Ajeg: Kenapa situ minta disebut goblok?? Bosen jadi si oon? (hebat, baru nih 
ketemu yang beginian).

Nesare: ane lahir dari barang hina, terus hidupnya apes dan memang goblok sejak 
lahir. Inilah ane yang adalah manusia. Gak ada yg hebat kodrat ini. yg hebat 
adalah orang2 seperti ente dan jonathan yg mengaku pinter, bashing orang melulu 
tapi argumennya enggak ada. Kalau serangannya ditangkis krn salah, eh 
kabur….ini yg baru “hebat dan unik”.

 

Ajeg: Memang, dengan mengartikan kata mayoritas sebagai ras memang mustahil 
menyebut situ pinter. Padahal, konteks kata mayoritas dalam kalimat itu jelas 
terkait kalimat sebelumnya mengenai jumlah golput yang terus meningkat.
nesare: maen2 bahasa lagi. Koq tidak bisa membedakan mayoritas vs. ras? 
Hehehehe. Ente ini pinter sekali ya??!! Jelaskan sama kita2 yg goblok2 ini 
gimana golput bisa mayoritas! Gimana total population, legitimate voters dll? 
Kita lihat gimana golput bisa jadi mayoritas. Ente kan ngaku2 punya sample. Ane 
ndak ada sample krn ane pengangguran orba, ya dijelaskan ke kita2 yg goblok 
ini! pasti lari lagi kan??!!!!

 

Ajeg: Bukan cuma Ahok yang harus dibela dari serangan SARA.Dan, bukan hanya 
serangan, pembelaan berbau SARA (seperti dilakukan Nusron itu) juga perlu 
dilawan.

Ajeg: Belum puas ngenyek diri sendiri dengan kegoblokanmu, eh hari ini pun kau 
tambah lagi dengan kegoblokan baru: mengartikan ras = perseorangan (!)

Nesare: ayo jelaskan arti tulisan ente itu! Jelaskan artinya “ras bukan 
perseorangan” ini! mau bilang ahok lewat parpol?!! Hehehehehe. Ayo lari 
lagi….!!!

 

Ajeg: Liat saja, selain nggak tau arti SARA, situ bermental culas juga. Makanya 
terang-terangan memanipulasi kalimat saya tentang pembelaan Nusron terhadap 
Ahok menjadi: "nusron membela orang Cina!!!"

Nesare: itu kan persepsi ane. Kalau ane salah, dijelaskan! Mari kita lihat apa 
yg ada didalam otak ente itu!

 

Nesare

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Tuesday, November 1, 2016 3:55 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [GELORA45] Nusron: Lebih Menista Agama Mana Antara Ahok dan Muslim 
yang Biarkan Kemiskinan?

 

  

Kenapa situ minta disebut goblok?? Bosen jadi si oon?

(hebat, baru nih ketemu yang beginian).





Ya sudah, permohonanmu dikabulkan.





Memang, dengan mengartikan kata mayoritas sebagai ras 



memang mustahil menyebut situ pinter. Padahal, konteks kata

mayoritas dalam kalimat itu jelas terkait kalimat sebelumnya 



mengenai jumlah golput yang terus meningkat. Tapi dasar situ 



mikirnya jorok dan selalu dengki ya karuan saja mengartikannya 



sedemikian goblok: mayoritas = ras.







Belum puas ngenyek diri sendiri dengan kegoblokanmu, eh hari ini 



pun kau tambah lagi dengan kegoblokan baru: mengartikan ras = 



perseorangan (!)





Sudahlah, permohonanmu sudah cukup untuk ngenyek dirimu sendiri.

Nggak perlu minta tambah lagi kecuali nambah-nambahi sendiri dengan 



segala kebobrokan seperti biasa.





Liat saja, selain nggak tau arti SARA, situ bermental culas juga. 



Makanya terang-terangan memanipulasi kalimat saya tentang 



pembelaan Nusron terhadap Ahok menjadi: "nusron membela orang Cina!!!" 







Khas gaya intel Orba pengangguran.







--- nesare1@... wrote:





Ajeg: Saya nggak yakin Anda bakal sengotot ini kalau bukan Ahok yang maju 
sebagai calon perseorangan.





