Diskusi tentang SPAN selalu
menarik, dan saya akan mencoba meramaikan diskusi tersebut dari sudut pandang
yang lain.
SPAN adalah proses, upaya
dan alat, bukan tujuan. SPAN merupakan upaya untuk mengimplementasikan
undang-undang
keuangan negara (yang diakui komprehensif, bervisi, dan bertaraf internasional)
dalam suatu sistem yang terjamin kesinambungannya.
SPAN meliputi penyempurnaan
proses bisnis, manajemen perubahan dan pemanfaatan IT. Seluruh komponen SPAN
tersebut harus dilakukan untuk menjamin keberhasilannya.
Penyempurnaan proses bisnis
adalah hal yang sangat penting. Dalam proses ini kita harus mengkaji business
process dari treasury management yang kita pilih dengan
merujuk pada Undang-Undang Perbendaharaan Negara. Proses ini memerlukan
elaborasi filosofis dan yuridis undang-undang ke dalam proses bisnis treasury.
Inilah yang memerlukan diskusi, kajian, dan rumusan yang mendalam. Apa yang
dilakukan teman2 Dit. TP saya kira sudah dalam koridor yang benar (termasuk
perumusan future state vision yang workshopnya di lakukan di Blitar). Hasil
penyempurnaan proses bisnis ini menentukan seberapa besar perubahan yang akan
kita hadapi dan mengelolanya, serta bagaimana IT (COTS) mendukung proses bisnis
tersebut.
Proses perumusan SPAN adalah
salah satu kesempatan untuk kita mempelajari teori dan best practices public
expenditure management sekaligus menerapkannya dalam pekerjaan perbendaharaan.
Kita
tidak lagi melihat perbendaharaan sebagai kumpulan PMK, Perdirjen dan SE, dan di
sisi lain teori sebagai sekumpulan buku dan file. Tapi kita melihat
perbendaharaan sebagai implementasi pilihan teori dan best practice yang sesuai
dengan UU Perbendaharaan Negara. Itulah gunanya SDM DJPBN sekolah di bidang
Hukum, Public Policy, Public Finance, Magister Management, IT, dst. Itulah
gunanya
kemarin DJPBN menyelenggarakan international seminar managing public
finances-delivering on public mandate (yang membuka wawasan, bahwa kita bisa
maju seperti negara-negara lain, dan ternyata kita adalah bagian dari
lingkungan global).
Proses menuju SPAN juga
melatih kita untuk selalu berubah dengan mengantisipasi perubahan, bukan
mengikuti perubahan. Kita masih ingat, kita mengubah organisasi, sistem, dan
prosedur karena tuntutan UU Keuangan Negara, dan UU tersebut lahir karena
tuntutan reformasi dan krisis ekonomi., padahal kebutuhan akan UU tersebut
sejak lama. Kita menerapkan pola KPPN Percontohan
karena tuntutan reformasi Depkeu, padahal ide proses bisnisnya lahir jauh
sebelum reformasi depkeu digulirkan. Artinya, dari sekarang kita harus terus
belajar
untuk memprediksi perubahan. Untuk itu SPAN merupakan stimulus yang menarik
untuk kita berubah saat ini dengan mengantisipasi perubahan ke depan.
Pada akhirnya, marilah kita
manfaatkan momentum tuntutan perubahan melalui SPAN yang telah dipatok
implementasinya (karena pengadaan COTS telah selesai), untuk bersama-sama
belajar, berdiskusi, menganalisis, mengkritisi dan merumuskan alternatif solusi
sebagai pilihan kebijakan yang telah ditetapkan. Hal tersebut bisa dilakukan
apabila ownership atas SPAN meluas ke seluruh insan perbendaharaan. Untuk
memperluas ownership berarti kita perlu pengetahuan dan pemahaman menyeluruh
tentang SPAN, sehingga pembahasan dapat dilakukan dengan bahasa yang sama.
--- Pada Kam, 26/11/09, wibawa sihombing <[email protected]> menulis:
Dari: wibawa sihombing <[email protected]>
Judul: Re: [Forum Prima] Khabar SPAN.... "gagal di australia ? "
Kepada: [email protected]
Tanggal: Kamis, 26 November, 2009, 4:47 PM
Menanggapi tanggapan siantr_marhaen@ yahoo.com (mohon maaf, di respon nya
tidak tertera nama)
Perkenankan saya memberikan dua quotes dari Albert Einstein :
1. "Anyone who has never made a mistake has never tried anything new"
Ia, Benar, Tepat Sekali, Project sejenis SPAN pernah diimplementasikan di
Australia dan gagal....
