Koq bisa enggak sia sia ane jadi pinter? Aneh2 saja ente ini? bisa2nya ngaku ane jadi pinter?
Hehehehe dasar politikus kampungan. Hanya bisa maen Bahasa. Sekarang lari lagi kan? Gayanya saja nulis one liner kaya’ pujangga kelas wahid tapi isinya kosong melompong. Eling…eliing… Nesare From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Wednesday, November 2, 2016 2:08 PM To: [email protected] Subject: Re: [GELORA45] Nusron: Lebih Menista Agama Mana Antara Ahok dan Muslim yang Biarkan Kemiskinan? Nggak sia-sia ente lepas dari kebloonan. --- nesare1@... wrote: Ajeg: Kenapa situ minta disebut goblok?? Bosen jadi si oon? (hebat, baru nih ketemu yang beginian). Nesare: ane lahir dari barang hina, terus hidupnya apes dan memang goblok sejak lahir. Inilah ane yang adalah manusia. Gak ada yg hebat kodrat ini. yg hebat adalah orang2 seperti ente dan jonathan yg mengaku pinter, bashing orang melulu tapi argumennya enggak ada. Kalau serangannya ditangkis krn salah, eh kabur….ini yg baru “hebat dan unik”. Ajeg: Memang, dengan mengartikan kata mayoritas sebagai ras memang mustahil menyebut situ pinter. Padahal, konteks kata mayoritas dalam kalimat itu jelas terkait kalimat sebelumnya mengenai jumlah golput yang terus meningkat. nesare: maen2 bahasa lagi. Koq tidak bisa membedakan mayoritas vs. ras? Hehehehe. Ente ini pinter sekali ya??!! Jelaskan sama kita2 yg goblok2 ini gimana golput bisa mayoritas! Gimana total population, legitimate voters dll? Kita lihat gimana golput bisa jadi mayoritas. Ente kan ngaku2 punya sample. Ane ndak ada sample krn ane pengangguran orba, ya dijelaskan ke kita2 yg goblok ini! pasti lari lagi kan??!!!! Ajeg: Bukan cuma Ahok yang harus dibela dari serangan SARA.Dan, bukan hanya serangan, pembelaan berbau SARA (seperti dilakukan Nusron itu) juga perlu dilawan. Ajeg: Belum puas ngenyek diri sendiri dengan kegoblokanmu, eh hari ini pun kau tambah lagi dengan kegoblokan baru: mengartikan ras = perseorangan (!) Nesare: ayo jelaskan arti tulisan ente itu! Jelaskan artinya “ras bukan perseorangan” ini! mau bilang ahok lewat parpol?!! Hehehehehe. Ayo lari lagi….!!! Ajeg: Liat saja, selain nggak tau arti SARA, situ bermental culas juga. Makanya terang-terangan memanipulasi kalimat saya tentang pembelaan Nusron terhadap Ahok menjadi: "nusron membela orang Cina!!!" Nesare: itu kan persepsi ane. Kalau ane salah, dijelaskan! Mari kita lihat apa yg ada didalam otak ente itu! Nesare From: ajeg Kenapa situ minta disebut goblok?? Bosen jadi si oon? (hebat, baru nih ketemu yang beginian). Ya sudah, permohonanmu dikabulkan. Memang, dengan mengartikan kata mayoritas sebagai ras memang mustahil menyebut situ pinter. Padahal, konteks kata mayoritas dalam kalimat itu jelas terkait kalimat sebelumnya mengenai jumlah golput yang terus meningkat. Tapi dasar situ mikirnya jorok dan selalu dengki ya karuan saja mengartikannya sedemikian goblok: mayoritas = ras. Belum puas ngenyek diri sendiri dengan kegoblokanmu, eh hari ini pun kau tambah lagi dengan kegoblokan baru: mengartikan ras = perseorangan (!) Sudahlah, permohonanmu sudah cukup untuk ngenyek dirimu sendiri. Nggak perlu minta tambah lagi kecuali nambah-nambahi sendiri dengan segala kebobrokan seperti biasa. Liat