"Yang perlu dikhawatirkan adalah tidak adanya pemimpin (setelah Gus Dur) yang 
peduli realita tentang suara mayoritas ini.")

 

Nesare: mari kita maen2 bahasa dan persepsi apa yang dimaksud penulis kedua 
kalimat ini? lucunya yg dikomentari hanya kalimat kedua!!! Lebih lucu lagi 
menuduh Gus Dur hanya yang hanya peduli ttg suara mayoritas???!!!! 
Buset…..buset….orang satu ini!!!!! sedangkan semua orang tahu Gus Dur sangat 
peduli sama minoritas!!!!!!

 

Hik hik hik…

Ente pikir ane itu segoblok ente???!!!!
akh ente ini kicil……

Ayo kita lihat rame2 siapa yg ngenyek siapa??!!!! Hehehehehe.

 

Dagelan apa ini?

Dagelannya diperpanjang sama si jonathan yg tidak tahu dituduh rasis!! 
Hehehehehe.

 

Dasar politikus kampungan bertameng kata2 dan bahasa2 yg indah2 tetapi isinya 
bashing melulu!!!!!

 

Nesare

 

 

From: ajeg

 

  

Ha! ha! ha! 



Sejak kapan arti 'mayoritas' disamakan dengan 'ras'?!





Situ nuduh saya berprasangka terhadap jonathan karena 



menurutmu jonathan membela Ahok tersebab ras-nya. 



Diminta buktinya, lha yang disodori soal mayoritas...



("Yang perlu dikhawatirkan adalah tidak adanya pemimpin (setelah Gus Dur) 



yang peduli realita tentang suara mayoritas ini.")







Ini kan lagi-lagi situ ketangkep basah ngenyek diri sendiri,



bisanya cuma nelanjangi diri sendiri di depan umum. Mosok

'mayoritas' dipahami sebagai SARA. Ini bukti situ memang

nggak tau arti SARA.







Karena soal teks saja kebingungan melulu, ya wajar situ 

melulu asal jeplak di luar konteks bahkan OOT.

 

---- nesare1@.... wrote:

 

Ini tulisan ente Date: Tue, 28 Jun 2016 14:16:06 +0000 (UTC):





Ini sudah terlalu jauh ya dari topik soal Sumber Waras di acara ILC. Tapi 
okelah, soal Ahok ini saya cuma mau bilang: ada permainan, ada aturan main. 
Yang mau ikut main, wajib mematuhi aturan yang ada. Yang tidak mau patuh ya 
jangan ikut main. Sederhana. Permainan apa pun di seluruh dunia hukumnya ya 
sesederhana itu.





Di bawah sudah saya jelaskan bahwa sejauh ini belum terdengar Ahok mengeluh 
soal ketentuan yang berlaku. Dia selalu bilang akan mematuhi aturan yang ada. 
"Kalau dia (KPU) bilang tidak bisa ikut kalau tidak ada meterai, ya sudah tidak 
usah ikut,"

http://megapolitan.kompas.com/read/2016/04/20/13325721/Ahok.Tidak.Akan.Ikut.Pilkada.jika.KPU.Terapkan.Aturan.Bermeterai

 

Jadi, kenapa Anda harus pusing, sedangkan Ahok saja begitu santai.

Saya nggak yakin Anda bakal sengotot ini kalau bukan Ahok yang maju sebagai 
calon perseorangan.







--- jonathangoeij@... wrote:

  

anda rupanya masih kurang menyadari betapa hak masyarakat mencalonkan 
pemimpinnya baik dalam bentuk partai maupun independen dan hak masyarakat utk 
memilih adalah berkaitan, kalau anda concern dengan voting turnover seharusnya 
opini anda diutarakan utk mempermudah sso utk mencalonkan atau dicalonkan.

 

sekarang ini terlihat beberapa nama yg mengutarakan niatnya mencalonkan diri 
ataupun didukung utk dicalonkan, tetapi karena peraturan/uu yg ngaco jadi sukar 
sekali yg maju jadi calon baik itu ahok, risma, yusril, lulung, sandiaga uno, 
dll padahal toh ada juga bagian dari masyarakat yg menginginkan mereka maju, 
bila kemudian tidak bisa maju bukannya akan menambah jumlah mereka2 yg nggak 
mau nyoblos. bukankah sebaiknya biarkan saja mereka2 itu maju mencalonkan diri 
masalah menang atau kalah nanti khan terserah pemilih. 