Saya tidak akan membahas apa yang menyebabkan kegagalan tersebut, ada hal yang
lebih penting dari itu, yaitu :
apakah mereka (the Aussie) lantas menangis, meratapi dan berhenti mencoba dan
menemukan sesuatu yang baru .... TIDAK !
Mereka bangkit dan mencoba lagi... lagi dan lagi
sehingga akhirnya berhasil... ketika saya bertanya kepada mereka apakah
mereka telah puas dengan sistem yang ada sekarang.. lagi, lagi jawabannya
TIDAK.. masih banyak yang bisa diperbaiki.
konon kabarnya Thomas Alfa Edison menemukan lampu setelah melakukan percobaan
1000 kali, apakah dia menyerah atas kegagalannya. .. TIDAK
dan lihatlah sekarang.. lampu ada dimana-mana
Sebuah buku (saya lupa bukunya) kira kira berkata begini beda antara orang
orang sukses/kaya dan orang tidak sukses/kaya sebenarnya hanya satu "keberanian
mengambil risiko, dan merubah pemikiran menjadi tindakan" kegagalan memang
selalu mungkin tapi jika kita tidak mencoba maka kita akan 100% gagal tetapi
jika kita mencoba ada kemungkinan untuk berhasil.
SPAN tentunya punya kemungkinan untuk gagal tapi tentunya punya kemungkinan
untuk berhasil, jika kita tidak mencoba...kita tidak akan pernah
berhasil. "Mistakes are OK.-able" kita membutuhkan
"kesalahan" untuk mencapai kualitas yang lebih tinggi daripada yang bisa kita
capai
kalau kita berhasil pada upaya pertama" (kalimat tadi dari buku Mario Teguh,
Becoming A Star... bukunya ada didepan saya).
2. "Insanity: doing the same thing over and over again and expecting different
results"
Quote yang kedua ini bagi saya sangat relevan. saya yakin kita tidak akan
merupakan bagian dari orang yang disebut dalam quote ini.
Tentunya kalo cara pertama gagal, kita akan cari cara yang lain. sampai
didapatkan hasil yang terbaik. Kenapa negara lain sangat maju ternyata
bisa dikaitkan dengan seberapa banyak hasil riset nya yang sudah dipatenkan..
saya pernah baca bahwa negara negara maju yang kaya itu
memiliki paten yang sangat banyak dan negara negara berkembang atau terbelakang
punya sangat sedikit sehingga harus selalu beli.
saya juga kemudian mengetahui ternyata dibutuhkan jutaan dollar dan puluhan
tahun
untuk mengembangkan satu jenis obat hingga siap dipasarkan. saya juga
mengetahui bahwa sangat banyak obat yang ternyata gagal ditahap RnD setelah
menghabiskan jutaan dollar. Tapi apakah lantas perusahaan
obat tersebut berhenti karena gagal.. TIDAK. mereka mencoba cara baru, teknik
baru, formula baru dan berbagai hal baru lainnya. Dan ketika mereka berhasil
menemukan obat baru semua biaya kegagalan tadi tidak ada artinya dibandingkan
dengan keuntungan yang didapatkan.
Poin saya adalah bahwa untuk mencapai suatu kesempurnaan/ keberhasilan/
kemajuan/ kekayaan dibutuhkan keinginan untuk mencoba dan kesiapan
untuk gagal dan mencoba lagi, tidak takut akan sesuatu yang baru. Sukses ada
dalam tindakan, bukan dalam angan-angan.
Demikian tanggapan saya.
Mohon maaf kalo ada kalimat yang kurang berkenan.
Salam hangat dari kebun sawit yang rindang.
Pram, Rantauprapat.
From: siantr_marhaen <siantr_marhaen@ yahoo.com>
To: forumpr...@yahoogro ups.com
Sent: Thu, November 26, 2009 11:19:51 AM
Subject: [Forum Prima] Khabar SPAN.... "gagal di australia ? "
"Hal ini yang membuat bergidik beberapa pimpinan DJPBN akan
keberlangsungan SPAN di Indonesia.
Masihkah kita-kita belum yakin ? dan tetap bersikukuh menyatakan SPAN akan
sukses di Indonesia"
============ ========= ========= ========= ========= ========= ========= =
Mengomentari "Rapim-catatan Bu Menteri (cerita kepala KPPN-ku)" : dari diskusi
yg ada nampak bahwa, adik2 muda kita ini memang peduli terhadap pekerjaannya.
