anda ngomong sedemikian panjang lebar hanya utk menjelaskan hal simple dan 
sederhana saja, baik perusahaan swasta ataupun perusahaan negara bisa go 
public. kayak gini ya semua orang tahulah. 
 

 tetapi tetap saja tidak bisa sebuah perusahaan negara disebut swasta atau 
private.
 

 sebenarnya apa tujuan anda mati2an bilang perusahaan negara itu private? 
ekonomi itu jelas dibagi 2: public sector dan private sector. sekarang mau anda 
kacau balaukan ha ha ha aneh2 ngomong sampai berbusa gimanapun nggak ada yg 
beli.
 

 
---In [email protected], <nesare1@...> wrote :

 Jonathan: Perusahaan negara = perusahaan swasta?
 Nesare: kan sudah pernah ente tanyakan: 
 Jonathan: jadi menurut anda pemerintah = swasta?
 tidak tapi bisa.  Swasta = private = saham 100% dimiliki oleh suatu institusi 
bisa oleh pemerintah maupun perseorangan dan sekelompok investors.
  
 Nesare: “Tidak dan bukan”, contohnya: PGN adalah BUMN/pemerintah yang sudah go 
public. Ini artinya PGN = BUMN = pemerintah = public. Jadi PGN bukan 
swasta/private.
 “Bisa”, contohnya: pertamina yang 100% sahamnya dimiliki pemerintah Indonesia. 
Ini artinya pertamina = pemerintah = swasta/private tapi bukan public company.
  
 Ane tambahin: PGN itu adalah BUMN. Artinya BUMN itu adalah kepemilikan harus 
at least 51%. Jadi gak ada perusahaan pemerintah Indonesia kepemilikannya 
dibawah 51%. 
  
 Yg go public disebut persero. Ini biasanya disebut orang awam bisnis sebagai 
swastanisasi/privatisasi. Ini salah kaprah. Kenapa rakyat Indonesia yg awam 
bisnis menggunakan istilah ini. ini karena diindonesia banyak perusahaan yg 
dimiliki oleh pemerintah yg biasa disebut BUMN. Dinegara2 kapitalis yg 
pemerintah gak banyak ikut campur tangan dalam urusan bisnis gak ada pengertian 
ini. ini yg ente bilang Bahasa bisnis dan ente goblok2in ente yg gak ngerti 
bisnis.
  
 Jadi ketika pemerintah Indonesia menjual kepemilikan atas suatu perusahaan 
baik dibursa dalam negeri maupun luar negeri, itu namanya go public. Dalam 
Bahasa bisnis, itu disebut: swastanisasi/privatisasi. Jadi privatisasi itu 
adalah menjual kepemilikan atas suatu perusahaan ke khalayak ramai. Jadi 
privatisasi itu bukan perusahaan pemerintah Indonesia menjadi perusahaan 
swasta/rakyat yg diotak ente itu. Dimana letak swastanya? Wong 
pemilik/shareholders nya bisa pemerintah dan atau rakyat? 
  
 Dimana logikanya mengkontraskan pemerintah against swasta/non pemerintah? Wong 
yg menjadi focus itu adalah hak kepemilikan!
  
 Ampun ampun gobloknya.
 Sampai segini panjang masih gak ngerti?!!!
  
 Tambahan lagi biar ente tambah pusing hehehehe. Ente nanya referensi 
perusahaan negara = perusahaan swasta. 
 Kalau di Indonesia pake’ referensi ente saja ya UU no. 19 tahun 2003 itu, 
perusahaan negara alias BUMN yg 100% dimiliki negara itu adalah perum misalnya: 
perum perikanan Indonesia, perum peruri yg cetak duit di Indonesia dll. Semua 
perum ini kepemilikan 100% oleh pemerintah. Karena tidak diperdagangkan dibursa 
ini bisa disebut sbg private company dalam istilah bisnis. Hanya saja di 
Indonesia istilah ini gak pernah dipakai. Yg dipakai adalah istilah BUMN dan 
perum. Sekali lagi BUMN ini dari ilmu bisnis dan dilihat dari segi kepemilikan 
adalah perusahan swasta/private krn kepemilikannya tidak diperdagangkan dibursa 
saham.
  