--- ajegilelu@... wrote :





Jangan khawatirkan pilihan masyarakat, karena masyarakat punya kecerdasan dan 
kearifannya sendiri. Selama ini toh terbukti angka golput terus membesar dari 
pemilu ke pemilu (termasuk pilkada) - kalau tidak boleh disebut sering 
"menang". 

Yang perlu dikhawatirkan adalah tidak adanya pemimpin (setelah Gus Dur) yang 
peduli realita tentang suara mayoritas ini.

 

Ini yang ane dapet.

Silahkan dikomentari yang ane kuningin tulisan ente itu! Hati hati banget ente 
ini nulisnya ya!!!!

 

Nesare





From: ajeg





Karena mengaku ingat, mestinya ya tinggal tunjukkan
tulisan prejudice itu. Gampang, tinggal ambil dari arsip

milis.





Bisa?





Sebaliknya, tanpa perlu repot saya bisa tunjukkan sikap

rasismu di posting ini. Tepatnya, rasis culas yang



tanpa malu memanipulasi kalimat saya tentang pembelaan



Nusron.





Kelihatan kok, situ culas dan nggak ngerti SARA itu apa.

 

---- nesare1@.... wrote:





Akh lucu ente ini!!!!

Dulu ente nulis dan jelas2 prejudice sama si jonathan krn dia membela ahok krn 
ras nya.

Sudah lupa ya??!!!

 

Sekarang sok tampil sbg penyelamat ras.

 

Eh jonathan, ngomong2 ente ngerti ndak kalimat terakhir si ajeg ini? hehehehehe.

 

Si ajeg ini juga mau bashing nusron loh krn dia menuduh nusron membela orang 
Cina!!!

 

Luar biasa orang satu ini dalam bashing mem bashing!!!!!

 

Eh sialnya ente ketemu ane yg suka telanjangi ente!!

Oh ya jangan dibalikin akh bahwa ane suka telanjang!!!!

Ente kalau malu telanjang, ya berargumen. Jangan lari ngumpet saja dan bikin2 
statements kaya’ gini akhhhhh!!!!!

 

Nesare





From: ajeg





Tidak perlu ditanggapi. Ocehannya itu justru mengungkap



dialah sesungguhnya yang rasis tukang fitnah rendahan



karena jelas dia nggak bakal bisa membuktikan tuduhannya itu.



Liat saja, omongannya kan selalu cuma mengukur baju sendiri



di badan orang. Percuma diladeni. Semakin diladeni semakin



telanjang dia. Kasihan, lama-lama bugil dia. Siapa sudi liat



dia bugil.





Bukan cuma Ahok yang harus dibela dari serangan SARA.



Dan, bukan hanya serangan, pembelaan berbau SARA (seperti



dilakukan Nusron itu) juga perlu dilawan.

 

--- jonathangoeij@... wrote:

 

saya memang akan membela Ahok kalau diserang karena ras ataupun agama

disini yg saya bela bukan Ahok tetapi seseorang yg diserang bigot dan prejudice

 

juga saya membela Ahok yg diganjal maju independen

 

tetapi saya menyerang Ahok atas policy penggusuran tanpa ganti rugi yang 
diterapkan beliau



--- nesare1@... wrote :

Hehehehehe dulu ante disangka ajeg mendukung ahok karena ras nya.



Sekarang ente ikut2an dia bashing ahok.



Supaya kelihatan hebattttt ya?????!!!!



Atau supaya ada temen?????!!!!





Nesare





From: Jonathan Goeij





Agar tentara dan polisi membantu beliau menghilangkan kemiskinan (orangnya?) 
dari Jakarta.





On Tuesday, October 25, 2016 10:51 PM, ajeg wrote:





Lha Gubernur Ahok kan senang bagi-bagi uang ke...

tentara & polisi.





--- jonathangoeij@... wrote:

 

apa benar sih Ahok mengentaskan kemiskinan?





