Assalamu'alaikum,Wr,Wb
Anda Benar, ini sebagai pembanding bagi rekan2 yang berpendapat seperti kaum 
sekuler yang memisahkan Agama dgn Politik, Ekonomi, dll

Selain itu masih banyak pendapat tentang Politik diantaranya adalah :

Ø       Fatwa Asy Syeikh Al'Allamah 'Abdul Aziz Bin Baz Rahimahullah (Mufti 
Umum Kerajaan Saudi Arabia) : Bahwa dalam kondisi darurat dan untuk 
kemaslahatan dakwah dibolehkan mengikuti Pemilihan Umum dan masuk di 
Parlemen (sumber : Majalah Ishlah Emirat Arab, terbitan No.241 tanggal 
27/12/1414H., dan Majalah Al'Araby, musim panas th 1987, Almumtaz Syarah 
bayan Bin Baz karya Syaikh Safar Al Hawali)

Ø       Fatwa Asyeihk Muhammad Sholeh Ibnu Utsaimin (Ulama terkemuka di 
kerajaan Saudi Arabia) : Diperbolehkan masuk ke Parlemen, Jika masuk dalam 
Parlemen untuk menentang setiap kebijakan, aturan pemerintah yang 
bertentangan dengan Syariat Islam dan dia memiliki kemampuan dalam 
berargumentasi, bernegosiasi untuk meyakinkan pihak pemerintah serat mampu 
melakukan pembelaan, maka masuknya ke Parlemen ini merupakan kemaslahatan 
agar dapat menyampaikan yang Hak dan menampakannya di hadapan orang yang 
masih menyembunyikannya atau yang berpura-pura tidak tahu.

Ø       Fatwa As Syeikh Al Muhadits Ahmad Muhammad Syakir (dalam bukunya ; 
Hukmu Al Jahiliyah, hal.126) : Diperbolehkan masuk Ke Parlemen karena : 
Dalam kondisi yang sulit akan terdapat sebuah jalan untuk memperjuangkan 
Syariat Islam, yaitu; jalan damai yang sah secara undang-undang, dengan cara 
menyebarluaskan Dakwah di tengah-tengah umat, ber-mujahadah dalam 
memperjuangkannya dan terang-terangan dalam menyampaikannya dakwah melalui 
Pemilihan Umum agar kita bisa berhukum dengan hukum yang dikehendaki umat 
islam

Ø       Fatwa Fadlilah Al Qodli Al 'Allamah Muhammad Bin Ismail Al 'Amrany 
(Mufti terkemuka negara Yaman) : Karena Pemilu merupakan salah satu pintu 
masuk untuk memperjuangkan yang hak dan amar ma'ruf nahyi munkar, maka kita 
harus memasukinya dan menjalani prosesnya



Semoga Bermanfaat



Wassalamu'alaikum Wr,Wb



----- Original Message ----- 
From: "Bambang Agustutianto" <[EMAIL PROTECTED]>
To: "Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP" 
<[email protected]>
Sent: Wednesday, January 31, 2007 9:32 AM
Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Ingat2 40 hari lagi Ingat Nomer 4 'SADAR'


