Kombinasi daya tangkap rendah, hayalan tinggi, 
dan ge-er.
Lepas dari kebloonan disangka jadi pinter.

--- nesare1@... wrote:
Koq bisa enggak sia sia ane jadi pinter?Aneh2 saja ente ini? bisa2nya ngaku ane 
jadi pinter?Hehehehe dasar politikus kampungan. Hanya bisa maen Bahasa.Sekarang 
lari lagi kan? Gayanya saja nulis one liner kaya’ pujangga kelas wahid tapi 
isinya kosong melompong.  Eling…eliing…  Nesare
From: ajeg

Nggak sia-sia ente lepas dari kebloonan.
--- nesare1@... wrote:
   Ajeg: Kenapa situ minta disebut goblok?? Bosen jadi si oon? (hebat, baru nih 
ketemu yang beginian).Nesare: ane lahir dari barang hina, terus hidupnya apes 
dan memang goblok sejak lahir. Inilah ane yang adalah manusia. Gak ada yg hebat 
kodrat ini. yg hebat adalah orang2 seperti ente dan jonathan yg mengaku pinter, 
bashing orang melulu tapi argumennya enggak ada. Kalau serangannya ditangkis 
krn salah, eh kabur….ini yg baru “hebat dan unik”.  Ajeg: Memang, dengan 
mengartikan kata mayoritas sebagai ras memang mustahil menyebut situ pinter. 
Padahal, konteks kata mayoritas dalam kalimat itu jelas terkait kalimat 
sebelumnya mengenai jumlah golput yang terus meningkat.
nesare: maen2 bahasa lagi. Koq tidak bisa membedakan mayoritas vs. ras? 
Hehehehe. Ente ini pinter sekali ya??!! Jelaskan sama kita2 yg goblok2 ini 
gimana golput bisa mayoritas! Gimana total population, legitimate voters dll? 
Kita lihat gimana golput bisa jadi mayoritas. Ente kan ngaku2 punya sample. Ane 
ndak ada sample krn ane pengangguran orba, ya dijelaskan ke kita2 yg goblok 
ini! pasti lari lagi kan??!!!!  Ajeg: Bukan cuma Ahok yang harus dibela dari 
serangan SARA.Dan, bukan hanya serangan, pembelaan berbau SARA (seperti 
dilakukan Nusron itu) juga perlu dilawan.Ajeg: Belum puas ngenyek diri sendiri 
dengan kegoblokanmu, eh hari ini pun kau tambah lagi dengan kegoblokan baru: 
mengartikan ras = perseorangan (!)Nesare: ayo jelaskan arti tulisan ente itu! 
Jelaskan artinya “ras bukan perseorangan” ini! mau bilang ahok lewat parpol?!! 
Hehehehehe. Ayo lari lagi….!!!  Ajeg: Liat saja, selain nggak tau arti SARA, 
situ bermental culas juga. Makanya terang-terangan memanipulasi kalimat saya 
tentang pembelaan Nusron terhadap Ahok menjadi: "nusron membela orang 
Cina!!!"Nesare: itu kan persepsi ane. Kalau ane salah, dijelaskan! Mari kita 
lihat apa yg ada didalam otak ente itu!  Nesare
 From: ajeg
Kenapa situ minta disebut goblok?? Bosen jadi si oon?(hebat, baru nih ketemu 
yang beginian).
Ya sudah, permohonanmu dikabulkan.
Memang, dengan mengartikan kata mayoritas sebagai ras 
memang mustahil menyebut situ pinter. Padahal, konteks kata mayoritas dalam 
kalimat itu jelas terkait kalimat sebelumnya 
mengenai jumlah golput yang terus meningkat. Tapi dasar situ 
mikirnya jorok dan selalu dengki ya karuan saja mengartikannya 
sedemikian goblok: mayoritas = ras.

Belum puas ngenyek diri sendiri dengan kegoblokanmu, eh hari ini 
pun kau tambah lagi dengan kegoblokan baru: mengartikan ras = 
perseorangan (!)
Sudahlah, permohonanmu sudah cukup untuk ngenyek dirimu sendiri.Nggak perlu 
minta tambah lagi kecuali nambah-nambahi sendiri dengan 
segala kebobrokan seperti biasa.
Liat saja, selain nggak tau arti SARA, situ bermental culas juga. 
Makanya terang-terangan memanipulasi kalimat saya tentang 
pembelaan Nusron terhadap Ahok menjadi: "nusron membela orang Cina!!!" 

