"subasusal3" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Saya membayangkan betapa sulitnya dan penuh dengan risiko, ketika 
para bendahara mau menyetor penerimaan negara ke Bank-Bank Persepsi 
yang mutlak harus menggunakan sistem MPN. Sistem tunggal yang saat 
ini di berlakukan. Mereka harus menempuh jarak ratusan kilometer, 
dalam kondisi infrastruktur yang menyedihkan dan risiko tentu 
keamanan. 


ESN:

saya ingat sekali karena kebetulan saya mengikuti diklat MPN angkatan
3 di jakarta, desember 2006, pada saat itu rekan-rekan dari kppn lain
yang saya rasa jauh dan cukup sulit dari segi transportasi
menyampaikan apakah MPN ini bisa benar2 diterapkan dengan baik?
mengingat jarak bank dan kondisi geografis daerah mereka, tapi
toh...tetap saja sistem ini berjalan, bapak yang memandu kami (kalau
tidak salah beliau sudah pindah ke DJKN) hanya menyampaikan bahwa
sistem ini sudah disosialisasikan kepada bank dan telah di ujicoba,
dan mengatakan supaya tidak terlalu khawatir

tapi sampai sekarang sistem MPN masih saja terseok-seok, contohnya di
serui ada penerimaan pajak yang pada saat ini belum bisa disetor
karena npwp yang tidak terdaftar (pada kpp timika), masalah ini sudah
diadukan ke KP4 setempat, KPP timika, kanwil pajak dari tahun 2007
tapi sampai sekarang masalah tersebut masih saja ada, bagaimana bisa
selesai dengan cepat jika letak KPPN dan KPP sangat jauh dan sulit
dijangkau, WP disinipun tidak bisa mengakses dengan cepat npwp mereka,
bicara internet, di serui cuma ada 1 warnet :)



Kirim email ke