On Mon, 18 Sep 2000, I Made Wiryana wrote:

>> subjektif demi kepentingannya sendiri. Kalau hanya karena tidak ada
source
>> code maka akademisi merasa dirugikan, alangkah "sederhana"nya pola pikir
>> akademisi kita.
>
>Bukan maslaah ada atau tidak adanya source code.  Itu adalah salah satu
>faktor.  Mengapa rugi
>
>1. Kita tidak bisa melakukan auditing secara menyeluruh (saya kurang tahu,
>
>2. Mahasiswa kita sulit mempelajari internal proses.  Di negara speerti
>
>Jadi jelas keberadaan source code ini penting sekali bagi universitas.
>Atau mungkin saya yang terlalu sederhana pikirannya.  Tapi itu tadi adalah

Kalau melihat penjelasan di atas, intinya akademi tetap menuntut adanya
source code. Saya ingin mengajak melihat dari sisi lain, tidak hanya dari
sudut pandang akademi saja. Katakanlah dari sisi developernya sendiri. Di
sini terkait adanya Hak Cipta, HAKI, Hak Patent, dll. Walaupun sudah
disediakan sarana semacam Perjanjian Kerjasama tentang Kerahasian Produk,
toh belum semua developer mau membuka source code-nya (setidaknya sampai
saat ini). Tentunya hal ini di luar jangkauan akademi. Akademi tidak bisa
memaksa developer untuk menyerahkan source code-nya.
Nah, dengan tidak tersedianya source code ini, apakah akademi akan apriori
terhadap software yang bersifat close tersebut, karena akan mempersulit
audit/studi (sebaiknya dibedakan antara tujuan evaluasi dan
studi/development) mereka? Saya harap tidak. Dengan metoda lain, studi dan
audit tetap bisa dilakukan.
Dengan tidak adanya source code ini, barangkali justru merangsang
kreativitas mereka. Jadi sebaiknya tidak cepat-cepat membuat statement
"merugikan"
(dan jangan patah semangat tentunya) kalau tidak tersedia source code-nya.
Kepentingan pihak lain mau tidak mau harus tetap menjadi kosiderasi, dan
dalam banyak hal justru di luar wewenang kita.

>> korelasi antara open source dengan kualitas/kemampuan suatu Sistem
Operasi.
>
>Schneier, Open Source memang belum "menjamin" kualitas tinggi, Tapi
>memungkinkan kualitas tinggi dapat tercapai lebih mudah.  Mungkin yang
>
>Karena Open Source mendorong ke praktek penulisan yang hati-hati (seperti
>dalam mekanisme Extreme Programming), cenderung modular (karena tidak
>dikerjakan oleh 1 team) dan juga evaluasi secara detail.
>
Source code memang akan membantu dalam mengevaluasi software, dan juga
memudahkan improvement. Tapi kriteria pemilihan Sistem Operasi yang baik,
tentunya tidak semata-mata berdasarkan source code saja. Yang tidak kalah
penting justru "Basic Function/Feature" yang di-support-nya. Misalnya sistem
A tidak
support USB dan IR sedangkan sistem B support keduanya. Dari contoh
sederhana ini, jelas sistem B mempunyai keunggulan dibanding sistem A,
terlepas dari ada tidaknya source code.

>Sebetulnya kalau kita mau menganalisis "kualitas produk" atau kualitas
>process dari pengembangan software kita kan memanfaatkan metric proses dan
>metric produk.
>
>Nah yang membuat Open Souce membuat publik lebih mudah menguji
>"metric-metric" itu karena  ketersediaan informasi tersebut. (jumlah bug
>yang direportjelas).  Sehingga publik dapat mengikuti dengan jelas dan
>menilai sendiri kualitas dari softwar tersebtu.  Sebagai contoh anda bisa
>
Kalau kita melihat "kualitas" Sistem Operasi dalam skala yang lebih utuh,
tentunya bukan semata-mata besaran metriknya saja yang harus dievaluasi.
Kriteria lain yang perlu dievaluasi adalah, a.l:
-Kelengkapan fitur
-Teknologi yang menunjangnya
-Running Test
-Loading Test
-Live Test
-dll

>Kalau Closed Source bagaimana kita mengetahuinya ?
>
Kalau melihat kriteria secara menyeluruh, sebenarnya banyak juga evaluasi
yang tidak memerlukan source code. Kualitas adalah "overall performance"
dari semua kriteria.

Ada beberapa metoda evaluasi yang barangkali bisa diterapkan jika tidak ada
source code, a.l: Trial and Error, Simulasi, Empirik, Blackbox.
Memang tidak akan bisa menggantikan semua metrik yang bisa dilakukan dengan
source code.

Di sini saya ingin mengatakan bahwa source code memang penting dalam
melakukan evaluasi, tapi bukan segala-galanya. Tanpa source code tidak
berarti tidak bisa melakukan evaluasi. Tanpa source code tidak berarti
kualitasnya (overall) lebih rendah.

DSU






------------------------------------------------------------------------
Forum Komunikasi Penulis-Pembaca MIKRODATA (FKPPM)

Informasi : http:[EMAIL PROTECTED]
Arsip     : http://www.mail-archive.com/forum%40mikrodata.co.id/
WAP       : http://mikrodata.co.id/wap/index.wml

Milis ini menjadi kontribusi beberapa rubrik yang diasuh tim MIKRODATA.
Termasuk rubrik-rubrik yang ada di media lain.

Memakai, Menyebarluaskan, dan Memperbanyak software bajakan adalah 
tindakan kriminal.

Please check with the latest AVP update before you ask about virus:
ftp://mikrodata.co.id/avirus_&_security/AntiViral_Toolkit_Pro/avp30.zip

Kirim email ke