---

 
<http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/16/10/26/ofmrrs377-nusron-lebih-menista-agama-mana-antara-ahok-dan-muslim-yang-biarkan-kemiskinan>
 


 
<http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/16/10/26/ofmrrs377-nusron-lebih-menista-agama-mana-antara-ahok-dan-muslim-yang-biarkan-kemiskinan>
 
http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/16/10/26/ofmrrs377-nusron-lebih-menista-agama-mana-antara-ahok-dan-muslim-yang-biarkan-kemiskinan





Wednesday, 26 October 2016, 08:21 WIB






Nusron: Lebih Menista Agama Mana Antara Ahok dan Muslim yang Biarkan Kemiskinan?


Red: Teguh Firmansyah

Republika/Raisan Al Farisi

 

Nusron Wahid

 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota tim sukses Ahok yang juga politikus Partai 
Golkar Nusron Wahid mengatakan, lebih menista agama mana antara Ahok dengan 
mayoritas umat Islam yang masih membiarkan kemiskinan dan yatim piatu 
menderita?. Ia pun merujuk surah Al Maun. 

"Ahok sudah minta maaf dan klarifikasi pernyataanya, apa kita sudah total 
entaskan kemiskinan dan anak yatim sesuai perintah Alquran?" tanyanya lewat 
kicauan di Twitter, semalam.  

Menurutnya,  manusia itu lebih sensitif terhadap orang lain, daripada terhadap 
kekurangan diri sendiri. Itulah ciri orang yang tidak adil. "Semoga kita bisa 
adil."

Dalam kicauannya Nusron juga mempertanyakan mereka yang mengaku-aku NU namun 
tidak pernah ikut nyantri atau menjalankan budaya-budaya gerakan itu.  "Makin 
nyata, hari-hari ini bukann orang NU. Sok ngaku NU dan paling tahu tentang NU. 
Padahal nyantri gak pernah, ikut kaderisasi apalagi. Kepoo," katanya. 

Celakanya, kata Nusron, mereka melihat NU dengan caranya sendiri, bukan dengan 
NU. Mereka tidak pernah menjalankan ritus NU. Justru sering "mengadili" amalan 
NU. "Contohnya hari ini. Silaturrahmi ke kyai itu rutin. Beda pendapat juga 
biasa. Tetap silaturrahmi. Dari dulu kekuatan NU itu," katanya.  




KH Wahab Chasbullah sering beda pendapat denga KH Bisri Syansuri, tetap 
silaturrahmi. Mbah Wahab pendukung Sukarno, sedangkan Mbah Bisri nggak setuju.





"KH Maksum Lasem sering beda pendapat soal hukum dengan KH Baedlowi. Tetap 
silaturrahmi. Tidak ada yang aneh. Biasa. Karena saling paham," jelasnya.  
"Subhan ZE anti Sukarno. Mbah Wahab pro-Sukarno. Silaturrahmi dan tetap kekeh 
dengan pendiriannya. Itulah NU. Lentur, luwes dan moderat."





Baca juga,  
<http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/16/10/12/oexgsp377-ini-pernyataan-kontroversial-nusron-wahid-yang-mengkritik-keputusan-mui>
 Ini Pernyataan Kontroversial Nusron Wahid yang Mengkritik Keputusan MUI.





Nusron mengatakan, ia dukung dan bela Ahok dalam kasus tuduhan menista Alquran. 
Kyai mungkin tidak setuju dengan sikapnya, tetap silaturrahmi. "Tabayyun 
biasa," kata Nusron.





Ketika ditanya mengapa dukung Ahok, Nusron menyampaikan argumentasi landasan 
fiqh-nya. Beliau (kyai) memahami. "Soal beda itu biasa di NU. Cair dan tidak 
kaku," jelasnya.  "Kita yang didik di pesantren dan NU terdidik harus tasawwur 
sebelum tashdiq. Paham persoalan sebelum mengambil sikap. Tidak gampang 
menuduh."







Sebelumnya Nusron bersilaturahmi dengan Ketua MUI Ma'ruf Amin yang juga warga 
NU. Dalam kicauan sebelumnya, ia menegaskan tidak pernah ribu dengan Ma'ruf 
Amin.

 

  _____  



Kirim email ke