SPAN fokus pada sistem Kementerian Keuangan Saja. Bagaimana K/L (satker)???
perhatian Pak Ha be we sangat mengena, penting dan sangat logis. "lebay jika K/L menjadi urusan kita juga, sedang SPAN sendiri tidak menyentuh K/L" sebagaimana dijelaskan pada banyak kesempatan oleh Bapak2 kita di Dit.TP bahwa SPAN hanya membuat sistem pengelolaan keuangan pada Kementerian Keuangan saja, sedangkan sistem yang ada di K/L itu dibuatkan 'mirror-nya'. lebih lugasnya, dalam Kontrak SPAN: sistem yang dibuat hanya Sistem di Kem. Keuangan saja. saya membayangkan sederhana saja.. jika sistem SPAN yang full-otomatisasi dalam pelaksanaan anggaran.. sedangkan dalam pelaksanaan anggaran itu dunia itu dibagi dua: K/L dan Kementerian Keuangan dan proses itu di K/L tidak kalah banyaknya, dan sistem yang di Kementerian Keuangan akan jalan hanya berdasarkan Input (hasil proses) dari sistem di K/L.. maka jika sistem yang di K/L (dengan jumlah ribuan satker) tidak bisa men-suport sistem di Kem. Keuangan, disebabkan oleh berbagai permasalahan di satker: baik sistem IT, Sarana-prasarana, SDM, dlsb.. Bagaimana menjalankan sisten pelaksanaan anggaran yang ada di Kem. Keuangan ? karena Inputnya, yang note bene dari satker bermasalah..? hal ini yang harus menjadi perhatian Kritis Dit.TP sebagai pengawal suksesnya SPAN... saat mulai di-operasionalkannya sistem SPAN, harus dijaga keberlangsungan layanan Kementerian Keuangan dalam Penyaluran dana APBN di seluruh Indonesia. ini penting... Karena Sistem/pola atau mekanisme apa saja yang dipakai, minumnya: Dana APBN tersalurkan..(iklan teh he..he..) jangan sampai proses yang sangat penting ini(penyaluran dana APBN) akan stag.. karena antisipasinya kurang. bisa dibayangkan jika itu terjadi, misalnya tanggal 1 gaji tidak bisa dibayarkan.. atau pembayaran utk beberapa waktu tidak bisa dilakukan di banyak tempat di Indonesia, yang dalam konteks pembicaraan kita kali ini, lebih disebabkan oleh satker.. Jika kejadian itu terjadi.. masyarakat tidak akan mempertanyakan sebab masalahnya ada dimana.. tidak pada tempatnya kita nanti pada saat itu akan menjelaskan bahwa " kesalahan tidak pada sistem kami, tapi lebih pada (pesawat Tv) sistem anda" ... jika itu terjadi.. Demonstrasi yang tadinya datang ke kantor aparat penegak hukum, ke DPR.. nanti bisa juga demonstrasi itu datang ke KPPN di seluruh Indonesia... sedikit berlebihan memang.. tetapi lebih baik kita mengantisipasi dari sekarang dari pada tidak sama sekali, agar sistem Di K/L menjadi perhatian yang tidak kalah pentingnya dalam proses implementasi SPAN.. Atau boleh juga pagar2 depan KPPN ditinggikan sejak saat ini, spt DPR di senayan.. utk antisipasi demonstran karena tidak ada Plan-B nya he.he..he.. Pengalaman MPN kita membuktikan, implementasi yang dipersiapkan jauh2 sebelumnya... bisa saja stag di perjalanan karena ada rumusan yang sama pada SPAN dan MPN yaitu: Sistem ini sangat TERGANTUNG pada sistem lain di luar sana. Jika MPN sangat tergantung pada sistenm di perbankan... SPAN: akan sangat tergantung pada sistem di lebih dari 50.000 satker di seluruh Indonesia. Kami bukannya kontra SPAN.. tapi kita bersama wajib memberikan masukan2 kepada Tim SPAN, karena kita mempunyai tanggung jawab yang sama pada Ditjen Perbendaharaan, khususnya dalam Pelaksanaan Anggaran. Terimakasih Pa Ha be we.. telah membuka sudut pandang yang lain. Maju Perbendaharaan Indonesia. dengan akan lebih banyak

