Akh lucu ente ini!!!! Dulu ente nulis dan jelas2 prejudice sama si jonathan krn dia membela ahok krn ras nya.
Sudah lupa ya??!!! Sekarang sok tampil sbg penyelamat ras. Eh jonathan, ngomong2 ente ngerti ndak kalimat terakhir si ajeg ini? hehehehehe. Si ajeg ini juga mau bashing nusron loh krn dia menuduh nusron membela orang Cina!!! Luar biasa orang satu ini dalam bashing mem bashing!!!!! Eh sialnya ente ketemu ane yg suka telanjangi ente!! Oh ya jangan dibalikin akh bahwa ane suka telanjang!!!! Ente kalau malu telanjang, ya berargumen. Jangan lari ngumpet saja dan bikin2 statements kaya’ gini akhhhhh!!!!! Nesare From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Friday, October 28, 2016 12:26 PM To: [email protected]; Jonathan Goeij <[email protected]> Subject: Re: [GELORA45] Nusron: Lebih Menista Agama Mana Antara Ahok dan Muslim yang Biarkan Kemiskinan? Tidak perlu ditanggapi. Ocehannya itu justru mengungkap dialah sesungguhnya yang rasis tukang fitnah rendahan karena jelas dia nggak bakal bisa membuktikan tuduhannya itu. Liat saja, omongannya kan selalu cuma mengukur baju sendiri di badan orang. Percuma diladeni. Semakin diladeni semakin telanjang dia. Kasihan, lama-lama bugil dia. Siapa sudi liat dia bugil. Bukan cuma Ahok yang harus dibela dari serangan SARA. Dan, bukan hanya serangan, pembelaan berbau SARA (seperti dilakukan Nusron itu) juga perlu dilawan. --- jonathangoeij@... wrote: saya memang akan membela Ahok kalau diserang karena ras ataupun agama disini yg saya bela bukan Ahok tetapi seseorang yg diserang bigot dan prejudice juga saya membela Ahok yg diganjal maju independen tetapi saya menyerang Ahok atas policy penggusuran tanpa ganti rugi yang diterapkan beliau --- nesare1@... wrote : Hehehehehe dulu ante disangka ajeg mendukung ahok karena ras nya. Sekarang ente ikut2an dia bashing ahok. Supaya kelihatan hebattttt ya?????!!!! Atau supaya ada temen?????!!!! Nesare From: Jonathan Goeij Agar tentara dan polisi membantu beliau menghilangkan kemiskinan (orangnya?) dari Jakarta. On Tuesday, October 25, 2016 10:51 PM, ajeg wrote: Lha Gubernur Ahok kan senang bagi-bagi uang ke... tentara & polisi. --- jonathangoeij@... wrote: apa benar sih Ahok mengentaskan kemiskinan? --- <http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/16/10/26/ofmrrs377-nusron-lebih-menista-agama-mana-antara-ahok-dan-muslim-yang-biarkan-kemiskinan> <http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/16/10/26/ofmrrs377-nusron-lebih-menista-agama-mana-antara-ahok-dan-muslim-yang-biarkan-kemiskinan> http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/16/10/26/ofmrrs377-nusron-lebih-menista-agama-mana-antara-ahok-dan-muslim-yang-biarkan-kemiskinan Wednesday, 26 October 2016, 08:21 WIB Nusron: Lebih Menista Agama Mana Antara Ahok dan Muslim yang Biarkan Kemiskinan? Red: Teguh Firmansyah Republika/Raisan Al Farisi Nusron Wahid REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota tim sukses Ahok yang juga politikus Partai Golkar Nusron Wahid mengatakan, lebih menista agama mana antara Ahok dengan mayoritas umat Islam yang masih membiarkan kemiskinan dan yatim piatu menderita?. Ia pun merujuk surah Al Maun. "Ahok sudah minta maaf dan klarifikasi pernyataanya, apa kita sudah total entaskan kemiskinan dan anak yatim sesuai perintah Alquran?" tanyanya lewat kicauan di Twitter, semalam. Menurutnya, manusia itu lebih sensitif terhadap orang lain, daripada terhadap kekurangan diri sendiri. Itulah ciri orang yang tidak adil. "Semoga kita bisa adil." Dalam kicauannya Nusron juga mempertanyakan mereka yang mengaku-aku NU namun tidak pernah ikut nyantri atau menjalankan budaya-budaya gerakan itu. "Makin nyata, hari-hari ini bukann orang NU. Sok ngaku NU dan paling tahu tentang NU. Padahal nyantri gak pernah, ikut kaderisasi apalagi. Kepoo," katanya. Celakanya, kata Nusron, mereka melihat NU dengan caranya sendiri, bukan dengan NU. Mereka tidak pernah menjalankan ritus NU. Justru sering "mengadili" amalan NU. "Contohnya hari ini. Silaturrahmi ke kyai itu rutin. Beda pendapat juga biasa. Tetap silaturrahmi. Dari dulu kekuatan NU itu," katanya. KH Wahab Chasbullah sering beda pendapat denga KH Bisri Syansuri, tetap silaturrahmi. Mbah Wahab pendukung Sukarno, sedangkan Mbah Bisri nggak setuju. "KH Maksum Lasem sering beda pendapat soal hukum dengan KH Baedlowi. Tetap silaturrahmi. Tidak ada yang aneh. Biasa. Karena saling paham," jelasnya. "Subhan ZE anti Sukarno. Mbah Wahab pro-Sukarno. Silaturrahmi dan tetap kekeh dengan pendiriannya. Itulah NU. Lentur, luwes dan moderat." Baca juga, <http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/16/10/12/oexgsp377-ini-pernyataan-kontroversial-nusron-wahid-yang-mengkritik-keputusan-mui> Ini Pernyataan Kontroversial Nusron Wahid yang Mengkritik Keputusan MUI. Nusron mengatakan, ia dukung dan bela Ahok dalam kasus tuduhan menista Alquran. Kyai mungkin tidak setuju dengan sikapnya, tetap silaturrahmi. "Tabayyun biasa," kata Nusron. Ketika ditanya mengapa dukung Ahok, Nusron menyampaikan argumentasi landasan fiqh-nya. Beliau (kyai) memahami. "Soal beda itu biasa di NU. Cair dan tidak kaku," jelasnya. "Kita yang didik di pesantren dan NU terdidik harus tasawwur sebelum tashdiq. Paham persoalan sebelum mengambil sikap. Tidak gampang menuduh." Sebelumnya Nusron bersilaturahmi dengan Ketua MUI Ma'ruf Amin yang juga warga NU. Dalam kicauan sebelumnya, ia menegaskan tidak pernah ribu dengan Ma'ruf Amin.