 Kalau persero itu bisa sudah go public (terbuka) seperti krakatau steel, semen 
Indonesia, indo farma, kimia farma dll atau masih tertutup seperti PT. 
dirgantara Indonesia, semen kupang, PT garam, PT. balai pustaka, pindad dll. 
Persero itu ada yg terbuka dan tertutup. Persero yg terbuka artinya saham2nya 
sudah diperdagangkan di bursa. Artinya ini public company. It doesn’t matter 
whether the majority owner is government or non government. Hanya diindonesia 
lajimnya orang2 menyebutnya: BUMN. Yg lebih teliti akan bilang itu adalah 
persero bukan perum.
 Persero tertutup yg saham2nya belum diperdagangkan dibursa, disebut sbg 
perusahaan swasta/private company dari segi ilmu bisnis. Tetapi ketika persero 
ini go public melakukan IPO artinya persero ini tidak bisa disebut sbg private 
company melainkan perusahan public/public company. Di Indonesia menurut hokum 
dagang Indonesia BUMN yg boleh menjual kepemilikannya ke umum/bursa itu hanya 
persero BUKAN PERUM! PERUM 100% dimiliki oleh pemerintah. Ini lajimnya tetapi 
ada pengecualiannya seperti PT. pupuk kaltim yg pemegang saham mayoritas PT 
Pupuk Indonesia (Persero) sebesar 99,999% dan Yayasan Tabungan Hari Tua 
Karyawan PT Pupuk Kalimantan Timur sebesar 0,001%. SAHAMNYA HANYA 0,001% 
dimiliki oleh non pemerintah yaitu: yayasan tabungan hari tua karyawan! TETAPI 
PT. PUPUK KALTIM DISEBUT BUMS!!!!!!
 PT. pupuk kaltim ini tertutup artinya ini private company. 
  
 Lihat ini di Bloomberg ada artikel yg bilang PT. pupuk kaltim adalah private 
company. Kenapa Bloomberg bilang PT. pupuk kaltim adalah private company? Ini 
baru benar karena mereka ngerti bisnis dan melihat private vs. public company 
itu dari segi kepemilikan bukan government vs. private/swasta kaya’ diotak 
ente!!!! 
http://www.bloomberg.com/research/stocks/private/snapshot.asp?privcapid=22096399
 
http://www.bloomberg.com/research/stocks/private/snapshot.asp?privcapid=22096399
  
 Coba search di google BUMN Indonesia itu istilah yg dipakai public company vs. 
private company atau government company vs. private company!
 Sampai botak juga gak akan ketemu ada orang yg mengkontraskan private company 
against government company. Hanya ente dan orang Indonesia yg gak salah kaprah 
gak ngerti bisnis. Saking banyak nya BUMN diindonesia bikin rancu banyak orang 
termasuk ente, makanya Jokowi bener harus dibetulis BUMN ini supaya jalannya 
bener dan produktif shg duitnya masuk ke kas negara dan bisa dimanfaatkan buat 
rakyat Indonesia. Kalau tidak dibenahi yg seperti dulu sampai sekarang sarang 
korupsi dan makanya rugi melulu krn ditilep duitnya.
  
 Nesare
  
  
 From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Monday, September 26, 2016 7:41 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [GELORA45] Lenin dan Ekonomi Pasar ==> Program Anti KKN dan 
Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1)


  
  
  
 menarik juga melihat anda berkilah ha ha ha, coba anda berikan referensi kalau 
perusahaan negara itu sama dengan perusahaan swasta.

---In [email protected] mailto:[email protected], <nesare1@... 
mailto:nesare1@...> wrote :
 landasan hukum mengenai BUMN telah tercantum dalam Undang-undang No.19 Tahun 
2003 pasal 1, yang berbunyi: “BUMN adalah badan usaha yang seluruh atau 
sebagian besar modalnya dimiliki oleh Negara melalui penyertaan secara langsung 
yang berasal dari kekayaan Negara yang dipisahkan”.
  
