Dulu pernah saya posting mengutip kalimat Dir.APK waktu itu yg skrng jd Irjen Depkeu, Pak Hekinus yang mengatakan, "STAN itu bukan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara tetapi Sekolah Tinggi Auditor Negara". Ungkapan Pak Hekinus itu cukup berdasar mengingat sebagian besar Mahasiswa STAN ketika lulus lebih memilih instansi2 pemeriksa seperti BPK, Itjen, BPK Perjuangan (BPKP) atau instansi "basah" seperti Pajak dan BC, atau instansi tanpa mutasi spt Setjen dll. Jarang ada yang pilihan pertamanya itu BAKUN (dulu) atau sekarang DJPBN.
Jadi yang mengaudit dan memberi opini LKPP ya kebanyakan alumni2 STAN jg. Sekedar berbagi cerita, dulu wkt nyari data bwt tugas akhir STAN, saya bertemu Dir. Keuangan organisasi non pemerintah yang kebetulan alumni STAN angkatan 80an. Beliau bercerita kalau dulu walaupun secara organisasional dilindungi konstitusi tetapi BPK itu agak mlempem/kurang bergigi karena auditornya kebanyakan sarjana sastra, sejarah, dll yang gak ada hubungannya dng ilmu audit. Nah, sekarang jadi bersinar karena banyak menarik SDM dr BPK Perjuangan dan merekrut alumni2 STAN dan tentu auditor dr penerimaan umum jg lebih berkualitas karena peminatnya jg banyak karena gaung BPK lebih terdengar di media massa. Itu saja semoga bermanfaat WAssalam In [email protected], "Endah" <zikr...@...> wrote: > Rekan-rekan miliser, > kalau untuk tahun sebelumnya, memang LKKL BA 015 masih disclaimer. Makanya > waktu itu "kita" kan malu juga kalo "diolok-olok" bahwa Depkeu yang punya > STAN aja masih disclaimer, gimana KL lain? > Padahal kan mestinya tidak sedangkal itu ya cara berpikirnya. Memang iya, > kita punya STAN dan sudah menghasilkan alumni yang begitu banyak. namun kan > harus diakui bahwa tidak semua alumni STAN menempati posisi inti dalam > penyusunan LKKL. namun demikian hal ini tidak boleh kita jadikan sebagai > "excuse" bahwa LKKL BA 015 masih boleh dimaklumi mendapat opini disclaimer. > Bagaimanapun, saya yakin pasti semua pihak telah berusaha dengan > sebaik-baiknya.

