biarpun kami berada jauh di seberang pulau, bukankah kami bagian dari FoSSEI?
biarpun kami tak memiliki roda untuk mengantarkan kami ke kota Gudeg, bukankah kami adalah bagian dari FoSSEI? jika yang berhak mengikuti acara 2 nasional adalah KSEI yang mampu, bukankah seyogyanya, forum silaturahim ini dapat membantu anggotanya yang kurang bahkan tidak mampu?? tapi kenapa, saya, ah bukan, kami, tak merasakannya. tempat kami memang terpencil, ah tidak, kami dekat dengan ibukota tapi kami tak merasakan ada ibu yang membimbing dan mengembangkan diri kami. Bukankah FoSSEI ada, karena adanya KSEI - KSEI yang berdaya. lalu mengapa KSEI-KSEI yang belum berdaya, merasa tertinggal jauh. sementara, acara2 yang ibu kami adakan adalah acara2 nasional yang tiap tahunnya berpindah tempat, dan itu memakan biaya besar. bukankah untuk terbang ke sana, memerlukan senjata. yang kami tak punya. ah, mengeluh! benci aku atas kata ini. ibu, kami hendak bertanya, apakah kerjamu hanya mengadakan event2 nasional,,,,yang kami harus datang....? jika tak datang, maka kami bukanlah anggotamu, bukan anakmu. jadi engkau hanya bisa dikunjungi oleh orang2 yang kaya, yang punya uang, yang bisa terbang ke seluruh indonesia. sementara kami, atau rakyat indonesia. tak mengenal apa itu FoSSEI. tak mengenal apa itu ekonomi islam. maaf ibu, mungkin saudara2ku akan memprotes keluhanku ini. "tidak benar! tidak begitu! kami mempunyai visi membumikan ekonomi islam!" bahkan mungkin, engkau pun berkata begitu, "ibu" kami ingin merasakan kasih sayang seorang "ibu" yang tidak hanya ingin didatangi tapi juga mendatangi kami. kami rindukan itu kami rindukan visimu yang mulia, maafkanlah kami, ibu

