Apa yang dikatakan pak JK, itu sebenarnya suatu pujian, akan perkembangan LKPP, 
yang ketika baru saja jadi Wapres memang LKPP belum ada. Sebagai flashback 
ketika itu mengibaratkan laporan keuangan yang diminta tidak ada bedanya dengan 
laporan toko.Setelah waktu berjalan, LKPP yang baru 4 kali ternyata telah 
membawa kemajuan yang luar biasa signifikan. Dari sekitar 70 an K/L, ada 14 K/L 
yang memperoleh predikat WTP. Tetapi di ingatkan pula kalau LKPP K/L masih 
amburadul. Bagaimana LKPP yg merupakan tg jawab presiden dan disusun oleh 
Menkeu (yang notabene asalnya dari LKPP K/L) bisa baik. 

Aku kira ini memang perjuangan yang berat krna "dari sesuatu yang tiada menjadi 
ada"
Menteri Keu, dalam siaran persnya juga meminta kepada BPK untuk mengapresiasi 
apa yang sudah dulakukan pemerintah dalam beberapa tahun terakhir ini. Dengan 
mengibaratkan agar BPK mengapresiasi gelas yang sudah terisi, bukan bagian 
gelas yang masih kosong. Karena disadari memang untuk sempurnya LKPP memerlukan 
proses waktu yang panjang.
Jadi aku kira betul bahwa pada tahun 2004, kita belum punya LKPP. Tapi baru 
tahun 2005 LKPP 2004 tersusun spt analisis bung cool cash. Terimakasih. 
R Petite Garson

--- On Mon, 21/7/08, Noeh Cool Cash <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> From: Noeh Cool Cash <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: [Forum Prima] Kronologi Pelemparan Laporan oleh Pak JK.  Re: LKPP 
> pernah dilempar JK?
> To: [email protected]
> Date: Monday, 21 July, 2008, 9:59 PM
> Sekembalinya KK kami dari Rakernas kemaren, beliau membawa
> oleh-oleh
> cerita tentang orasi Pak JK yg mengatakan pernah melampar
> laporan yang
> dibawa oleh Pak Yusuf Anwar dan Pak JK
> Pak JK bercerita:
> Beberapa hari setelah Pak JK dilantik menjadi Wapres RI,
> beliau
> memanggil Menkeu dan Dirjen Perbendaharaan untuk mengetahui
> berapa
> kekeyaan negara kita.
> Setelah melihat laporan yg dibawa, Pak JK marah, karena
> laporan tsb
> tidak beda jauh dengan pembukuan toko.
> Kemudian Pak JK menyatakan bahwa sistem pelaporan sekarang
> sudah lebih
> baik dari waktu2 sebelumnya.
> 
> Analisis saya:
> Pak JK terpilih menjdai wapres dari pemilu langsung dan
> dilantik pada
> tahun 2004. Saat itu reformasi keuangan negara baru
> berjalan 1/2
> tahun, yang notabene belum disusun LKPP (LKPP pertama kali
> disusun
> untuk periode anggaran th 2004, yang artinya disusun
> setelah periode
> anggaran 2004 berakhir, yaitu th 2005). Nah, laporan yang
> dibawa Pak
> Mulia saat itu berarti laporan yang masih menggunakan
> metode single
> entry dengan basis kas, yang memang lazim digunakan oleh
> pemilik toko
> dalam membukukan transaksinya.
> 
> Sudah sering saya utarakan di sini bahwa LKPP saat ini
> walaupun masih
> banyak kekurangan, namun sudah jauh lebih baik daripada
> sebelum
> reformasi Keu.Negara. Saya kira Pak JK sudah cukup
> mengapresiasi
> pencapaian ini meski LKPP masih mendapat opini disclaimer
> dari BPK.
> 
> Itu saja pendapat saya
> Wassalam
> 
> 
> 
> --- In [email protected], suba sita
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Seingat saya, yang di lempar oleh pak JK itu bukan LKPP,
> tetapi
> laporan lain yang menggambarkan keadaan uang kita yang ada
> di BUN.
> Kebetulan yang diberikan pada waktu itu ada kesalahan
> fatal. jadi
> beliau marah besar pada waktu itu. menteri Keuangan pada
> waktu itu Bpk
> Jusuf Anwar. DJ Perbendaharaan pak Mulia P Nasution. Pak Jk
> menceritakan ini ketika beliau baru beberapa hari dilantik
> jadi
> Wapres. Belaiau kepingin tahu berapa sih negara ini punya
> uang dalam
> koceknya. Wartawan salah kutip, beliau menyampaikan ini
> denag santai
> dan banyak tertawa. Kedepan diharapkan LKPP semakin baik
> dan
> berkualitas. Tapi tentu hal ini juga sangat


      __________________________________________________________
Not happy with your email address?.
Get the one you really want - millions of new email addresses available now at 
Yahoo! http://uk.docs.yahoo.com/ymail/new.html

Kirim email ke