansi kita tercinta ini. Tidak melulu peraturan yang berlaku saat ini adalah yang terbaik. Bagi saya pribadi malah seharusnya para pegawai tugas belajar diberi tunjangan 100%. Pekerjaan dan tanggung jawab mereka lebih berat dibanding pegawai-pegawai nganggur di Ditjen PBN yang berserakan di Kanwil dan di beri grade sedang atau tertinggi. Sekali lagi harus diingat bahwa Ditjen PBN berinvestasi dengan mengirimkan mereka untuk belajar dan akan memetik keuntungannya dimasa mendatang. Ingat investasi harus berani mahal.
Mengenai lain Pati, Lain Semarang memang keduanya berbeda. Dulu (sebelum reformasi birokrasi) dengan sekarang memang amatlah berbeda kondisinya. Sekarang kita sedang mencoba berlaku jujur meskipun memang kelihatan begitu banyak pengorbanan (salah satunya BIAYA.). Berbeda dengan jaman korup dulu yang kelihatan nyaman dan hemat tetapi berbiaya tinggi namun tidak kelihatan. Kalau memang mau maju( baca: berubah) memang harus berani berkorban/berinvestasi untuk pendidikan. Hargailah orang-orang yang berjuang memperbaiki instansi ini melalui pendidikan. Kaluau masih bermental nelongso kapan mau majunya. Kita kan ga hidup di jaman kolonial. Sekali lagi Ilmu itu mahal dan orang-orang yang berjuang untuk ilmu patut dihargai lebih... Maaf klo ada yang salah.
