"Hal ini yang membuat bergidik beberapa pimpinan DJPBN akan keberlangsungan
SPAN di Indonesia.
Masihkah kita-kita belum yakin ? dan tetap bersikukuh menyatakan SPAN akan
sukses di Indonesia"
===================================================================
Mengomentari "Rapim-catatan Bu Menteri (cerita kepala KPPN-ku)" : dari diskusi
yg ada nampak bahwa, adik2 muda kita ini memang peduli terhadap pekerjaannya.
Terhadap tambahan pa WIBAWA PRAM SIHOMBING memang tepat, tapi mungkin yang
dimaksud pa karnos itu lebih focus pada fungsi utama DJPBN kita. Bapak-bapak
kepala kantornya didaerah juga mungkin menjelaskan hal yang sama seperti point2
dimaksud pa sihombing, tapi pekerjaan yang saat ini harus dilakukan DJPBN
khususnya PKN adl seperti yang diulang2 oleh menkeu di rapat2 dinas: yaitu
sindiran keras ke Dit PKN untuk memfungsikan manajemen kas (di rapim
matraman/acacia dan di rapim sahid). Hal yang harus kita akui : benar adanya
bu menteri, bahwa DJPBN harus segera memanfaatkan uangnya bu menteri, yg
dikuasakan kepada DJPBN.
Tentang SPAN, kami berpendapat atas comment Pa Pram:
- Diskusi SPAN ini sudah sangat sering. Pro-kontra nampaknya sesuatu yang
wajar. Karena SPAN sendiri merupakan project bank dunia yang sangat sensitive
untuk dibahas. Beberapa level pimpinan kita menginginkan project ini
"diamankan", harus dibela apapun yang terjadi, karena project ini harus jalan.
Sedang kelompok masyarakat DJPBN lainnya yang KONTRA-SPAN, yang nampaknya
jumlahnya lebih banyak dari yang PRO
hanya seringnya "berbisik-bisik" saja di
meja belakang (karena meja depan sudah penuh dengan TIM SPAN).
Dari pendapatnya pa WIBAWA PRAM SIHOMBING nampaknya bapak termasuk yang yakin
akan berhasilnya SPAN di Indonesia (DJPBN -khususnya), sejarah akan mencatat pa
PRAM sebagai pendukung SPAN fanatik. Pendapat pa Pram menyiratkan kuat hal
tersebut. Mungkin tulisan di milis ini akan dapat dibuktikan beberapa tahun
lagi, tapi sayangnya, saat itu kami yang sudah setengah tua ini hanya akan
tinggal melihat dari luar rumah ini saja, karena kami sudah tidak ada lagi
disini saat itu, karena banyak dari kami yang akan memasuki masa purna .
TAPI jangan bersedih
kita masih ada waktu
- Berkaca dari project2 bank dunia lainnya yang pernah dilaksanakan
dimasa lalu. Pa PRAM mungkin masih ingat dengan ORACLE, ORAFIN, paket
accounting system yang kita beli dengan uang pinjaman dari luar negeri ? apa
masih ada : dari beberapa contoh project sejenis SPAN (paket project) dimasa
lalu yang masih "hidup" hari ini ? yang masih bisa kita gunakan dan bermanfaat
bagi negeri ini hari ini? Sayang
yang ada hanya tinggal berkas2
pertanggungjawaban anggarannya saja. systemnya
softwarenya
hardwarenya-pun
entah dimana
.(bisa didiskusikan dg Bpk. Bagus-DSP)
Padahal orang bijak berkata : "jangan kau jatuh di lubang yang sama nak..,
karena engkau dikaruniai akal yang baik untuk tidak melakukan itu, akal-fikir
mu dan hatimu dapat kau pakai guna membaca fenomena"
Pa PRAM juga harus membaca sejarah awal munculnya GFMRAP-SPAN karena disanalah
terjadi pembelokan idea. Dan generasi yg saat ini menangani SPAN, jangan hanya
melihat kulitnya saja, bisa jadi sejarah SPAN-nya belum lengkap.
- Khabar terakhir lainnya ttg SPAN yang sudah menjadi rahasia umum
masyarakat DJPBN : bahwa kunjungan Bapak-bapak kita ke Australia beberapa waktu
lalu (2009) mendapat penjelasan lisan dari pejabat Dep.Keuangan Australia.
Penjelasan yang mengagetkan dan membuat gamang, bukan hanya kita2, tetapi juga
Bapak-bapak kita di Jakarta " bahwa program sejenis SPAN yang dijalankan di
Australia :ternyata GAGAL. Tentang kegagalannya sendiri tidak di publikasi
secara resmi oleh pemerintah Australia, karena alasan politis".
