Assalamu alaikum Wr.Wb. Rekan-rekan milliser yth. Terimakasih atas sumbang saran yang disampaikan perihal pagu minus akibat realisasi sebelum revisi DIPA. Saya juga minta maaf baru dapat menanggapinya hari ini karena 1 minggu kemarin jalur komunikasi di kanwil sedang bermasalah. Dari berbagai saran dan pendapat bagaimana mengatasi masalah pagu minus jujur saja saya belum dapat memilih langkah mana yang paling tepat. Untuk meminta satker menyetor sejumlah pengeluaran yang mengakibatkan pagu minus juga belum menyelesaikan masalah. Seperti yang dikatakan senior saya, Beli Bambang Supriadi yang masih setia dengan forum dan adinda yang sedang serius di Yogya, Dimas Hariyanto, setoran tersebut tidak otomatis mengembalikan pagu ke posisi sebelumnya. Kaidah akuntansi juga belum mengatur hal ini. Dari sisi aplikasi SPM, dapat dikatakan saya kena batunya. Pada awal aplikasi SPM dikembangkan, konsep satu kegiatan atau satu tolok ukur untuk satu SPM justru merupakan konsep pemikiran saya untuk membatasi jumlah baris record pengeluaran per SPM. Tidak terbayangkan bahwa saya akan terbentur sendiri. Padahal, pembahasan untuk meloloskan pemikiran tersebut saat itu (1988-1989), alotnya bukan main. Sambil menunggu keputusan lebih lanjut, kami di Kendari mengatasinya dengan menyarankan kepada satker terkait, menutup pagu yang minus dengan mengajukan permintaan revisi pergeseran pagu kegiatan 0002, mengambil alokasi dana Belanja Barang Sub Kegiatan lain yang berlebih. Mungkin menurut rekan-rekan langkah yang kami tempuh ini aneh. Tapi, itulah keputusan yang diambil. Jika menyangkut revisi DIPA yang terkesan tumpang-tindih, kurang koordinasi dan amburadul sebagaimana dikatakan rekan-rekan milliser, saya jawab �Ya�. Masalah yang melatarbelakangi juga kompleks. Ada pengelola keuangan satker yang terkesan nakal, mengajukan revisi DIPA ke kanwil bersamaan dengan mengajukan realisasi SPM ke KPPN. Ada juga bendahara pengeluaran yang sudah mengingatkan PPK-nya agar tidak merealisasikan dana akun tertentu yang kemungkinan akan dipangkas oleh pusat. Tapi karena hanya pelaksana, ditekan oleh PPK yang katanya sudah cek ke pusat pagu dananya aman, terpaksa bendahara mengalah. Soal data realisasi, kami di Kanwil DJPBN Kendari selalu meneliti terlebih dahulu sebelum revisi pergeseran pagu disetujui. Kami memanfaatkan data dari Bidang AKLAP dan KPPN Pembayar. Untuk kasus yang dialami oleh Kantor Pelabuhan Raha dan beberapa satker lain lingkup Ditjen. Perla, masalahnya memang spesifik. Revisi SRAA yang diterima dari pusat dimaksudkan untuk memperbaiki penggunaan akun yang keliru selain juga pemangkasan alokasi dana pada akun-akun tertentu. Rekan-rekan di KPPN sebetulnya tidak salah menyetujui SPM honor yang dibebankan ke Bel. Barang ini karena SPTB satker tidak menyebut untuk honor. Sementara itu, ada juga Kepala KPPN yang berpendapat mestinya kanwil tidak serta-merta merevisi DIPA atas dasar SRAA tersebut. Apalagi di PMK-46 juga ditegaskan tidak dibenarkan merevisi pagu dana yang sudah direalisasikan. Saya bayangkan jika revisinya ditunda, apa justru tidak membuat pagu minus makin membengkak? Atau lebih parah lagi, realisasi pagu DIPA secara keseluruhan terlampaui karena revisi SRAA yang diterima merupakan pengurangan pagu DIPA. Pengurangannya juga bervariasi. Seperti yang dialami oleh Distrik Navigasi, dalam DIPA awal pagu dananya tercantum 10 milyar. Satker telah merealisasikan sebesar Rp. 200 juta untuk akun Belanja Modal tertentu. Ternyata, akun Belanja Modal yang semula mendapat alokasi pagu Rp. 700 juta ini di DIPA revisi justru disunat