saja, selain nggak tau arti SARA, situ bermental culas juga. Makanya terang-terangan memanipulasi kalimat saya tentang pembelaan Nusron terhadap Ahok menjadi: "nusron membela orang Cina!!!" Khas gaya intel Orba pengangguran. --- nesare1@... wrote: Ajeg: Saya nggak yakin Anda bakal sengotot ini kalau bukan Ahok yang maju sebagai calon perseorangan. "Yang perlu dikhawatirkan adalah tidak adanya pemimpin (setelah Gus Dur) yang peduli realita tentang suara mayoritas ini.") Nesare: mari kita maen2 bahasa dan persepsi apa yang dimaksud penulis kedua kalimat ini? lucunya yg dikomentari hanya kalimat kedua!!! Lebih lucu lagi menuduh Gus Dur hanya yang hanya peduli ttg suara mayoritas???!!!! Buset…..buset….orang satu ini!!!!! sedangkan semua orang tahu Gus Dur sangat peduli sama minoritas!!!!!! Hik hik hik… Ente pikir ane itu segoblok ente???!!!! akh ente ini kicil…… Ayo kita lihat rame2 siapa yg ngenyek siapa??!!!! Hehehehehe. Dagelan apa ini? Dagelannya diperpanjang sama si jonathan yg tidak tahu dituduh rasis!! Hehehehehe. Dasar politikus kampungan bertameng kata2 dan bahasa2 yg indah2 tetapi isinya bashing melulu!!!!! Nesare From: ajeg Ha! ha! ha! Sejak kapan arti 'mayoritas' disamakan dengan 'ras'?! Situ nuduh saya berprasangka terhadap jonathan karena menurutmu jonathan membela Ahok tersebab ras-nya. Diminta buktinya, lha yang disodori soal mayoritas... ("Yang perlu dikhawatirkan adalah tidak adanya pemimpin (setelah Gus Dur) yang peduli realita tentang suara mayoritas ini.") Ini kan lagi-lagi situ ketangkep basah ngenyek diri sendiri, bisanya cuma nelanjangi diri sendiri di depan umum. Mosok 'mayoritas' dipahami sebagai SARA. Ini bukti situ memang nggak tau arti SARA. Karena soal teks saja kebingungan melulu, ya wajar situ melulu asal jeplak di luar konteks bahkan OOT. ---- nesare1@.... wrote: Ini tulisan ente Date: Tue, 28 Jun 2016 14:16:06 +0000 (UTC): Ini sudah terlalu jauh ya dari topik soal Sumber Waras di acara ILC. Tapi okelah, soal Ahok ini saya cuma mau bilang: ada permainan, ada aturan main. Yang mau ikut main, wajib mematuhi aturan yang ada. Yang tidak mau patuh ya jangan ikut main. Sederhana. Permainan apa pun di seluruh dunia hukumnya ya sesederhana itu. Di bawah sudah saya jelaskan bahwa sejauh ini belum terdengar Ahok mengeluh soal ketentuan yang berlaku. Dia selalu bilang akan mematuhi aturan yang ada. "Kalau dia (KPU) bilang tidak bisa ikut kalau tidak ada meterai, ya sudah tidak usah ikut," http://megapolitan.kompas.com/read/2016/04/20/13325721/Ahok.Tidak.Akan.Ikut.Pilkada.jika.KPU.Terapkan.Aturan.Bermeterai Jadi, kenapa Anda harus pusing, sedangkan Ahok saja begitu santai. Saya nggak yakin Anda bakal sengotot ini kalau bukan Ahok yang maju sebagai calon perseorangan. --- jonathangoeij@... wrote: anda rupanya masih kurang menyadari betapa hak masyarakat mencalonkan pemimpinnya baik dalam bentuk partai maupun independen dan hak masyarakat utk memilih adalah berkaitan, kalau anda concern dengan voting turnover seharusnya opini anda diutarakan utk mempermudah sso utk mencalonkan atau dicalonkan. sekarang ini terlihat beberapa nama yg mengutarakan niatnya mencalonkan diri ataupun didukung utk dicalonkan, tetapi karena peraturan/uu yg ngaco jadi sukar sekali