Akhi, bagus skali puisi antum, belajar dimana yaa??? ajarin dong'kkk....
  bincang-bincang tentang dana(untuk transportasi ke acara2 "ibu kita"),  ana 
teringat ketika membahas Risalah Pergerakan subbab "warna apakah  yang kita 
pilih?" seorang teman membagikan pengalamannya setelah ia  pulang dari sebuah 
kabupaten di sul-sel menangani proyek penyusunan  APBD,  kata teman saya itu, 
kita bisa tau arah politik ekonomi  daerah, apakah kapitalis, sosialis, ataukah 
islamis, ketika penyusunan  APBD atau pada akhir tahun untuk menghabiskan 
anggaran, kemanakah  anggaran itu dihabiskan?? setelah bercerita panjang lebar, 
 teman  saya  ini kemudian melemparkan pertanyaan, seandainya kita duduk  di 
deretan orang yang menyusun anggaran, warna  politik ekonomi  apa yang kita 
pilih, apakah sosialis, kapitalis ataukah islamis. Semua  kita, pasti memilih 
yang terakhir:ISLAMIS. Ia kemudian kembali  bertanya, bagaimana cara kita 
mengimplementasikannya, anggaran2 apa  saja yang kita biayai?? lanjut sang 
teman, ustadz kita (ana kurang tau  kalo di pusat) yang duduk di
 dewan, sangat pandai mengkritik, pintar,  cerdik, sangat pintar, tapi tidak 
ada solusi yang ditawarkan, mereka  juga masih awam  anggaran, bahkan sangat 
awam (mungkin kalo fiqh  dakwah, ceritanya pasti beda). Saya kemudian bertanya 
pada diri saya  (kita semua) jika kita di posisi itu, kemanakah anggaran itu 
berputar,  apakah kita pandai membaca anggaran??? teman tersebut kemudian 
memberi  saran,  mungkin kita juga perlu belajar membedah anggaran,liku-likunya 
dan lain  sebagainya, bukan cuma ekonomi Islam, sekarang tahapan dakwah kita 
kian  meninggi, sebentar lagi pengelolaan negara, kalo mengelola anggaran,  
kita masih dipermainkan, jangan pernah bermimpi mengelola negara.  jadi anggota 
dewan (bukan bermaksud mengejar jabatan ya, tapi  profesional, pada saat 
penyusunan anggarankan, KSEI antum-kita-bisa  kena cipratannya, dari pada lari 
ke organisasi lain. )
  Akhi, biarlah "ibu kita" dengan "pakaian pestanya".mungkin bukan rejeki  
antum ikut "pesta-pestanya ibu", tapi mudah-mudahan adik-adik antum  kelak di 
kemudian hari, seperti imam syahid yang "tak pernah merasakan  apa yang telah 
dibangunnya". bekerjalah kamu niscaya Allah, Rasulnya serta orang-orang yang 
beriman akan menjadi saksi
  
barep_hay <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                            
biarpun kami berada jauh di seberang pulau,
  bukankah kami bagian dari FoSSEI?
  
  biarpun kami tak memiliki roda untuk mengantarkan kami ke kota Gudeg,
  bukankah kami adalah bagian dari FoSSEI?
  
  jika yang berhak mengikuti acara 2 nasional adalah KSEI yang mampu,
  bukankah seyogyanya, forum silaturahim ini dapat membantu anggotanya 
  yang kurang bahkan tidak mampu??
  
  tapi kenapa, saya, ah bukan, kami,
  tak merasakannya.
  tempat kami memang terpencil, ah tidak, kami dekat dengan ibukota
  tapi kami tak merasakan ada ibu yang membimbing dan mengembangkan 
  diri kami.
  
  Bukankah FoSSEI ada, karena adanya KSEI - KSEI yang berdaya.
  lalu mengapa KSEI-KSEI yang belum berdaya, merasa tertinggal jauh.
  sementara, acara2 yang ibu kami adakan adalah acara2 nasional yang 
  tiap tahunnya berpindah tempat, dan itu memakan biaya besar.
  
  bukankah untuk terbang ke sana, memerlukan senjata.
  yang kami tak punya.
  
  ah, mengeluh!
  benci aku atas kata ini.
  ibu, kami hendak bertanya, apakah kerjamu hanya mengadakan event2 
  nasional,,,,yang kami harus datang....?
  jika tak datang, maka kami bukanlah anggotamu, bukan anakmu.
  jadi engkau hanya bisa dikunjungi oleh orang2 yang kaya, yang punya 
  uang, yang bisa terbang ke seluruh indonesia. sementara kami, atau 
  rakyat indonesia. tak mengenal apa itu FoSSEI. tak mengenal apa itu 
  ekonomi islam.
  
  maaf ibu, mungkin saudara2ku akan memprotes keluhanku ini.
  "tidak benar! tidak begitu! kami mempunyai visi membumikan ekonomi 
  islam!"
  bahkan mungkin, engkau pun berkata begitu, "ibu"
  
  kami ingin merasakan kasih sayang seorang "ibu"
  yang tidak hanya ingin didatangi
  tapi juga mendatangi kami.
  
  kami rindukan itu
  kami rindukan visimu yang mulia,
  
  maafkanlah kami, ibu
  
  
      
                                                    

       
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals?  Find them fast with Yahoo! Search.

Kirim email ke