Menanggapi tanggapan [email protected] (mohon maaf, di respon nya tidak 
tertera nama)

Perkenankan saya memberikan dua quotes dari Albert Einstein :

1. "Anyone who has never made a mistake has never tried anything new" 

Ia, Benar, Tepat Sekali, Project sejenis SPAN pernah diimplementasikan di 
Australia dan gagal....
Saya tidak akan membahas apa yang menyebabkan kegagalan tersebut, ada hal yang 
lebih penting dari itu, yaitu :
apakah mereka (the Aussie) lantas menangis, meratapi dan berhenti mencoba dan 
menemukan sesuatu yang baru .... TIDAK !

Mereka bangkit dan mencoba lagi... lagi dan lagi sehingga akhirnya berhasil... 
ketika saya bertanya kepada mereka apakah 
mereka telah puas dengan sistem yang ada sekarang.. lagi, lagi jawabannya 
TIDAK.. masih banyak yang bisa diperbaiki.

konon kabarnya Thomas Alfa Edison menemukan lampu setelah melakukan percobaan 
1000 kali, apakah dia menyerah atas kegagalannya... TIDAK
dan lihatlah sekarang.. lampu ada dimana-mana

Sebuah buku (saya lupa bukunya) kira kira berkata begini beda antara orang 
orang sukses/kaya dan orang tidak sukses/kaya sebenarnya hanya satu "keberanian 
mengambil risiko, dan merubah pemikiran menjadi tindakan" kegagalan memang 
selalu mungkin tapi jika kita tidak mencoba maka kita akan 100% gagal tetapi 
jika kita mencoba ada kemungkinan untuk berhasil.

SPAN tentunya punya kemungkinan untuk gagal tapi tentunya punya kemungkinan 
untuk berhasil, jika kita tidak mencoba...kita tidak akan pernah
berhasil.  "Mistakes are OK.-able" kita membutuhkan "kesalahan" untuk mencapai 
kualitas yang lebih tinggi daripada yang bisa kita capai 
kalau kita berhasil pada upaya pertama" (kalimat tadi dari buku Mario Teguh, 
Becoming A Star... bukunya ada didepan saya).

2. "Insanity: doing the same thing over and over again and expecting different 
results"

Quote yang kedua ini bagi saya sangat relevan. saya yakin kita tidak akan 
merupakan bagian dari orang yang disebut dalam quote ini.
Tentunya kalo cara pertama gagal, kita akan cari cara yang lain. sampai 
didapatkan hasil yang terbaik. Kenapa negara lain sangat maju ternyata
bisa dikaitkan dengan seberapa banyak hasil riset nya yang sudah dipatenkan. 
saya pernah baca bahwa negara negara maju yang kaya itu
memiliki paten yang sangat banyak dan negara negara berkembang atau terbelakang 
punya sangat sedikit sehingga harus selalu beli.
saya juga kemudian mengetahui ternyata dibutuhkan jutaan dollar dan puluhan 
tahun untuk mengembangkan satu jenis obat hingga siap dipasarkan. saya juga 
mengetahui bahwa sangat banyak obat yang ternyata gagal ditahap RnD setelah 
menghabiskan jutaan dollar. Tapi apakah lantas perusahaan 
obat tersebut berhenti karena gagal.. TIDAK. mereka mencoba cara baru, teknik 
baru, formula baru dan berbagai hal baru lainnya. Dan ketika mereka berhasil 
menemukan obat baru semua biaya kegagalan tadi tidak ada artinya dibandingkan 
dengan keuntungan yang didapatkan.

Poin saya adalah bahwa untuk mencapai suatu 
kesempurnaan/keberhasilan/kemajuan/kekayaan dibutuhkan keinginan untuk mencoba 
dan kesiapan 
untuk gagal dan mencoba lagi, tidak takut akan sesuatu yang baru. Sukses ada 
dalam tindakan, bukan dalam angan-angan.

Demikian tanggapan saya.
Mohon maaf kalo ada kalimat yang kurang berkenan.
Salam hangat dari kebun sawit yang rindang.

Pram, Rantauprapat.