Terhadap tambahan pa WIBAWA PRAM SIHOMBING memang tepat, tapi mungkin yang
dimaksud pa karnos itu lebih focus pada fungsi utama DJPBN kita. Bapak-bapak
kepala kantornya didaerah juga mungkin menjelaskan hal yang sama seperti point2
dimaksud pa sihombing, tapi pekerjaan yang saat ini harus dilakukan DJPBN
khususnya PKN adl seperti yang diulang2 oleh menkeu di rapat2 dinas: yaitu
sindiran keras ke Dit PKN untuk memfungsikan manajemen kas (di rapim
matraman/acacia dan di rapim sahid). Hal yang harus kita akui : benar adanya
bu menteri, bahwa DJPBN harus segera memanfaatkan uangnya bu menteri, yg
dikuasakan kepada DJPBN.
Tentang SPAN, kami berpendapat atas comment Pa Pram:
- Diskusi SPAN ini sudah sangat sering. Pro-kontra nampaknya sesuatu yang
wajar. Karena SPAN sendiri merupakan project bank dunia yang sangat sensitive
untuk dibahas. Beberapa level pimpinan kita menginginkan project ini
"diamankan", harus dibela apapun yang terjadi, karena project ini harus jalan.
Sedang kelompok masyarakat DJPBN lainnya yang KONTRA-SPAN, yang nampaknya
jumlahnya lebih banyak dari yang PRO…hanya seringnya "berbisik-bisik" saja di
meja belakang (karena meja depan sudah penuh dengan TIM – SPAN).
Dari pendapatnya pa WIBAWA PRAM SIHOMBING nampaknya bapak termasuk yang yakin
akan berhasilnya SPAN di Indonesia (DJPBN -khususnya), sejarah akan mencatat pa
PRAM sebagai pendukung SPAN fanatik. Pendapat pa Pram menyiratkan kuat hal
tersebut. Mungkin tulisan di milis ini akan dapat dibuktikan beberapa tahun
lagi, tapi sayangnya, saat itu kami yang sudah setengah tua ini hanya akan
tinggal melihat dari luar rumah ini saja, karena kami sudah tidak ada lagi
disini saat itu, karena banyak dari kami yang akan memasuki masa purna .
TAPI jangan bersedih… kita masih ada waktu…
- Berkaca dari project2 bank dunia lainnya yang pernah dilaksanakan
dimasa lalu. Pa PRAM mungkin masih ingat dengan ORACLE, ORAFIN, paket
accounting system yang kita beli dengan uang pinjaman dari luar negeri ? apa
masih ada : dari beberapa contoh project sejenis SPAN (paket project) dimasa
lalu yang masih "hidup" hari ini ? yang masih bisa kita gunakan dan bermanfaat
bagi negeri ini hari ini? Sayang…yang ada hanya tinggal berkas2
pertanggungjawaban anggarannya saja. systemnya…softwareny a…hardwarenya- pun
entah dimana….(bisa didiskusikan dg Bpk. Bagus-DSP)
Padahal orang bijak berkata : "jangan kau jatuh di lubang yang sama nak...,
karena engkau dikaruniai akal yang baik untuk tidak melakukan itu, akal-fikir
mu dan hatimu dapat kau pakai guna membaca fenomena"
Pa PRAM juga harus membaca sejarah awal munculnya GFMRAP-SPAN karena disanalah
terjadi pembelokan idea. Dan generasi yg saat ini menangani SPAN, jangan hanya
melihat kulitnya saja, bisa jadi sejarah SPAN-nya belum lengkap.
- Khabar terakhir lainnya ttg SPAN yang sudah menjadi rahasia umum
masyarakat DJPBN : bahwa kunjungan Bapak-bapak kita ke Australia beberapa waktu
lalu (2009) mendapat penjelasan lisan dari pejabat Dep.Keuangan Australia.
Penjelasan yang mengagetkan dan membuat gamang, bukan hanya kita2, tetapi juga
Bapak-bapak kita di Jakarta " bahwa program sejenis SPAN yang dijalankan di
Australia :ternyata GAGAL. Tentang kegagalannya sendiri tidak di publikasi
secara resmi oleh pemerintah Australia, karena alasan politis".
Hal ini yang membuat bergidik beberapa pimpinan kita akan keberlangsungan SPAN
di Indonesia.
