Netralnews.com - Ratna Sarumpaet: Monyet Juga Tahu, Ekonomi Hancur Tapi Jokowi 
Diam 
http://www.netralnews.com/news/nasional/read/31541/ratna.sarumpaet.monyet.juga.tahu..ekonomi.hancur.tapi.jokowi.diam

 
 
 
http://www.netralnews.com/news/nasional/read/31541/ratna.sarumpaet.monyet.juga.tahu..ekonomi.hancur.tapi.jokowi.diam
 
 
 Netralnews.com - Ratna Sarumpaet: Monyet Juga T... 
http://www.netralnews.com/news/nasional/read/31541/ratna.sarumpaet.monyet.juga.tahu..ekonomi.hancur.tapi.jokowi.diam
 Menurut Ratna, di bawah kepemimpina Jokowi, perekonomian tidak mengalami 
perubahan.
 
 
 
 View on www.netralnews.com 
http://www.netralnews.com/news/nasional/read/31541/ratna.sarumpaet.monyet.juga.tahu..ekonomi.hancur.tapi.jokowi.diam
 
 Preview by Yahoo 
 
 
 

 

 Ratna Sarumpaet: Monyet Juga Tahu, Ekonomi Hancur Tapi Jokowi Diam 
 Sabtu, 22 Oktober 2016 | 09:38 WIB | Nasional 
http://www.netralnews.com/news/nasional

 JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Aktivis kemanusiaan Ratna Sarumpaet berpendapat, di 
bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi), ekonomi bangsa ini tidak 
mengalami pertumbuhan alias stagnan. Ia menyebut Jokowi tidak berbuat apa-apa 
sebagai seorang kepala negara.
 "Jokowi itu gak bikin apa-apa lagi. Lihat perekonomian kita hancur semua. 
Lihat gak toko-toko kita mati semua. Coba lihat, pergi ke mall-mall itu, bikin 
diskon 100℅ aja orang gak datang belanja kok," kata Ratna kepada 
Netralnews.com, Jumat (21/10/2016).
 Ibu dari artis Atiqah Hasiholan ini menambahkan, untuk melihat kondisi ekonomi 
Indonesia yang terpuruk, tak perlu seorang pakar ekonomi. Karena baginya, 
monyet pun akan berpendapat demikian jika mampu berbicara.
 "Aku gak butuh ahli ekonomi untuk mengatakan bahwa perekomian kita mati dan 
menyengsarakan rakyat. Gak usah masyarakat awam, saya rasa monyet bisa bicara 
diwawancara pasti dia ngomonggitu juga bahwa ekonomi kita mati," tegasnya.
 Pemilik Ratna Sarumpaet Crisis Centre ini merasa aneh, sebab rakyat tahu 
ekonomi terpuruk namun tak bersuara.
 
 "Ini kan kesulitan dan anehnya rakyat Indonesia gak bisa melawan lagi. Padahal 
ekonomi stagnan,"  ujar Ratna.
 Bahkan wanita kelahiran Tapanuli Utara, Sumatera Utara ini menyindir, jika 
Jokowi lebih mementingkan operasi tangkap tangan (OTT) pungutan liar (pungli) 
di kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada beberapa waktu lalu, 
ketimbang memperhatikan rakyat miskin yang semakin terpuruk.
 "Saya menganggap OTT perlu, pungli-pungli itu penting juga, dan perlu cepat 
penanganannya. Tapi, rakyat lapar itu jauh lebih penting. (Kehadiran Jokowi) 
Itu pencitraan aja. Gak perlulah seorang presiden ke situ. Suruh dia urus 
ekonomi yang lebih serius. Itu pencitraan," tegas Ratna.
 
 
 
 Reporter : Adiel Manafe
 Editor : Y.C Kurniantoro

 

Kirim email ke