Setelah membaca materi Roadshow SPAN, memang banyak hal yang perlu menjadi 
pehatian kita bersama. Salah satu catatan yang mungkin relatif kritikal bagi 
keberhasilan implementasi SPAN adalah SPAN Service Desk (SSD).

Kenapa sangat penting ?
Karena sebagai sistem yang baru dan mencakup area perubahan yang cukup luas, 
mulai dari proses bisnis, teknologi informasi (hardware dan software) dan 
manajemen perubahan, akan muncul banyak pertanyaan dan permasalahan akibat 
perubahan yang ada, sehingga SPAN sangat memerlukan sarana komunikasi dua arah 
yang efektif. Khususnya untuk komunikasi penyampaian masalah dan solusi 
permasalahan yang efisien dan efektif.

Sebagaimana diketahui, saat ini saja, masih banyak permasalahan yang muncul di 
level operasional yang memaksa rekan di Kantor Pusat menjadi 'pemadam 
kebakaran'. Harus mempelajari, membahas dan memberikan petunjuk untuk menjawab 
berbagai permasalahan yang diajukan. Bahkan tidak jarang, satu permasalahan 
belum tuntas, sudah muncul lagi permasalahan berbeda di tempat yang berbeda, 
yang semuanya menuntut respon yang cepat dan tepat untuk mendukung kecepatan 
dan kepastian layanan di unit operasional. 
Kondisi diatas sebenarnya sudah dicoba untuk diatasi dengan menyediakan layanan 
via telepon (Helpdesk Aplikasi) atau forum diskusi 
([email protected] dan 
[email protected]). Layanan tersebut disediakan sebagai 
alternatif selain mekanisme konvensional menggunakan media persuratan resmi 
secara berjenjang yang dirasa memakan waktu. Namun, layanan helpdesk yang 
diharapkan lebih cepat  tersebut ternyata kurang efektif. Justru yang lebih 
banyak digunakan adalah jalur perorangan via telepon, sms atau chatting dari 
user kepada pegawai di KP atau jalur diskusi antar user di 
mail.perbendaharaan.go.id. Jalur "tidak resmi" ini lebih diminati karena mampu 
memenuhi kebutuhan akan kecepatan respon dan memberikan solusi yang tepat. 
Meskipun solusi yang diberikan sifatnya hanya saran atau pendapat tapi mampu 
mengatasi permasalahan yang ada secara cepat, itu yang dirasa lebih penting 
bagi user. 
Oleh karena itu, agar SSD bisa memenuhi harapan user dan berfungsi dengan baik 
sebagai sarana pendukung SPAN maka sangat penting untuk belajar dari pengalaman 
yang sudah ada sekaligus mengantisipasi potensi kelemahan yang mungkin terjadi, 
dan ini merupakan kewajiban semua pihak tentunya. 
Sebagian dari kelemahan ini justru bersumber dari keunggulan SSD sendiri yang  
merupakan jalur komunikasi dan informasi dua arah yang (1) menggunakan sarana 
IT (2) bersifat tunggal (3) bisa menjawab semua hal, baik masalah IT maupun 
non-IT (4) memberikan jawaban secara cepat dan (5) memberikan jaminan bahwa 
solusi yang disampaikan adalah tepat bisa menjadi dasar hukum bagi unit 
operasional.

Dalam hal apa terdapat potensi kelemahan SPAN Service Desk ?
1. Ketersediaan layanan. SSD harus selalu "on-line" dan siap digunakan setiap 
saat di seluruh unit operasional, di pegunungan maupun di kepulauan dan 
disegala cuaca karena user SPAN tersebar diseluruh penjuru negeri yang berbeda 
kualitas infrastruktur IT-nya.
2. Kecepatan respon. SSD harus mampu memberikan respon yang cepat sesuai 
kompleksitas permasalahan karena user membutuhkan jawaban yang cepat karena 
dituntut harus memberikan layanan yang cepat pula kepada pihak lain. Karena 
merupakan jalur tunggal, bisa saja terjadi antrian permasalahan yang menumpuk 
dan memperlambat respon ini.
3. Kepastian solusi. SSD harus menjamin bahwa solusi diberikan dengan cepat dan 
merupakan solusi yang tepat serta dapat diterapkan disemua unit operasional 
yang memiliki perbedaan kondisi dan keterbatasan infrastruktur serta kendala 
geografis. Kepastian juga penting karena solusi dari SSD harus bisa menjadi 
`dasar hukum' tindakan yang dilakukan unit operasional. 

Jadi apa yang bisa kita lakukan ?
1.      Jika memungkinkan, peluncuran layanan SSD dilakukan sedini mungkin, 
bahkan jauh sebelum SPAN mulai di implementasikan. Hal ini agar user maupun 
pengelola sudah familiar dengan pemanfaatan SSD dan seluruh kendala teknis 
telah teratasi dengan baik.
2.      Sejak sekarang sudah harus dilakukan pengumpulan dan penyusunan katalog 
peraturan terkait proses bisnis yang lengkap dan akurat agar dalam memberikan 
jawaban permasalahan bisa lebih cepat dan akurat. Hal ini menjadi penting, 
khususnya jika terkait dengan permasalahan yang sangat urgen dan sensitif 
seperti boleh tidaknya pembayaran tagihan. 
3.      Dilakukan upaya dokumentasi permasalahan IT, baik hardware maupun 
software yang sudah ada dan solusi yang sudah terbukti tepat sebagai modal 
dasar informasi dalam SSD.

Melihat kondisi yang ada, berupa tingginya potensi permasalahan, terbatasnya 
kompetensi dan tidak meratanya penyebaran SDM, banyaknya peraturan dan instansi 
terkait, serta masih adanya kendala infrastruktur dan geografis, maka SSD bisa 
menjadi solusi masalah yang bisa diandalkan di masa depan. Namun demikian, agar 
SSD bisa berfungsi dengan efisien dan efektif sesuai harapan, tentu semua pihak 
perlu bekerja keras untuk mempersiapkan dan mewujudkannya. Termasuk secara 
terus menerus memberikan kritik, masukan dan saran agar keberhasilan 
implementasi SPAN sebagai bagian program reformasi birokrasi menjadi semakin 
nyata.

Maaf kalo ada yang salah atau kurang pas.

Salam dari kesejukan pegunungan,

Kirim email ke