Dear all,
Saya tidak ingin berdiri di atas salah satu pihak yg pro dan kontra. Saya hanya 
mencoba melihat hal ini dari sisi penonton luar (yang seringkali merasa dirinya 
lebih pintar dibanding pemain dan komentator sekalipun he he he)

Menurut saya justru "kegagalan SPAN di Australia" harus diekspose sebesar 
besarnya. Barangkali dengan demikian semua pemikiran dapat terpacu untuk 
menangkap peluang solusi demi menghindari kegagalan serupa. kita tidak perlu 
harus mengalami kegagalan serupa jika contohnya sudah ada. Yang saya takutkan 
adalah sinyalemen seperti dilansir saudara SiantrMarhaen benar, yaitu karena 
pihak pro menjejali kursi VIP (ringside) sehingga meski secara jumlah sedikit 
namun gema suaranya akan lebih nyaring terdengar sang penghakim (decission 
maker). Sehingga menutup aliran masukan masukan yg mungkin lebih berguna.

memang konon Edison ribuan kali gagal sebelum kini lampunya terang benderang 
dimana mana...tapi ingat seribu kegagalan edison hanya berlaku untuk seorang 
Alpha Edison. Tetapi jika mega proyek ini gagal yang menanggung kerugian 
bukanlah seorang individu tapi kita semua. dan waktu yg hilang dalam era 
kegagalan sangat disayangkan.

Saya setuju pendapat Bp.Bagus K (yg hari ini berulangtahun.... Happy Birthday 
Eyang, hope we'll meet and mancing again) bahwa sesuatu yg baru butuh proses 
pengenalan. Justru pengenalan harus disampaikan seluas luasnya. Ini lho 
modelnya. Ini dulu pernah diterapkan di Australia tapi gagal. Penyebab 
kegagalannya bla bla bla. Kemungkinan bila dilaksanakan di Indonesia bisa gagal 
jika bla bla bla bla. Tapi saya yakin juga bisa berhasil jika kondisinya bla 
bla bla.

Demikian kurang lebihnya mohon dimaafkan

Salam Hangat dari Kendari
HaBeWe  
M
--- In [email protected], wibawa sihombing <drpram2...@...> wrote:
>
> 
> 
> ________________________________
> From: siantr_marhaen <siantr_marh...@...>
> To: [email protected]
> Sent: Thu, November 26, 2009 11:19:51 AM
> Subject: [Forum Prima] Khabar SPAN.... "gagal di australia ? "
> 
>>


Kirim email ke