 Ane bilang ente salah besar dengan mengatakan: private company itu adalah 
perusahaan milik swasta/non pemerintah. Kenapa salah? Karena private atau 
public company itu ditentukan dari kepemilikan/saham. Private company itu bukan 
perusahaan milik swasta/non pemerintah seperti yang ada diotak ente yang salah 
itu! Private company itu bisa dimiliki siapa saja baik pemerintah, 
perseorangan, investment group, mutual fund company dll.
  
 Ini ide ente dulu ente nulis: Aneh aja yg namanya perusahaan negara itu ya 
milik negara, atau lebih tepatnya milik rakyat yg dikelola pemerintah. 
 Juga ente mengkontraskan pemerintah itu lawan nya swasta. Ini yang ane katakan 
salah!!! Salah besar!!!!! Kenapa salah? Karena kepemilikan yang menentukan 
perusahaan itu private atau public.
  
 Jadi private company itu adalah perusahaan yang saham2nya tidak diperdagangkan 
dibursa.
 Private company itu bukan perusahaan milik non pemerintah yang ente katakan 
perusahaan swasta itu!!!!
 Ente itu berpendapat private company itu adalah perusahaan yg dimiliki oleh 
swasta dalam arti swasta ini adalah non pemerintah.
 Makanya ente mengkontraskan swasta vs. pemerintah.
  
 Ini semua orang belajar bisnis tahu. Ini dari ilmu bisnis.
  
 Ente sekarang lari ke Indonesia. Ketika ente ngomong tentang bisnis 
diindonesia, ada hukum dagang yg berlaku di Indonesia. Istilahnya dinegara ente 
namanya: business law.
  
 Ketika ente kasih referensi UU no. 19 2003 itu ente sudah masuk dan bicara ttg 
bisnis diindonesia bukan dalam arti umum lagi.
  
 What’s your point bringing this issue into Indonesia business law?
  
 Nesare
  
  
  
  
 From: [email protected] mailto:[email protected] 
[mailto:[email protected] mailto:[email protected]] 
Sent: Monday, September 26, 2016 3:34 PM
To: [email protected] mailto:[email protected]
Subject: RE: [GELORA45] Lenin dan Ekonomi Pasar ==> Program Anti KKN dan 
Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1)


  
  
  
 Jonathan: Anda itu kalau nggak tahu apa2 mbok ya nggak usah belagunya minta 
ampun. Belajar dulu gih sebelum ngomong, baca2 dulu sana baru diskusi lagi jadi 
ngomongnya bisa nyambung.
  
 "BUMN Indonesia diatur melalui Undang-undang No. 19 Tahun 2003 tentang Badan 
Usaha Milik Negara. Menurut undang-undang ini, perusahaan yang berbentuk 
perseroan terbatas (PT) dan perusahaan umum (Perum) adalah dua bentuk BUMN. 
BUMN PT terbagi dua, yakni BUMN PT terbuka dan BUMN PT tertutup. BUMN terbuka 
adalah BUMN yang sahamnya dijual di bursa efek atau sahamnya terbagi dalam 
penguasaan banyak orang (fragmented), sedangkan BUMN PT tertutup dan Perum 
adalah BUMN yang sahamnya terkonsentrasi pada tangan Pemerintah yang diwakili 
oleh Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara."
 http://journal.sbm.itb.ac.id/index.php/mantek/article/view/137 
http://journal.sbm.itb.ac.id/index.php/mantek/article/view/137
  
 nesare: oh pakai referensi ini ya utk mempersoalkan BUMN itu ada terbuka dan 
ada yg tertutup. What is your point pakai referensi ini? ente mau ngomong apa? 
Apa yg mau ente salahkan ide ane? Ya referensi itu benar: PT ada yg terbuka 
(sahamnya diperdagangkan dibursa) dan ada PT yang tertutup (sahamnya tidak 
diperdagangkan dibursa).
  
