Mungkin sebelum kita akhiri topik ini, ada satu hal
yang sebenarnya saya lemparkan dalam tulisan pertama
saya terkait dengan topik ini. Yaitu ketika seorang
bendahara yang harus membawa uangnya beratus-ratus km
untuk mencari bank persepsi yang sudah mengadopsi MPN,
guna menyetorkan pajak. Krn sistem kita saat ini tidak
memberi alternatif. Dan saat ini sistem ini masih
sangat merepotkan dan berisiko, bagi daerah remote
areas.

Kedepan, dan pasti masa itu akan datang, E-Payment hrs
segera menjadi opsi dari sistem pembayaran pemerintah
baik itu menyangkut untuk penerimaan  maupun
pengeluaran negara. Pemikiran ini di dasari pada
kemajuan tehnologi komunikasi dan informasi yang
demikian pesat mengalahkan bidang-bidang transporatsi
dan bidang lainnya. (yang mungkin pembangunannya jauh
akan lebih mahal, dan tidak terbangun-bangun.

E payment yg di kembangkan ini memungkinkan stiap
pemangku hak/kewajiban yang berada di remote areas
tidak perlu datang ke Kantor2 bayar/penerimaan
pembayaran. Baik untuk menerima hak maupun menyetor
kewajibannya.
Tentu saja perangkat hukum keuangan negara untuk ini(
cyber law ) sudah harus di siapkaan,mencakup sistem,
prosedur,pertanggung jawaban, security systems 
terkait dg e payment untuk penerimaan dan pengeluaran
APBN, telah disiapkan dan terbangun. Sehingga impian
pak Nano untuk menggunakan SMS, sbg cara yang paling
mudah, dsb dapat terwujud. Apa yang tidak mungkin???
Walau saat ini masih sebatas mimpi.

Subasita. 


 
--- NANO SUHASNO <[EMAIL PROTECTED]> menulis:

> Assalamu'laikum wr. wb;
> &nbsp;
> Memang demikian seperti yang diungkapkan p.
> Subasita, cukup prihatin rasanya, belum lama ini
> dalam rapat evaluasi Pemda Prov.Kalteng atas hasil
> Musrenbangnas, ternyata banyak yang harus
> disesuaikan lagi baik desighn maupun perhitungannya
> untuk bidang Infrastruktur, apa yang diusulkan tidak
> semua disetujui dengan alasan dana RAPBN 2009
>> Salam
> &nbsp;
> 
> --- On Wed, 6/11/08, suba sita
> &lt;[EMAIL PROTECTED]&gt; wrote:
> 
> From: suba sita &lt;[EMAIL PROTECTED]&gt;
> Subject: Balasan: [Forum Prima] Perjalanan panjang
> di tengah miskinnya infrasturktur (klarifikasi)
> To: [email protected]
> Date: Wednesday, June 11, 2008, 7:26 PM
> 
> 
> Perlu kiranya saya klarifikasi postingan saya
> sebelumnya, sbb :
> 
> Saya ingin menggambarkan betapa masih minimnya
> infrastruktur di Provinsi Kalteng. Ini tentu kontras
> dengan daerah lain yang sudah lebih maju. Ini
> merupakan suatu ironi, ketika dilihat dalam
> kenyataan
> Kalimantan kaya akan SDA. 
> 
> Beberapa faktor penyebab, kemungkinan : wilayah yg
> sangat luas, kondisi geografis di dominasi sungai2
> besar, bergambut dan berawa. Ini memerlukan
> investasi
> yang besar untuk membangun infrastruktur (khususnya
> di
> bidang perhubungan darat).Transportasi sungai yg
> secara tradisi menjadi andalan untuk mobilisasi
> barang
> dan jasa, saat ini ternyata banyak mengalami
> kendala.
> > Proyek Jalan Trans Kalimantan yg merupakan proy
> Pusat,
> yang di canangkan puluhan tahun yang lalu dan
> menghubungkan 4 propinsi di Kalimantan, hingga kini
> belum benar2 terwujud. Kondisinya di beberapa ruas
> sangat menyedihkan. Jembatan2 yg strategis dgn
> bentangan yang panjang umumnya belum tersedia.
> Sarana komunikasi kelihatannya, di setiap ibukota
> kecamatan sudah terbangun BTS untuk telepon selular.
> Akan tetapi kecamatan di Kalimantan ini luas
> wilayahnya bisa beberapa kabupaten di Jawa bahkan
> bisa
> lebih luas dari propinsi di P Jawa (Banten, DKI,
> Yogyakarta). Dengan kata lain layanan ini juga masih
> terbatas. 
> 
>
> > 
> === message truncated ===



      Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang 
juga.
http://id.toolbar.yahoo.com/

Kirim email ke