Hal ini yang membuat bergidik beberapa pimpinan kita akan keberlangsungan SPAN
di Indonesia.
Masihkah kita-kita belum yakin ? dan tetap bersikukuh menyatakan SPAN akan
sukses di Indonesia, karena SPAN di australia berbeda dengan yang ada di
Indonesia, atau SPAN yang di Indonesia ini: nantinya dapat disesuaikan dengan
bisnis proses yang ada?
Jika benar demikian, kita mungkin bagian dari kelompok yang tak pandai membaca
fenomena ?
- Hal yang tidak kalah ramai diperbincangkan di pagi hari saat sarapan
pagi dipinggir2 warung kopi adalah tentang COTS. Yang konon tidak dapat diubah
terlampau banyak "isi" didalamnya. Dengan kata lain "isinya" itulah yang harus
kita ikuti (karena itulah best practices), sedang SOP/bisnis proses kita yang
hari ini
: itu sudah terlampau usang dan harus kita tanggalkan nanti.
Jika benar demikian adanya (menurut teman2 yang tahu benar ttg COTS), apa
gunanya bisnis proses kita
Yang hari ini kita perbaiki, rapikan, di- Mapping
jika kelak: bisnis
proses-nya COTS yang harus kita pakai?
- Sedang lembaga yang terkait di DJPBN: Khabarnya Direktorat TP yang akan
mengawal implementasi SPAN. Sedang Direktorat SP diminta untuk tetap
menjaga system yang berjalan sekarang. Jikapun SPAN berjalan lancar
perlahan
Direktorat SP akan melakukan penyesuaian dibeberapa tempat. Sedang kemungkinan
kedua: jika SPAN Gagal: System yang lama tetap berjalan dan ini yang akan
tetap digunakan sebagai opsi kedua untuk berjaga-jaga.
- Tentang kelompok pendukung: di DJPBN sendiri diakui atau tidak terdapat
dua kelompok besar: Pendukung fanatic SPAN (seperti pa PRAM dan beberapa bapak2
lainnya) dan kelompok yang cenderung diam tetapi penuh dengan keraguan akan
SPAN. Dimasa yang akan datang sejarah akan mencatat dan kita akan mengingat :
kita ada di kelompok mana, seperti pemilu.. ha..ha
.
- Oke lah
jangan serius sangat
diskusi kita ini akan tetap berada
dijalur yang sehat, demi masa depan DJPBN kita.
- Yang penting di-ingat: Mengapa kita harus menunggu beberapa waktu
kedepan, membiarkan waktu yang membuktikan bagaimana SPAN nantinya di
Indonesia. jika saat ini kita bisa memperkirakannya akan seperti apa nantinya
SPAN. Tapi Sebaliknya jika kita yakin bahwa SPAN akan berjalan lancar, maka
harus kita dukung SPAN dengan sepenuh hati, jangan setengah hati.
- Kita berdoa saja , semoga para pimpinan kita bijak dalam menentukan
langkah kedepan, apapun pilihan yang kini diambil. Jika SPAN terus berlanjut:
semoga SPAN dapat berjalan lancar, dan jika SPAN nantinya akan bernasib seperti
ORAFIN-ORACLE semoga saja pimpinan kita berani mengambil langkah berani hari
ini.
- jangan lupa para miliser : yang tak kalah pentingnya untuk hari ini :
harus ada yang segera menjelaskan dengan jujur : apa yang dijelaskan pejabat
Australia tentang gagalnya SPAN di Australia? Dan alasan beberapa eselon I
depkeu keluar dari SPAN?
- Dan satu lagi SPAN " BUKAN milik DJPBN (saja) !!!!!, dan harus di
pantau sampai dimana SPAN ini dilakukan saat ini oleh Dit.TP.. sesudah mapping
COA, apalagi yg dapat dilakukan selain memproses pengadaan
karena SPAN juga
harus kita amankan dari kemungkinan diperiksa oleh KPK dimasa yad: seperti
`Sisminbakum"
Terimakasih.
Horas.
---------------------------------------------------------------------
Pendapat pa PRAM : "Mengenai SPAN. Perlu saya tegaskan bahwa SPAN BUKAN WACANA!
SPAN adalah NYATA dan merupakan MILIK DJPB. Perlu diperhatikan bahwa
pembentukan Direktorat TP adalah bertujuan untuk menangani SPAN secara
langsung. SPAN akan mensejajarkan kita dengan berbagai negara maju yang telah
terlebih dahulu mempunyai sistem "serupa" SPAN. "