 Apa yang mau salahkan ide ane?
  
 Aneh aneh saja ente ini. pakai referensi tetapi gak mendukung idenya sendiri!
  
 Ane bilang ente salah besar dengan mengatakan: private company itu adalah 
perusahaan milik swasta/non pemerintah. Kenapa salah? Karena private atau 
public company itu ditentukan dari kepemilikan/saham. Private company itu bukan 
perusahaan milik swasta/non pemerintah seperti yang ada diotak ente yang salah 
itu! Private company itu bisa dimiliki siapa saja baik pemerintah, 
perseorangan, investment group, mutual fund company dll.
  
 Nesare
  
  
 From: [email protected] mailto:[email protected] 
[mailto:[email protected] mailto:[email protected]] 
Sent: Monday, September 26, 2016 3:01 PM
To: [email protected] mailto:[email protected]
Subject: RE: [GELORA45] Lenin dan Ekonomi Pasar ==> Program Anti KKN dan 
Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1)


  
  
  
 Anda itu kalau nggak tahu apa2 mbok ya nggak usah belagunya minta ampun. 
Belajar dulu gih sebelum ngomong, baca2 dulu sana baru diskusi lagi jadi 
ngomongnya bisa nyambung.

  

 "BUMN Indonesia diatur melalui Undang-undang No. 19 Tahun 2003 tentang Badan 
Usaha Milik Negara. Menurut undang-undang ini, perusahaan yang berbentuk 
perseroan terbatas (PT) dan perusahaan umum (Perum) adalah dua bentuk BUMN. 
BUMN PT terbagi dua, yakni BUMN PT terbuka dan BUMN PT tertutup. BUMN terbuka 
adalah BUMN yang sahamnya dijual di bursa efek atau sahamnya terbagi dalam 
penguasaan banyak orang (fragmented), sedangkan BUMN PT tertutup dan Perum 
adalah BUMN yang sahamnya terkonsentrasi pada tangan Pemerintah yang diwakili 
oleh Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara."

 http://journal.sbm.itb.ac.id/index.php/mantek/article/view/137 
http://journal.sbm.itb.ac.id/index.php/mantek/article/view/137

 
---In [email protected] mailto:[email protected], <nesare1@... 
mailto:nesare1@...> wrote :
 Jonathan: BUMN yg sudah go public itu namanya BUMN terbuka.
 Nesare: jadi kalau BUMN yg belum go public itu namanya BUMN tertutup ya?
 Kedua istilah ini (BUMN terbuka dan BUMN tertutup) itu dari mana dapet 
referensinya?
 Yg ane pernah denger itu adalah PT. Krakatau steel Tbk. Ini artinya perusahaan 
Krakatau steel sdh go public dan saham2nya dimiliki semua orang termasuk 
pemerintah Indonesia.
  
 Ane gak pernah denger ada BUMN terbuka dan BUMN tertutup!
  
 Ada BUMN dan BUMS diindonesia! Ini hukum dagang di Indonesia. Ngomong2 ente 
ngerti endak artinya: hukum dagang ini? ane tanyainlah tapi ane sudah tahu ente 
gak ngerti!
  
 Hehehehe
  
  
 Nesare
  
  
 From: [email protected] mailto:[email protected] 
[mailto:[email protected] mailto:[email protected]] 
Sent: Monday, September 26, 2016 11:29 AM
To: [email protected] mailto:[email protected]
Subject: RE: [GELORA45] Lenin dan Ekonomi Pasar ==> Program Anti KKN dan 
Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1)


  
  
  
 anda belajar dulu definisi negara sebelum ngomong ngelatur gak karuan.

  

 BUMN yg sudah go public itu namanya BUMN terbuka.