yg maju jadi calon baik itu ahok, risma, yusril, lulung, sandiaga uno, dll padahal toh ada juga bagian dari masyarakat yg menginginkan mereka maju, bila kemudian tidak bisa maju bukannya akan menambah jumlah mereka2 yg nggak mau nyoblos. bukankah sebaiknya biarkan saja mereka2 itu maju mencalonkan diri masalah menang atau kalah nanti khan terserah pemilih. --- ajegilelu@... wrote : Jangan khawatirkan pilihan masyarakat, karena masyarakat punya kecerdasan dan kearifannya sendiri. Selama ini toh terbukti angka golput terus membesar dari pemilu ke pemilu (termasuk pilkada) - kalau tidak boleh disebut sering "menang". Yang perlu dikhawatirkan adalah tidak adanya pemimpin (setelah Gus Dur) yang peduli realita tentang suara mayoritas ini. Ini yang ane dapet. Silahkan dikomentari yang ane kuningin tulisan ente itu! Hati hati banget ente ini nulisnya ya!!!! Nesare From: ajeg Karena mengaku ingat, mestinya ya tinggal tunjukkan tulisan prejudice itu. Gampang, tinggal ambil dari arsip milis. Bisa? Sebaliknya, tanpa perlu repot saya bisa tunjukkan sikap rasismu di posting ini. Tepatnya, rasis culas yang tanpa malu memanipulasi kalimat saya tentang pembelaan Nusron. Kelihatan kok, situ culas dan nggak ngerti SARA itu apa. ---- nesare1@.... wrote: Akh lucu ente ini!!!! Dulu ente nulis dan jelas2 prejudice sama si jonathan krn dia membela ahok krn ras nya. Sudah lupa ya??!!! Sekarang sok tampil sbg penyelamat ras. Eh jonathan, ngomong2 ente ngerti ndak kalimat terakhir si ajeg ini? hehehehehe. Si ajeg ini juga mau bashing nusron loh krn dia menuduh nusron membela orang Cina!!! Luar biasa orang satu ini dalam bashing mem bashing!!!!! Eh sialnya ente ketemu ane yg suka telanjangi ente!! Oh ya jangan dibalikin akh bahwa ane suka telanjang!!!! Ente kalau malu telanjang, ya berargumen. Jangan lari ngumpet saja dan bikin2 statements kaya’ gini akhhhhh!!!!! Nesare From: ajeg Tidak perlu ditanggapi. Ocehannya itu justru mengungkap dialah sesungguhnya yang rasis tukang fitnah rendahan karena jelas dia nggak bakal bisa membuktikan tuduhannya itu. Liat saja, omongannya kan selalu cuma mengukur baju sendiri di badan orang. Percuma diladeni. Semakin diladeni semakin telanjang dia. Kasihan, lama-lama bugil dia. Siapa sudi liat dia bugil. Bukan cuma Ahok yang harus dibela dari serangan SARA. Dan, bukan hanya serangan, pembelaan berbau SARA (seperti dilakukan Nusron itu) juga perlu dilawan. --- jonathangoeij@... wrote: saya memang akan membela Ahok kalau diserang karena ras ataupun agama disini yg saya bela bukan Ahok tetapi seseorang yg diserang bigot dan prejudice juga saya membela Ahok yg diganjal maju independen tetapi saya menyerang Ahok atas policy penggusuran tanpa ganti rugi yang diterapkan beliau --- nesare1@... wrote : Hehehehehe dulu ante disangka ajeg mendukung ahok karena ras nya. Sekarang ente ikut2an dia bashing ahok. Supaya kelihatan hebattttt ya?????!!!! Atau supaya ada temen?????!!!! Nesare From: Jonathan Goeij Agar tentara dan polisi membantu beliau menghilangkan kemiskinan (orangnya?) dari Jakarta. On Tuesday, October 25, 2016 10:51 PM, ajeg wrote: Lha Gubernur Ahok kan senang bagi-bagi uang ke... tentara & polisi. --- jonathangoeij@... wrote: apa benar sih Ahok mengentaskan