Khas gaya intel Orba pengangguran.

--- nesare1@... wrote:
Ajeg: Saya nggak yakin Anda bakal sengotot ini kalau bukan Ahok yang maju 
sebagai calon perseorangan.
"Yang perlu dikhawatirkan adalah tidak adanya pemimpin (setelah Gus Dur) yang 
peduli realita tentang suara mayoritas ini.")  Nesare: mari kita maen2 bahasa 
dan persepsi apa yang dimaksud penulis kedua kalimat ini? lucunya yg 
dikomentari hanya kalimat kedua!!! Lebih lucu lagi menuduh Gus Dur hanya yang 
hanya peduli ttg suara mayoritas???!!!! Buset…..buset….orang satu ini!!!!! 
sedangkan semua orang tahu Gus Dur sangat peduli sama minoritas!!!!!!  Hik hik 
hik…Ente pikir ane itu segoblok ente???!!!!
akh ente ini kicil……Ayo kita lihat rame2 siapa yg ngenyek siapa??!!!! 
Hehehehehe.  Dagelan apa ini?Dagelannya diperpanjang sama si jonathan yg tidak 
tahu dituduh rasis!! Hehehehehe.  Dasar politikus kampungan bertameng kata2 dan 
bahasa2 yg indah2 tetapi isinya bashing melulu!!!!!  Nesare

From: ajeg
 Ha! ha! ha! 
Sejak kapan arti 'mayoritas' disamakan dengan 'ras'?!
Situ nuduh saya berprasangka terhadap jonathan karena 
menurutmu jonathan membela Ahok tersebab ras-nya. 
Diminta buktinya, lha yang disodori soal mayoritas...
("Yang perlu dikhawatirkan adalah tidak adanya pemimpin (setelah Gus Dur) 
yang peduli realita tentang suara mayoritas ini.")

Ini kan lagi-lagi situ ketangkep basah ngenyek diri sendiri,
bisanya cuma nelanjangi diri sendiri di depan umum. Mosok'mayoritas' dipahami 
sebagai SARA. Ini bukti situ memangnggak tau arti SARA.

Karena soal teks saja kebingungan melulu, ya wajar situ melulu asal jeplak di 
luar konteks bahkan OOT.
---- nesare1@.... wrote:
   Ini tulisan ente Date: Tue, 28 Jun 2016 14:16:06 +0000 (UTC):
Ini sudah terlalu jauh ya dari topik soal Sumber Waras di acara ILC. Tapi 
okelah, soal Ahok ini saya cuma mau bilang: ada permainan, ada aturan main. 
Yang mau ikut main, wajib mematuhi aturan yang ada. Yang tidak mau patuh ya 
jangan ikut main. Sederhana. Permainan apa pun di seluruh dunia hukumnya ya 
sesederhana itu.
Di bawah sudah saya jelaskan bahwa sejauh ini belum terdengar Ahok mengeluh 
soal ketentuan yang berlaku. Dia selalu bilang akan mematuhi aturan yang ada. 
"Kalau dia (KPU) bilang tidak bisa ikut kalau tidak ada meterai, ya sudah tidak 
usah 
ikut,"http://megapolitan.kompas.com/read/2016/04/20/13325721/Ahok.Tidak.Akan.Ikut.Pilkada.jika.KPU.Terapkan.Aturan.Bermeterai
  Jadi, kenapa Anda harus pusing, sedangkan Ahok saja begitu santai.Saya nggak 
yakin Anda bakal sengotot ini kalau bukan Ahok yang maju sebagai calon 
perseorangan.