________________________________
From: siantr_marhaen <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thu, November 26, 2009 11:19:51 AM
Subject: [Forum Prima] Khabar SPAN.... "gagal di australia ? "

  
"Hal ini yang membuat bergidik beberapa pimpinan DJPBN akan keberlangsungan 
SPAN di Indonesia.
Masihkah kita-kita belum yakin ? dan tetap bersikukuh menyatakan SPAN akan 
sukses di Indonesia"

============ ========= ========= ========= ========= ========= ========= =
Mengomentari "Rapim-catatan Bu Menteri (cerita kepala KPPN-ku)" :  dari diskusi 
yg ada nampak bahwa, adik2 muda kita ini memang  peduli terhadap pekerjaannya.  
Terhadap tambahan  pa WIBAWA PRAM SIHOMBING  memang tepat, tapi mungkin yang 
dimaksud pa karnos itu lebih focus pada fungsi utama DJPBN  kita. Bapak-bapak 
kepala kantornya didaerah juga mungkin menjelaskan hal yang sama seperti point2 
dimaksud pa sihombing, tapi  pekerjaan  yang saat ini harus dilakukan DJPBN  
khususnya PKN adl seperti yang diulang2 oleh menkeu di rapat2 dinas: yaitu 
sindiran keras ke Dit PKN untuk memfungsikan manajemen kas (di rapim 
matraman/acacia dan  di rapim sahid).   Hal yang harus kita akui : benar adanya 
bu menteri, bahwa   DJPBN harus segera memanfaatkan uangnya bu menteri, yg 
dikuasakan kepada DJPBN. 

Tentang SPAN, kami berpendapat atas  comment Pa Pram: 

-       Diskusi SPAN ini sudah sangat sering. Pro-kontra nampaknya sesuatu yang 
wajar. Karena SPAN sendiri merupakan project bank dunia yang sangat sensitive 
untuk dibahas. Beberapa level pimpinan kita menginginkan project ini 
"diamankan", harus dibela apapun yang terjadi, karena project ini harus jalan.
Sedang kelompok masyarakat DJPBN lainnya yang KONTRA-SPAN, yang nampaknya 
jumlahnya lebih banyak dari yang PRO…hanya seringnya "berbisik-bisik" saja di 
meja belakang (karena meja depan sudah penuh dengan TIM – SPAN). 
Dari pendapatnya pa WIBAWA PRAM SIHOMBING nampaknya bapak termasuk yang yakin 
akan berhasilnya SPAN di Indonesia (DJPBN -khususnya), sejarah akan mencatat pa 
PRAM sebagai pendukung SPAN fanatik. Pendapat pa Pram menyiratkan kuat hal 
tersebut. Mungkin tulisan di milis ini akan dapat dibuktikan beberapa tahun 
lagi, tapi sayangnya, saat itu kami yang sudah setengah tua ini hanya akan 
tinggal melihat dari luar rumah ini saja, karena kami sudah tidak ada lagi 
disini saat itu, karena banyak dari kami yang akan memasuki masa purna .    
TAPI jangan bersedih… kita masih ada waktu… 

-       Berkaca dari project2 bank dunia lainnya yang pernah dilaksanakan 
dimasa lalu. Pa PRAM mungkin masih ingat dengan ORACLE, ORAFIN, paket 
accounting system yang kita beli dengan uang pinjaman dari luar negeri ? apa 
masih ada : dari beberapa contoh project sejenis SPAN (paket project) dimasa 
lalu yang masih "hidup" hari ini ?  yang masih bisa kita gunakan dan bermanfaat 
bagi negeri ini hari ini? Sayang…yang ada hanya tinggal berkas2 
pertanggungjawaban anggarannya saja. systemnya…softwareny a…hardwarenya- pun 
entah dimana….(bisa didiskusikan dg Bpk. Bagus-DSP)
Padahal orang bijak berkata : "jangan kau jatuh di lubang yang sama nak.., 
karena engkau dikaruniai akal yang baik untuk tidak melakukan itu, akal-fikir 
mu dan hatimu dapat kau pakai guna membaca fenomena" 
Pa PRAM juga harus membaca sejarah awal munculnya GFMRAP-SPAN karena disanalah 
terjadi pembelokan idea. Dan generasi yg saat ini menangani SPAN, jangan hanya 
melihat kulitnya saja, bisa jadi sejarah SPAN-nya belum lengkap. 

-       Khabar terakhir lainnya ttg SPAN yang  sudah menjadi rahasia umum  
masyarakat DJPBN : bahwa kunjungan Bapak-bapak kita ke Australia beberapa waktu 
lalu (2009) mendapat penjelasan lisan dari pejabat Dep.Keuangan Australia. 
Penjelasan yang mengagetkan dan membuat gamang, bukan hanya kita2, tetapi juga 
Bapak-bapak kita di Jakarta " bahwa program sejenis SPAN yang dijalankan  di 
Australia :ternyata  GAGAL. Tentang kegagalannya sendiri tidak di publikasi 
secara resmi oleh pemerintah Australia, karena alasan  politis". 
Hal ini yang membuat bergidik beberapa pimpinan kita akan keberlangsungan SPAN 
di Indonesia.
Masihkah kita-kita belum yakin ? dan tetap bersikukuh menyatakan SPAN akan 
sukses di Indonesia, karena SPAN di australia berbeda dengan yang ada di 
Indonesia, atau SPAN yang di Indonesia ini: nantinya dapat disesuaikan dengan 
bisnis proses yang ada?
Jika benar demikian, kita mungkin bagian dari kelompok yang tak pandai membaca 
fenomena ? 