kemiskinan? --- <http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/16/10/26/ofmrrs377-nusron-lebih-menista-agama-mana-antara-ahok-dan-muslim-yang-biarkan-kemiskinan> <http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/16/10/26/ofmrrs377-nusron-lebih-menista-agama-mana-antara-ahok-dan-muslim-yang-biarkan-kemiskinan> http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/16/10/26/ofmrrs377-nusron-lebih-menista-agama-mana-antara-ahok-dan-muslim-yang-biarkan-kemiskinan Wednesday, 26 October 2016, 08:21 WIB Nusron: Lebih Menista Agama Mana Antara Ahok dan Muslim yang Biarkan Kemiskinan? Red: Teguh Firmansyah Republika/Raisan Al Farisi Nusron Wahid REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota tim sukses Ahok yang juga politikus Partai Golkar Nusron Wahid mengatakan, lebih menista agama mana antara Ahok dengan mayoritas umat Islam yang masih membiarkan kemiskinan dan yatim piatu menderita?. Ia pun merujuk surah Al Maun. "Ahok sudah minta maaf dan klarifikasi pernyataanya, apa kita sudah total entaskan kemiskinan dan anak yatim sesuai perintah Alquran?" tanyanya lewat kicauan di Twitter, semalam. Menurutnya, manusia itu lebih sensitif terhadap orang lain, daripada terhadap kekurangan diri sendiri. Itulah ciri orang yang tidak adil. "Semoga kita bisa adil." Dalam kicauannya Nusron juga mempertanyakan mereka yang mengaku-aku NU namun tidak pernah ikut nyantri atau menjalankan budaya-budaya gerakan itu. "Makin nyata, hari-hari ini bukann orang NU. Sok ngaku NU dan paling tahu tentang NU. Padahal nyantri gak pernah, ikut kaderisasi apalagi. Kepoo," katanya. Celakanya, kata Nusron, mereka melihat NU dengan caranya sendiri, bukan dengan NU. Mereka tidak pernah menjalankan ritus NU. Justru sering "mengadili" amalan NU. "Contohnya hari ini. Silaturrahmi ke kyai itu rutin. Beda pendapat juga biasa. Tetap silaturrahmi. Dari dulu kekuatan NU itu," katanya. KH Wahab Chasbullah sering beda pendapat denga KH Bisri Syansuri, tetap silaturrahmi. Mbah Wahab pendukung Sukarno, sedangkan Mbah Bisri nggak setuju. "KH Maksum Lasem sering beda pendapat soal hukum dengan KH Baedlowi. Tetap silaturrahmi. Tidak ada yang aneh. Biasa. Karena saling paham," jelasnya. "Subhan ZE anti Sukarno. Mbah Wahab pro-Sukarno. Silaturrahmi dan tetap kekeh dengan pendiriannya. Itulah NU. Lentur, luwes dan moderat." Baca juga, <http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/16/10/12/oexgsp377-ini-pernyataan-kontroversial-nusron-wahid-yang-mengkritik-keputusan-mui> Ini Pernyataan Kontroversial Nusron Wahid yang Mengkritik Keputusan MUI. Nusron mengatakan, ia dukung dan bela Ahok dalam kasus tuduhan menista Alquran. Kyai mungkin tidak setuju dengan sikapnya, tetap silaturrahmi. "Tabayyun biasa," kata Nusron. Ketika ditanya mengapa dukung Ahok, Nusron menyampaikan argumentasi landasan fiqh-nya. Beliau (kyai) memahami. "Soal beda itu biasa di NU. Cair dan tidak kaku," jelasnya. "Kita yang didik di pesantren dan NU terdidik harus tasawwur sebelum tashdiq. Paham persoalan sebelum mengambil sikap. Tidak gampang menuduh." Sebelumnya Nusron bersilaturahmi dengan Ketua MUI Ma'ruf Amin yang juga warga NU. Dalam kicauan sebelumnya, ia menegaskan tidak pernah ribu dengan Ma'ruf Amin.