--- jonathangoeij@... wrote:  anda rupanya masih kurang menyadari betapa hak 
masyarakat mencalonkan pemimpinnya baik dalam bentuk partai maupun independen 
dan hak masyarakat utk memilih adalah berkaitan, kalau anda concern dengan 
voting turnover seharusnya opini anda diutarakan utk mempermudah sso utk 
mencalonkan atau dicalonkan.  sekarang ini terlihat beberapa nama yg 
mengutarakan niatnya mencalonkan diri ataupun didukung utk dicalonkan, tetapi 
karena peraturan/uu yg ngaco jadi sukar sekali yg maju jadi calon baik itu 
ahok, risma, yusril, lulung, sandiaga uno, dll padahal toh ada juga bagian dari 
masyarakat yg menginginkan mereka maju, bila kemudian tidak bisa maju bukannya 
akan menambah jumlah mereka2 yg nggak mau nyoblos. bukankah sebaiknya biarkan 
saja mereka2 itu maju mencalonkan diri masalah menang atau kalah nanti khan 
terserah pemilih. 
--- ajegilelu@... wrote :
Jangan khawatirkan pilihan masyarakat, karena masyarakat punya kecerdasan dan 
kearifannya sendiri. Selama ini toh terbukti angka golput terus membesar dari 
pemilu ke pemilu (termasuk pilkada) - kalau tidak boleh disebut sering 
"menang". 
Yang perlu dikhawatirkan adalah tidak adanya pemimpin (setelah Gus Dur) yang 
peduli realita tentang suara mayoritas ini.  Ini yang ane dapet.Silahkan 
dikomentari yang ane kuningin tulisan ente itu! Hati hati banget ente ini 
nulisnya ya!!!!  Nesare
From: ajeg
Karena mengaku ingat, mestinya ya tinggal tunjukkan
tulisan prejudice itu. Gampang, tinggal ambil dari arsipmilis.
Bisa?
Sebaliknya, tanpa perlu repot saya bisa tunjukkan sikaprasismu di posting ini. 
Tepatnya, rasis culas yang
tanpa malu memanipulasi kalimat saya tentang pembelaan
Nusron.
Kelihatan kok, situ culas dan nggak ngerti SARA itu apa.
---- nesare1@.... wrote:
Akh lucu ente ini!!!!Dulu ente nulis dan jelas2 prejudice sama si jonathan krn 
dia membela ahok krn ras nya.Sudah lupa ya??!!!  Sekarang sok tampil sbg 
penyelamat ras.  Eh jonathan, ngomong2 ente ngerti ndak kalimat terakhir si 
ajeg ini? hehehehehe.  Si ajeg ini juga mau bashing nusron loh krn dia menuduh 
nusron membela orang Cina!!!  Luar biasa orang satu ini dalam bashing mem 
bashing!!!!!  Eh sialnya ente ketemu ane yg suka telanjangi ente!!Oh ya jangan 
dibalikin akh bahwa ane suka telanjang!!!!Ente kalau malu telanjang, ya 
berargumen. Jangan lari ngumpet saja dan bikin2 statements kaya’ gini 
akhhhhh!!!!!  Nesare
From: ajeg
Tidak perlu ditanggapi. Ocehannya itu justru mengungkap
dialah sesungguhnya yang rasis tukang fitnah rendahan
karena jelas dia nggak bakal bisa membuktikan tuduhannya itu.
Liat saja, omongannya kan selalu cuma mengukur baju sendiri
di badan orang. Percuma diladeni. Semakin diladeni semakin
telanjang dia. Kasihan, lama-lama bugil dia. Siapa sudi liat
dia bugil.
Bukan cuma Ahok yang harus dibela dari serangan SARA.
Dan, bukan hanya serangan, pembelaan berbau SARA (seperti
dilakukan Nusron itu) juga perlu dilawan.
--- jonathangoeij@... wrote:
saya memang akan membela Ahok kalau diserang karena ras ataupun agama
disini yg saya bela bukan Ahok tetapi seseorang yg diserang bigot dan prejudice
juga saya membela Ahok yg diganjal maju independen
tetapi saya menyerang Ahok atas policy penggusuran tanpa ganti rugi yang 
diterapkan beliau
--- nesare1@... wrote :
Hehehehehe dulu ante disangka ajeg mendukung ahok karena ras nya.
Sekarang ente ikut2an dia bashing ahok.
Supaya kelihatan hebattttt ya?????!!!!
Atau supaya ada temen?????!!!!
Nesare
From: Jonathan Goeij
Agar tentara dan polisi membantu beliau menghilangkan kemiskinan (orangnya?) 
dari Jakarta.
On Tuesday, October 25, 2016 10:51 PM, ajeg wrote:
Lha Gubernur Ahok kan senang bagi-bagi uang ke...tentara & polisi.
--- jonathangoeij@... wrote:
apa benar sih Ahok mengentaskan kemiskinan?
---
http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/16/10/26/ofmrrs377-nusron-lebih-menista-agama-mana-antara-ahok-dan-muslim-yang-biarkan-kemiskinan
Wednesday, 26 October 2016, 08:21 WIB

Nusron: Lebih Menista Agama Mana Antara Ahok dan Muslim yang Biarkan Kemiskinan?
Red: Teguh FirmansyahRepublika/Raisan Al Farisi

Kirim email ke