---In [email protected] mailto:[email protected], <nesare1@... 
mailto:nesare1@...> wrote :
 Jonathan: Aneh aja yg namanya perusahaan negara itu ya milik negara, atau 
lebih tepatnya milik rakyat yg dikelola pemerintah.
 Nesare: anehnya dimana? Pertama negara itu bukan rakyat dalam arti kepemilikan 
atas suatu perusahaan. Negara ya negara. Pemasukan dan pengeluaran masuk ke kas 
negara bukan ke rakyat. Rakyat ya rakyat. Pemasukan dan pengeluaran atas 
perusahaan yg dimiliki oleh rakyat masuk keperusahaan yg dimiliki oleh rakyat 
itu. Ada perusahaan yg dimiliki gabungan baik pemerintah dan rakyat termasuk 
rakyat Indonesia dan rakyat negara lain alias asing. Ini lajimnya kepemilikan 
atas suatu perusahaan didunia ini yg adalah kapitalisme selain di korut. 
Namanya perusahaan2 itu bisa private atau public companies. Kalau saham2nya 
sudah diperdagangkan di bursa itu namanya: public company dan kalau saham2nya 
belum diperdagangkan dibursa, itu namanya private company!
  
 Kedua, ketika ente mengkontraskan perusahaan pemerintah vs perusahaan swasta 
(yg ente salah menyebutnya sbg rakyat), ente jelas tidak menerima adanya suatu 
perusahaan yang dimiliki oleh pemerintah dan rakyat!
  
 Makanya dari dulu sudah ane tanya: kalau perusahaan pemerintah yg ente bilang 
BUMN itu kalau sudah go public disebut apa?
 Begitu juga perusahaan swasta (istilah ente yg salah itu loh!) kalau saham2nya 
dimiliki pemerintah disebut apa?
 Ente jelas gak akan bisa jawab kan? Kenapa? Karena diotak ente yg goblok itu 
hanya mengkontraskan perusahaan pemerintah vs. perusahaan swasta!
  
 Buset….masih gak ngerti! Ampun…..ampun….
  
 Nesare
  
  
 From: [email protected] mailto:[email protected] 
[mailto:[email protected] mailto:[email protected]] 
Sent: Sunday, September 25, 2016 8:44 PM
To: [email protected] mailto:[email protected]
Subject: RE: [GELORA45] Lenin dan Ekonomi Pasar ==> Program Anti KKN dan 
Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1)


  
  
  
 Omongan anda khan terlihat gombalnya dan arahnya terlihat supaya orang 
beranggapan Pertamina itu private yg dikelola menurut udel pemiliknya gitu. 
Aneh aja yg namanya perusahaan negara itu ya milik negara, atau lebih tepatnya 
milik rakyat yg dikelola pemerintah. Dalam perusahaan negara karena itu pada 
dasarnya milik rakyat harus ada bentuk pentanggung jawabannya, setidaknya 
didepan wakil rakyat didepan DPR.

  

 Tulisan anda dibawah terlihat rancu sekali mengacaukan pemahaman antara swasta 
dan pemerintah dengan prusahaan tertutup dan terbuka (go public/public company).

---In [email protected] mailto:[email protected], <nesare1@... 
mailto:nesare1@...> wrote :
 Oh sekarang mundur lagi ya dari menuduh ane kesurupan menjadi saraf otak. 
Semakin nulis semakin salah ente ini!
 Nah sekarang bilang  ane saraf otak. Ane sarafnya dimana?
 Ente mentertawakan ketika ane bilang ada “BUMN = private company”.
  
 Argument ane jelas sekali dari ilmu bisnis yang mengatakan private company itu 
adalah perusahaan yang saham2nya dimiliki oleh seseorang, kumpulan orang2, 
perusahaan, group perusahaan atau siapa dan apa saja dll dan kepemilikan yang 
diukur dari saham yg dimiliki itu tidak dijual di bursa saham (go public). Ini 
arti private company dari ilmu bisnis. Gak masalah siapa shareholders nya…bisa 
pemerintah, individu, investment groups, private investors dll.
 Demikian juga sebaliknya kalau saham2 kepemilikan atas suatu perusahaan dijual 
dibursa artinya melewati IPO itu namanya perusahaan public lawan dari 
perusahaan swasta/private company.
  