> wikipedia adalah ensiklopedia umum, siapa saja boleh menulis di situ. 
> banyak
> item2 yg masih kosong.
>
>
> -----Original Message-----
> From: [EMAIL PROTECTED]
> [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Syaprisal Indratno
> Sent: Wednesday, January 31, 2007 8:49 AM
> To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP
> Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Ingat2 40 hari lagi Ingat Nomer 4 'SADAR'
>
>
>
> Assalamu'alaikum Wr,Wb
>
> Afwan saya kurang sependapat dengan Kalimat tersebut seperti yg ditulis 
> oleh
>
> saudara amrinal gustian : Politik itu penuh dengan kebohongan semuanya
> memberikan janji entah apapun partainya partai berasas Islamkah,
> Nasionaliskah sama saja.
>
> Untuk lebih detail kenapa ? silahkan Baca!
>
> Politik di dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah siyasah. Oleh sebab 
> itu,
>
> di dalam buku-buku para ulama salafush shalih dikenal istilah siyasah
> syar'iyyah,
> misalnya. Dalam Al Muhith, siyasah berakar kata sâsa - yasûsu. Dalam 
> kalimat
>
> Sasa addawaba yasusuha siyasatan berarti Qama 'alaiha wa radlaha wa 
> adabbaha
>
> (mengurusinya, melatihnya, dan mendidiknya). Bila dikatakan sasa al amra
> artinya dabbarahu (mengurusi/mengatur perkara).
>
> Jadi, asalnya makna siyasah (politik) tersebut diterapkan pada pengurusan
> dan pelatihan gembalaan. Lalu, kata tersebut digunakan dalam pengaturan
> urusan-urusan manusia; dan pelaku pengurusan urusan-urusan manusia 
> tersebut
> dinamai politikus (siyasiyun). Dalam realitas bahasa Arab dikatakan bahwa
> ulil amri mengurusi (yasûsu) rakyatnya saat mengurusi urusan rakyat,
> mengaturnya, dan menjaganya. Begitu pula dalam perkataan orang Arab
> dikatakan : 'Bagaimana mungkin rakyatnya terpelihara (masûsah) bila
> pemeliharanya ngengat (sûsah)', artinya bagaimana mungkin kondisi rakyat
> akan baik bila pemimpinnya rusak seperti ngengat yang menghancurkan kayu.
> Dengan demikian, politik merupakan pemeliharaan (ri'ayah), perbaikan
> (ishlah), pelurusan (taqwim), pemberian arah petunjuk (irsyad), dan
> pendidikan (ta`dib).
>
> Rasulullah SAW sendiri menggunakan kata politik (siyasah) dalam sabdanya :
> "Adalah Bani Israil, mereka diurusi urusannya oleh para nabi (tasusuhumul
> anbiya). Ketika seorang nabi wafat, nabi yang lain datang menggantinya.
> Tidak ada nabi setelahku, namun akan ada banyak para khalifah" (HR. 
> Bukhari
> dan Muslim). Teranglah bahwa politik atau siyasah itu makna awalnya adalah
> mengurusi urusan masyarakat. Berkecimpung dalam politik berarti
> memperhatikan kondisi kaum muslimin dengan cara menghilangkan kezhaliman
> penguasa pada kaum muslimin dan melenyapkan kejahatan musuh kafir dari
> mereka. Untuk itu perlu mengetahui apa yang dilakukan penguasa dalam 
> rangka
> mengurusi urusan kaum muslimin, mengingkari keburukannya, menasihati
> pemimpin yang mendurhakai rakyatnya, serta memeranginya pada saat terjadi
> kekufuran yang nyata (kufran bawahan) seperti ditegaskan dalam banyak 
> hadits
>
> terkenal. Ini adalah perintah Allah SWT melalui Rasulullah SAW. Berkaitan
> dengan persoalan ini Nabi Muhammad SAW bersabda :
>
>  "Siapa saja yang bangun pagi dengan gapaiannya bukan Allah maka ia
> bukanlah (hamba) Allah, dan siapa saja yang bangun pagi namum tidak
> memperhatikan urusan kaum muslimin maka ia bukan dari golongan mereka." 
> (HR.
>
> Al Hakim)
> Rasulullah ditanya oleh sahabat tentang jihad apa yang paling utama. 
> Beliau
> menjawab : "Kalimat haq yang disampaikan pada penguasa" (HR. Ahmad).
>
> Berarti secara ringkas Politik Islam memberikan pengurusan atas urusan
> seluruh umat Muslim.
>
> Namun, realitas politik demikian menjadi pudar saat terjadi kebiasaan umum
> masyarakat dewasa ini baik perkataan maupun perbuatannya menyimpang dari
> kebenaran Islam yang dilakukan oleh mereka yang beraqidahkan sekularisme,
> baik dari kalangan non muslim atau dari kalangan umat Islam. Jadilah 
> politik
>
> disifati dengan kedustaan, tipu daya, dan penyesatan yang dilakukan oleh
> para politisi maupun penguasa. Penyelewengan para politisi dari kebenaran
> Islam, kezhaliman mereka kepada masyarakat, sikap dan tindakan sembrono
> mereka dalam mengurusi masyarakat memalingkan makna lurus politik tadi.
> Bahkan, dengan pandangan seperti itu jadilah penguasa memusuhi rakyatnya
> bukan sebagai pemerintahan yang shalih dan berbuat baik. Hal ini memicu
> propaganda kaum sekularis bahwa politik itu harus dijauhkan dari agama
> (Islam). Sebab, orang yang paham akan agama itu takut kepada Allah SWT
> sehingga tidak cocok berkecimpung dalam politik yang merupakan dusta,
> kezhaliman, pengkhianatan, dan tipu daya. Cara pandang demikian, 
> sayangnya,
> sadar atau tidak mempengaruhi sebagian kaum muslimin yang juga sebenarnya
> ikhlas dalam memperjuangkan Islam. Padahal propaganda tadi merupakan
> kebenaran yang digunakan untuk kebathilan (Samih 'Athief Az Zain, As 
> Siyasah
>
> wa As Siyasah Ad Dauliyyah, hal. 31-33). Jadi secara ringkas Islam tidak
> bisa dipisahkan dari politik.
>
>
>
> Sumber:  Wikipedia Indonesia
>
> ----- Original Message ----- 
> From: "amrinal gustian" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: "Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP"
> <[email protected]>
> Sent: Tuesday, January 30, 2007 11:00 PM
> Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Ingat2 40 hari lagi Ingat Nomer 4 'SADAR'
>
>
>> Disayangkan sekali kalo milis ini sudah mengarah ke
>> yang tidak adil dan jadi ajang Kampanye politik, benar
>> adanya adil dekat dengan taqwa, rekan2 milis Politik
>> itu penuh dengan kebohongan semuanya memberikan janji
>> entah apapun partainya partai berasas Islamkah,
>> Nasionaliskah sama saja, Lebih baik milis ini jadi
>> sarana peningkatan Keimanan dan Ketaqwaan kita supaya
>> kita tidak terjebak dengan pertentangan sesama muslim.
>>
>> Mohon maaf kalau ada yang tidak berkenan.
>>
>>
>> Wassalam
>
>
> ********************************************************
> Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
> ********************************************************
> Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
> http://www.usahamulia.net
>
> Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
> [EMAIL PROTECTED]
>
> ********************************************************
>
> ********************************************************
> Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
> ********************************************************
> Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
> http://www.usahamulia.net
>
> Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
> [EMAIL PROTECTED]
>
> ********************************************************
>
> 


********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************

Kirim email ke