SEPAKAT.
   
  FoSSEI perlu memikirkan langkah gerak kedepan, tidak lagi centralis, tetapi 
lebih mengarahkan pengembangan keluar, Perlu memikirkan "Subsidi silang" Ilmu 
pengetahuan antara di pusat dan "yang bukan pusat", sehingga penerapan, 
penyebaran, dan pemahaman ekonomi Islam lebih merata, tidak bertumpuk di pusat 
saja, sedangkan yang bukan pusat malah gersang dengan ekonomi Islam.
   
  masalah "kewajiban" untuk hadir di acara-cara pusat sebaiknya hukumnya 
disunahkan saja, jadi bila ada KSEI yang tidak mampu untuk mengikuti acara 
FoSSEI tetap bisa menjadi anggota, saya yakin, KSEI yang gak pergi bukannya gak 
mau pergi, tapi gak ada uang buat pergi.
   
  kita perlu memikirkan bagaimana cara yang efektif untuk tetap bersilaturahmi 
tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar.  ADA YANG PUNYA IDE????????

muhammad hafiz <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Semoga FoSSEI dapat menanggapi persoalan ini dengan serius.

Sudah saatnya FoSSEI berfikir ulang mengenai format organisasi, program kerja, 
sumber pendanaan dan target-target yang jelas "AKAN MENJADI SEPERTI APA FoSSEI  
5, 10, 15, 20, BAHKAN KALAU PERLU 100 TAHUN KEDEPAN". apakah akan tetap 
bertahan seperti ini ????? atau menjadi lebih baik???? atau jangan-jangan 
FoSSEI akan hilang ditelan waktu???? 

barep_hay <[EMAIL PROTECTED]> wrote:      biarpun kami berada jauh di seberang 
pulau,
bukankah kami bagian dari FoSSEI?

biarpun kami tak memiliki roda untuk mengantarkan kami ke kota Gudeg,
bukankah kami adalah bagian dari FoSSEI?

jika yang berhak mengikuti acara 2 nasional adalah KSEI yang mampu,
bukankah seyogyanya, forum silaturahim ini dapat membantu anggotanya 
yang kurang bahkan tidak mampu??

tapi kenapa, saya, ah bukan, kami,
tak merasakannya.
tempat kami memang terpencil, ah tidak, kami dekat dengan ibukota
tapi kami tak merasakan ada ibu yang membimbing dan mengembangkan 
diri kami.

Bukankah FoSSEI ada, karena adanya KSEI - KSEI yang berdaya.
lalu mengapa KSEI-KSEI yang belum berdaya, merasa tertinggal jauh.
sementara, acara2 yang ibu kami adakan adalah acara2 nasional yang 
tiap tahunnya berpindah tempat, dan itu memakan biaya besar.

bukankah untuk terbang ke sana, memerlukan senjata.
yang kami tak punya.

ah, mengeluh!
benci aku atas kata ini.
ibu, kami hendak bertanya, apakah kerjamu hanya mengadakan event2 
nasional,,,,yang kami harus datang....?
jika tak datang, maka kami bukanlah anggotamu, bukan anakmu.
jadi engkau hanya bisa dikunjungi oleh orang2 yang kaya, yang punya 
uang, yang bisa terbang ke seluruh indonesia. sementara kami, atau 
rakyat indonesia. tak mengenal apa itu FoSSEI. tak mengenal apa itu 
ekonomi islam.

maaf ibu, mungkin saudara2ku akan memprotes keluhanku ini.
"tidak benar! tidak begitu! kami mempunyai visi membumikan ekonomi 
islam!"
bahkan mungkin, engkau pun berkata begitu, "ibu"

kami ingin merasakan kasih sayang seorang "ibu"
yang tidak hanya ingin didatangi
tapi juga mendatangi kami.

kami rindukan itu
kami rindukan visimu yang mulia,

maafkanlah kami, ibu




    
---------------------------------
  Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.   

                         

       
---------------------------------
Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage.

Kirim email ke