 Ente itu kan gak ngerti bisnis. Pakai logika umum bikin definisi sendiri 
bahwa: lawan dari perusahaan pemerintah (BUMN) itu adalah swasta. Swasta itu 
ente samakan dengan perusahaan non pemerintah. Ini kan ngaco.
  
 Sudah ane kasih contoh banyak BUMN yg sudah go public seperti: garuda, Telkom, 
semen Indonesia dll. Perusahaan ini disebut perusahaan public bukan perusahaan 
swasta atau perusahaan negara. Moso’ Telkom disebut perusahaan milik negara? 
Gimana bisa? Sedangkan kepemilikannya  Telkom sudah mencakup: rakyat Indonesia, 
rakyat amerika, rakyat seluruh dunia yang memiliki saham Telkom krn sudah 
diperdagangkan di bursa NYSE. Begitu banyak ADR perusahaan public Indonesia yg 
sdh diperjual belikan dibursa OTC dll.
  
 Pengetahuan ente itu cetek, ketika ada pengetahuan bisnis seperti ini ya otak 
ente gak menerima krn malu lalu ya berlaru2 kaya’ gini. Ini menunjukkan ente 
itu sombong. Anak SMA yang belajar ilmu ekonomi saja tahu pengetahuan yang 
sangat mendasar dan simple ini.
  
 Ente ini lain orangnya. Sok pinter sedangkan tidak. ditambah kesombongannya ya 
jadi bahan tertawaan orang banyak.
  
 Nesare
  
  
  
 From: [email protected] mailto:[email protected] 
[mailto:[email protected] mailto:[email protected]] 
Sent: Sunday, September 25, 2016 3:26 PM
To: [email protected] mailto:[email protected]
Subject: RE: [GELORA45] Lenin dan Ekonomi Pasar ==> Program Anti KKN dan 
Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1)


  
  
  
 kalau anda tidak kesurupan mungkin ada saraf otak yg nggak beres makanya lebih 
baik ke neurologist khan ber-jaga2 itu lebih baik.

---In [email protected] mailto:[email protected], <nesare1@... 
mailto:nesare1@...> wrote :
 Koq lucu neurologis saja belum tahu ane kesurupan, ente sudah ultimatum ane 
kesurupan.
 Lagi pula koq orang kesurupan disuruh lihat neurologis?
 Jangan2 ente ini yang sudah gila dan perlu pergi lihat dokter jiwa!
  
 Ngaco aja. Sok berlogika tetapi dijawab begitu gak ngerti lalu muter2 pake’ 
kesurupan segala.
 Pointnya you don’t understand the points!
  
 Nesare
  
 From: [email protected] mailto:[email protected] 
[mailto:[email protected] mailto:[email protected]] 
Sent: Sunday, September 25, 2016 1:59 PM
To: [email protected] mailto:[email protected]
Subject: RE: [GELORA45] Lenin dan Ekonomi Pasar ==> Program Anti KKN dan 
Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1)


  
  
  
 nggak kesurupan tapi nulisnya begini, mungkin sebaiknya anda periksa ke 
neurologist kalau2 ada saraf otak yg kurang beres. lebih baik preventive lho 
daripada nanti kalau sudah kebablasan nggak bisa diobatin lagi.

 

---In [email protected] mailto:[email protected], <nesare1@... 
mailto:nesare1@...> wrote :
 Tidak!
 Moso’ kalau ane kesurupan bisa nulis begini. Ane kan menjawab concern nya ente 
tentang BUMN vs swasta dan private vs. public?!
 Koq sudah dijawab, ente melabel ane kesurupan?
  
 Nesare
  
  
 From: [email protected] mailto:[email protected] 
[mailto:[email protected] mailto:[email protected]] 
Sent: Sunday, September 25, 2016 3:24 AM
To: [email protected] mailto:[email protected]
Subject: RE: [GELORA45] Lenin dan Ekonomi Pasar ==> Program Anti KKN dan 
Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1)


  
  
  
 anda lagi kesurupan ya?

