"Karena baginya, monyet pun akan berpendapat demikian jika mampu
berbicara". Wah kiranya Sarumpaet yang banyak bicara ini mewakili monyet
yang tak mampu berbicara! Ha....ha,,,,,!
------ Original Message ------
From: "[email protected] [GELORA45]" <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, 25 Oct, 2016 At 10:01 AM
Subject: [GELORA45] Monyet Juga Tahu, Ekonomi Hancur
Netralnews.com - Ratna Sarumpaet: Monyet Juga Tahu, Ekonomi Hancur Tapi
Jokowi Diam
<http://www.netralnews.com/news/nasional/read/31541/ratna.sarumpaet.monyet.juga.tahu..ekonomi.hancur.tapi.jokowi.diam>
image
<http://www.netralnews.com/news/nasional/read/31541/ratna.sarumpaet.monyet.juga.tahu..ekonomi.hancur.tapi.jokowi.diam>
Netralnews.com - Ratna Sarumpaet: Monyet Juga T...
<http://www.netralnews.com/news/nasional/read/31541/ratna.sarumpaet.monyet.juga.tahu..ekonomi.hancur.tapi.jokowi.diam>
Menurut Ratna, di bawah kepemimpina Jokowi, perekonomian tidak mengalami
perubahan.
View on www.netralnews.com
<http://www.netralnews.com/news/nasional/read/31541/ratna.sarumpaet.monyet.juga.tahu..ekonomi.hancur.tapi.jokowi.diam>
Preview by Yahoo
Ratna Sarumpaet: Monyet Juga Tahu, Ekonomi Hancur Tapi Jokowi Diam
Sabtu, 22 Oktober 2016 | 09:38 WIB | Nasional
<http://www.netralnews.com/news/nasional>
JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Aktivis kemanusiaan Ratna Sarumpaet
berpendapat, di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi),
ekonomi bangsa ini tidak mengalami pertumbuhan alias stagnan. Ia
menyebut Jokowi tidak berbuat apa-apa sebagai seorang kepala negara.
"Jokowi itu gak bikin apa-apa lagi. Lihat perekonomian kita hancur
semua. Lihat gak toko-toko kita mati semua. Coba lihat, pergi
ke mall-mall itu, bikin diskon 100℅ aja orang gak datang belanja kok,"
kata Ratna kepada Netralnews.com, Jumat (21/10/2016).
Ibu dari artis Atiqah Hasiholan ini menambahkan, untuk melihat kondisi
ekonomi Indonesia yang terpuruk, tak perlu seorang pakar ekonomi. Karena
baginya, monyet pun akan berpendapat demikian jika mampu berbicara.
"Aku gak butuh ahli ekonomi untuk mengatakan bahwa perekomian kita mati
dan menyengsarakan rakyat. Gak usah masyarakat awam, saya rasa monyet
bisa bicara diwawancara pasti dia ngomonggitu juga bahwa ekonomi kita
mati," tegasnya.
Pemilik Ratna Sarumpaet Crisis Centre ini merasa aneh, sebab rakyat tahu
ekonomi terpuruk namun tak bersuara.
"Ini kan kesulitan dan anehnya rakyat Indonesia gak bisa melawan lagi.
Padahal ekonomi stagnan," ujar Ratna.
Bahkan wanita kelahiran Tapanuli Utara, Sumatera Utara ini menyindir,
jika Jokowi lebih mementingkan operasi tangkap tangan (OTT) pungutan
liar (pungli) di kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada beberapa
waktu lalu, ketimbang memperhatikan rakyat miskin yang semakin terpuruk.
"Saya menganggap OTT perlu, pungli-pungli itu penting juga, dan perlu
cepat penanganannya. Tapi, rakyat lapar itu jauh lebih penting.
(Kehadiran Jokowi) Itu pencitraan aja. Gak perlulah seorang presiden ke
situ. Suruh dia urus ekonomi yang lebih serius. Itu pencitraan," tegas
Ratna.
Reporter : Adiel Manafe
Editor : Y.C Kurniantoro