Masihkah kita-kita belum yakin ? dan tetap bersikukuh menyatakan SPAN akan
sukses di Indonesia, karena SPAN di australia berbeda dengan yang ada di
Indonesia, atau SPAN yang di Indonesia ini: nantinya dapat disesuaikan dengan
bisnis proses yang ada?
Jika benar demikian, kita mungkin bagian dari kelompok yang tak pandai membaca
fenomena ?
- Hal yang tidak kalah ramai diperbincangkan di pagi hari saat sarapan
pagi dipinggir2 warung kopi adalah tentang COTS. Yang konon tidak dapat diubah
terlampau banyak "isi" didalamnya. Dengan kata lain "isinya" itulah yang harus
kita ikuti (karena itulah best practices), sedang SOP/bisnis proses kita yang
hari ini… : itu sudah terlampau usang dan harus kita tanggalkan nanti.
Jika benar demikian adanya (menurut teman2 yang tahu benar ttg COTS), apa
gunanya bisnis proses kita
Yang hari ini kita perbaiki, rapikan, di- Mapping… jika kelak: bisnis
proses-nya COTS yang harus kita pakai?
- Sedang lembaga yang terkait di DJPBN: Khabarnya Direktorat TP yang akan
mengawal implementasi SPAN. Sedang Direktorat SP diminta untuk tetap
menjaga system yang berjalan sekarang. Jikapun SPAN berjalan lancar… perlahan
Direktorat SP akan melakukan penyesuaian dibeberapa tempat. Sedang kemungkinan
kedua: jika SPAN Gagal: System yang lama tetap berjalan dan ini yang akan
tetap digunakan sebagai opsi kedua untuk berjaga-jaga.
- Tentang kelompok pendukung: di DJPBN sendiri diakui atau tidak terdapat
dua kelompok besar: Pendukung fanatic SPAN (seperti pa PRAM dan beberapa bapak2
lainnya) dan kelompok yang cenderung diam tetapi penuh dengan keraguan akan
SPAN. Dimasa yang akan datang sejarah akan mencatat dan kita akan mengingat :
kita ada di kelompok mana, seperti pemilu.. ha..ha….
- Oke lah… jangan serius sangat… diskusi kita ini akan tetap berada
dijalur yang sehat, demi masa depan DJPBN kita.
- Yang penting di-ingat: Mengapa kita harus menunggu beberapa waktu
kedepan, membiarkan waktu yang membuktikan bagaimana SPAN nantinya di
Indonesia. jika saat ini kita bisa memperkirakannya akan seperti apa nantinya
SPAN.. Tapi Sebaliknya jika kita yakin bahwa SPAN akan berjalan lancar, maka
harus kita dukung SPAN dengan sepenuh hati, jangan setengah hati.
- Kita berdoa saja , semoga para pimpinan kita bijak dalam menentukan
langkah kedepan, apapun pilihan yang kini diambil. Jika SPAN terus berlanjut:
semoga SPAN dapat berjalan lancar, dan jika SPAN nantinya akan bernasib seperti
ORAFIN-ORACLE semoga saja pimpinan kita berani mengambil langkah berani hari
ini.
- jangan lupa para miliser : yang tak kalah pentingnya untuk hari ini :
harus ada yang segera menjelaskan dengan jujur : apa yang dijelaskan pejabat
Australia tentang gagalnya SPAN di Australia? Dan alasan beberapa eselon I
depkeu keluar dari SPAN?
- Dan satu lagi SPAN " BUKAN milik DJPBN (saja) !!!!!, dan harus di
pantau sampai dimana SPAN ini dilakukan saat ini oleh Dit.TP.. sesudah mapping
COA, apalagi yg dapat dilakukan selain memproses pengadaan…karena SPAN juga
harus kita amankan dari kemungkinan diperiksa oleh KPK dimasa yad: seperti
`Sisminbakum"
Terimakasih.
Horas.
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
Pendapat pa PRAM : "Mengenai SPAN. Perlu saya tegaskan bahwa SPAN BUKAN WACANA!
SPAN adalah NYATA dan merupakan MILIK DJPB. Perlu diperhatikan bahwa
pembentukan Direktorat TP adalah bertujuan untuk menangani SPAN secara
langsung. SPAN akan mensejajarkan kita dengan berbagai negara maju yang telah
terlebih dahulu mempunyai sistem "serupa" SPAN. "
Lebih bergaul dan terhubung dengan lebih baik. Tambah lebih banyak teman
ke Yahoo! Messenger sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/