---In [email protected] mailto:[email protected], <nesare1@... 
mailto:nesare1@...> wrote :
 Koq BUMN = swasta dibilang ngawur?
 Kalau BUMN = public company ngawur enggak?
 Kalau jawabannya ngawur juga, jadi BUMN itu perusahaan apa? Bukan 
swasta/private, juga bukan perusahaan public. Apakah ente mau bilang BUMN itu 
perusahaan abal2 hahahaha.
  
 Kalau jawabannya tidak ngawur alias benar, artinya BUMN itu = perusahaan yang 
sudah go public artinya saham2nya sudah dijual di pasar alias diperdagangkan di 
bursa saham. Kalau begini artinya apa? Kan artinya hanya 1: BUMN = public 
company dan bukan private company. Gimana ceritanya ente koq BUMN bisa jadi 
public company????!!!!!!
  
 Ane mau lihat gimana logika umumnya berjalan? Berjalan kekiri, kesamping masuk 
jurang atau jalan terus. Kalau jalan terus ane mau lihat gimana argumennya: 
BUMN itu perusahaan apa? Perusahaan swasta atau public? Hehehehe
  
  
 Sudah dijelaskan kaya’ anak kecil artinya private company vs. public company.
 Masih enggak mudeng juga.
  
 Nesare
  
  
 From: [email protected] mailto:[email protected] 
[mailto:[email protected] mailto:[email protected]] 
Sent: Friday, September 23, 2016 11:35 AM
To: yahoogroups <[email protected] mailto:[email protected]>
Subject: Re: [GELORA45] Lenin dan Ekonomi Pasar ==> Program Anti KKN dan 
Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1)


  
  
 Bung Chan, hakekat state capitalism itu ya industri dipegang negara bukannya 
tidak ada industri besar sama sekali, adanya industri pertambangan besar 
ditangan BUMN itu jelas bagian dari state capitalism, rupanya anda terkecoh 
atau kacau dgn pendapat ngawur yg mengatakan BUMN itu swasta ha ha ha. Saya 
setuju dgn yg dikemukakan Tatiana NEP itu hanya "temporary retreat" tujuan 
utamanya sebenarnya mengembalikan pertanian, didalam NEP ini yg ditolerir 
Stalin para petani gurem, industri ringan skala kecil, perdagangan eceran kelas 
mom and dad pokoknya hanya UKM sedang industri skala besar, perbankan, 
transportasi, ekspor impor ditangani negara. Dan ingat ini hanyalah sementara 
saja. Sedang investment asing pada industri minyak joint venture dgn BUMN yg 
anda sebutkan itu selain hanya utk ekspor juga tujuan utamanya cuman ahli 
tehnologi.

  

 Sedang tentang Tiongkok dewasa ini bung Chan bagaimana bisa bilang "Tapi, 
kenyataan yang saya lihat, tali kendali ekonomi nasional tetap dipegang kuat 
oleh NEGARA!" kalau billioner dan millioner itu bejibun menguasai parlemen yg 
mengeluarkan kebijakan negara?

  

  

 ---In [email protected] mailto:[email protected], <SADAR@... 
mailto:SADAR@...> wrote :

 Tidak, bung Goei! Lenin justru pegang kuat industri besar, spt. pertambangan 
tetap milik Negara, hanya memperkenankan UKM, borjuis kecil tumbuh berkembang 
dengan kebijakan NEP nya di tahun 1921. Tapi, kemudian  Lenin juga berani 
membuka modal asing masuk kerjakan tambang dan kehutanan, dalam bentuk 
kerjasama dengan Negara dan bentuk sewa. Yaa, bagaimana kalau teknologi dan 
ahli-ahli dalam negeri belum bisa mengerjakan, untuk mengejar 
ketertinggalannya, ya harus berani membuka pintu, mempersilahkan modal asing 
masuk dan dari situ BELAJAR.

  

 
(Message over 64 KB, truncated)

























































Kirim email ke