habis bahkan pagu DIPA keseluruhan juga tinggal 3 milyar. Kalau DIPA-nya tidak direvisi dan satker mengajukan SPM sebagaimana DIPA awal, apa jadinya dengan realisasinya? Selain itu ada pula revisi SRAA yang kami terima tetapi mengacu kepada DIPA awal walaupun sudah ada revisi yang dilakukan kanwil dan telah dilaporkan. Dalam kasus seperti ini, sepanjang dimungkinkan dan dibenarkan, kami merevisi DIPA satker bersangkutan dengan mempertimbangkan revisi kanwil. Artinya, revisi tidak sepenuhnya sesuai SRAA. Dalam pemikiran saya, revisi yang tumpah-tindih ini mungkin dapat diminimalkan apabila DJPBN telah menerapkan single database. Harus diakui, dari sisi dukungan peralatan dan sistem, DJPBN masih ketinggalan dibandingkan DJP. Saya sempat melihat peralatan komputer yang terpasang di KPP modern, sungguh membuat saya berdecak kagum padahal penggunaannya lebih banyak mendukung kegiatan back-office system. Tampaknya dalam kaitan ini kita masih harus menunggu gebrakan Direktorat Transformasi Perbendaharaan. Nah, itu dulu tanggapan dari saya. Terimakasih, selamat bekerja dan always on track.
Wassalam. Yangkung > > > ____________ _________ _________ _________ _________ >_________ _ >> Dapatkan nama yang Anda sukai! >> Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan >>@rocketmail. com. >> http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ id/ >> >> [Non-text portions of this message have been removed] >> > > ============ ========= ========= ========= ========= >========= ========= ========= ========= ========= >========= ========= ========= ==== > "Flexi - Gratis bicara sepanjang waktu se-Jawa Barat, >Banten dan DKI Jakarta." > > "Speedy - Gratis internetan unlimited dari pkl. 20.00 >s/d 08.00 se-Jabodetabek, Banten, Karawang dan >Purwakarta." > ============ ========= ========= ========= ========= >========= ========= ========= ========= ========= >========= ========= ========= ==== > “Nikmati akses TelkomNet Instan Week End Net hanya Rp >1.000/jam. Berlaku untuk Sabtu-Minggu, khusus Jawa Tengah >dan DIY s/d > > 31 Desember 2008”. > ============ ========= ========= ========= ========= >========= ========= ========= ========= ========= >========= ========= ========= ==== > "Kini telah hadir Protector, layanan keamanan online >yang dapat digunakan langsung saat menjelajahi internet >kapan saja dan > > di mana saja. Dapatkan secara GRATIS layanan Protector >hingga 31 Desember 2008. Klik ke: http://protector. >telkomspeedy. com". > > > > > > > > > > > > > > > > Environmental concern? > > [Non-text portions of this message have been removed] > ============================================================================================================================ "Flexi - Gratis bicara sepanjang waktu se-Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta." "Speedy - Gratis internetan unlimited dari pkl. 20.00 s/d 08.00 se-Jabodetabek, Banten, Karawang dan Purwakarta." ============================================================================================================================ “Nikmati akses TelkomNet Instan Week End Net hanya Rp 1.000/jam. Berlaku untuk Sabtu-Minggu, khusus Jawa Tengah dan DIY s/d 31 Desember 2008”. ============================================================================================================================ "Kini telah hadir Protector, layanan keamanan online yang dapat digunakan langsung saat menjelajahi internet kapan saja dan di mana saja. Dapatkan secara GRATIS layanan Protector hingga 31 Desember 2008. Klik ke: http://protector.telkomspeedy.com".