-       Hal yang tidak kalah ramai diperbincangkan di pagi hari saat sarapan 
pagi dipinggir2 warung kopi adalah tentang COTS. Yang konon tidak dapat diubah 
terlampau banyak "isi" didalamnya. Dengan kata lain "isinya" itulah yang harus 
kita ikuti (karena itulah best practices), sedang SOP/bisnis proses kita yang 
hari ini… : itu sudah terlampau usang dan harus kita tanggalkan nanti. 
Jika benar demikian adanya (menurut teman2 yang tahu benar ttg COTS), apa 
gunanya bisnis proses kita 
Yang hari ini kita perbaiki, rapikan, di- Mapping… jika kelak: bisnis 
proses-nya COTS yang harus kita pakai?

-       Sedang lembaga yang terkait di DJPBN: Khabarnya Direktorat TP yang akan 
mengawal implementasi SPAN. Sedang      Direktorat SP diminta untuk tetap 
menjaga system yang berjalan sekarang. Jikapun SPAN berjalan lancar… perlahan 
Direktorat SP akan melakukan penyesuaian dibeberapa tempat. Sedang kemungkinan 
kedua: jika SPAN Gagal:  System yang lama tetap berjalan dan ini yang akan 
tetap digunakan sebagai opsi kedua untuk berjaga-jaga.

-       Tentang kelompok pendukung: di DJPBN sendiri diakui atau tidak terdapat 
dua kelompok besar: Pendukung fanatic SPAN (seperti pa PRAM dan beberapa bapak2 
lainnya) dan kelompok yang cenderung diam tetapi penuh dengan keraguan akan 
SPAN. Dimasa yang akan datang sejarah akan mencatat dan kita akan mengingat : 
kita ada di kelompok mana, seperti pemilu.. ha..ha….

-       Oke lah… jangan serius sangat… diskusi kita ini akan tetap berada 
dijalur yang sehat, demi masa depan DJPBN kita.

-       Yang penting di-ingat: Mengapa kita harus menunggu beberapa waktu 
kedepan, membiarkan waktu yang membuktikan bagaimana SPAN nantinya di 
Indonesia. jika saat ini kita bisa memperkirakannya akan seperti apa nantinya 
SPAN. Tapi Sebaliknya jika kita yakin bahwa  SPAN akan berjalan lancar, maka 
harus kita dukung SPAN dengan sepenuh hati, jangan setengah hati.

-       Kita berdoa saja , semoga para pimpinan kita bijak dalam menentukan 
langkah kedepan, apapun  pilihan yang kini diambil. Jika SPAN terus berlanjut: 
semoga SPAN dapat berjalan lancar, dan jika SPAN nantinya akan bernasib seperti 
ORAFIN-ORACLE semoga saja pimpinan kita berani mengambil langkah berani hari 
ini. 

-       jangan lupa para miliser : yang tak kalah pentingnya untuk hari ini : 
harus ada yang segera menjelaskan dengan jujur : apa yang dijelaskan pejabat 
Australia tentang gagalnya SPAN di Australia?   Dan alasan beberapa eselon I 
depkeu keluar dari SPAN? 

-       Dan satu lagi SPAN " BUKAN milik DJPBN (saja)  !!!!!, dan harus di 
pantau sampai dimana SPAN ini dilakukan saat ini oleh Dit.TP.. sesudah mapping 
COA, apalagi yg dapat dilakukan selain memproses pengadaan…karena SPAN juga 
harus kita amankan dari kemungkinan diperiksa oleh KPK dimasa yad:  seperti 
`Sisminbakum"

Terimakasih.
Horas. 

------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
Pendapat pa PRAM : "Mengenai SPAN. Perlu saya tegaskan bahwa SPAN BUKAN WACANA! 
SPAN adalah NYATA dan merupakan MILIK DJPB. Perlu diperhatikan bahwa 
pembentukan Direktorat TP adalah bertujuan untuk menangani SPAN secara 
langsung. SPAN akan mensejajarkan kita dengan berbagai negara maju yang telah 
terlebih dahulu mempunyai sistem "serupa" SPAN. "


 


      

Kirim email ke