Ini tulisan ente Date: Tue, 28 Jun 2016 14:16:06 +0000 (UTC):

Ini sudah terlalu jauh ya dari topik soal Sumber Waras di acara ILC. Tapi 
okelah, soal Ahok ini saya cuma mau bilang: ada permainan, ada aturan main. 
Yang mau ikut main, wajib mematuhi aturan yang ada. Yang tidak mau patuh ya 
jangan ikut main. Sederhana. Permainan apa pun di seluruh dunia hukumnya ya 
sesederhana itu.

Di bawah sudah saya jelaskan bahwa sejauh ini belum terdengar Ahok mengeluh 
soal ketentuan yang berlaku. Dia selalu bilang akan mematuhi aturan yang ada. 
"Kalau dia (KPU) bilang tidak bisa ikut kalau tidak ada meterai, ya sudah tidak 
usah ikut,"

http://megapolitan.kompas.com/read/2016/04/20/13325721/Ahok.Tidak.Akan.Ikut.Pilkada.jika.KPU.Terapkan.Aturan.Bermeterai

 

Jadi, kenapa Anda harus pusing, sedangkan Ahok saja begitu santai.

Saya nggak yakin Anda bakal sengotot ini kalau bukan Ahok yang maju sebagai 
calon perseorangan.

 

--- jonathangoeij@... wrote:

 

anda rupanya masih kurang menyadari betapa hak masyarakat mencalonkan 
pemimpinnya baik dalam bentuk partai maupun independen dan hak masyarakat utk 
memilih adalah berkaitan, kalau anda concern dengan voting turnover seharusnya 
opini anda diutarakan utk mempermudah sso utk mencalonkan atau dicalonkan.

 

sekarang ini terlihat beberapa nama yg mengutarakan niatnya mencalonkan diri 
ataupun didukung utk dicalonkan, tetapi karena peraturan/uu yg ngaco jadi sukar 
sekali yg maju jadi calon baik itu ahok, risma, yusril, lulung, sandiaga uno, 
dll padahal toh ada juga bagian dari masyarakat yg menginginkan mereka maju, 
bila kemudian tidak bisa maju bukannya akan menambah jumlah mereka2 yg nggak 
mau nyoblos. bukankah sebaiknya biarkan saja mereka2 itu maju mencalonkan diri 
masalah menang atau kalah nanti khan terserah pemilih. 


--- ajegilelu@... wrote :
Jangan khawatirkan pilihan masyarakat, karena masyarakat punya kecerdasan dan 
kearifannya sendiri. Selama ini toh terbukti angka golput terus membesar dari 
pemilu ke pemilu (termasuk pilkada) - kalau tidak boleh disebut sering 
"menang". 
Yang perlu dikhawatirkan adalah tidak adanya pemimpin (setelah Gus Dur) yang 
peduli realita tentang suara mayoritas ini.

 

Ini yang ane dapet.

Silahkan dikomentari yang ane kuningin tulisan ente itu! Hati hati banget ente 
ini nulisnya ya!!!!

 

Nesare





 

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Sunday, October 30, 2016 10:42 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [GELORA45] Nusron: Lebih Menista Agama Mana Antara Ahok dan Muslim 
yang Biarkan Kemiskinan?

 

  

Karena mengaku ingat, mestinya ya tinggal tunjukkan

tulisan prejudice itu. Gampang, tinggal ambil dari arsip 



milis. 







Bisa?







Sebaliknya, tanpa perlu repot saya bisa tunjukkan sikap 



rasismu di posting ini. Tepatnya, rasis culas yang 



tanpa malu memanipulasi kalimat saya tentang pembelaan 



Nusron.





Kelihatan kok, situ culas dan nggak ngerti SARA itu apa.







---- nesare1@.... wrote:

 

Akh lucu ente ini!!!!

Dulu ente nulis dan jelas2 prejudice sama si jonathan krn dia membela ahok krn 
ras nya.

Sudah lupa ya??!!!

 

Sekarang sok tampil sbg penyelamat ras.

 

Eh jonathan, ngomong2 ente ngerti ndak kalimat terakhir si ajeg ini? hehehehehe.

 

Si ajeg ini juga mau bashing nusron loh krn dia menuduh nusron membela orang 
Cina!!!

 

Luar biasa orang satu ini dalam bashing mem bashing!!!!!

 

Eh sialnya ente ketemu ane yg suka telanjangi ente!!

Oh ya jangan dibalikin akh bahwa ane suka telanjang!!!!

Ente kalau malu telanjang, ya berargumen. Jangan lari ngumpet saja dan bikin2 
statements kaya’ gini akhhhhh!!!!!

 

Nesare

 

From: ajeg

 

Tidak perlu ditanggapi. Ocehannya itu justru mengungkap 



dialah sesungguhnya yang rasis tukang fitnah rendahan 



karena jelas dia nggak bakal bisa membuktikan tuduhannya itu. 



Liat saja, omongannya kan selalu cuma mengukur baju sendiri 



di badan orang. Percuma diladeni. Semakin diladeni semakin 



telanjang dia. Kasihan, lama-lama bugil dia. Siapa sudi liat

dia bugil.







Bukan cuma Ahok yang harus dibela dari serangan SARA.

Dan, bukan hanya serangan, pembelaan berbau SARA (seperti 



dilakukan Nusron itu) juga perlu dilawan.

 

--- jonathangoeij@... wrote:

 

saya memang akan membela Ahok kalau diserang karena ras ataupun agama

disini yg saya bela bukan Ahok tetapi seseorang yg diserang bigot dan prejudice

 

juga saya membela Ahok yg diganjal maju independen

 

tetapi saya menyerang Ahok atas policy penggusuran tanpa ganti rugi yang 
diterapkan beliau

 

--- nesare1@... wrote :



Hehehehehe dulu ante disangka ajeg mendukung ahok karena ras nya.

Sekarang ente ikut2an dia bashing ahok.

Supaya kelihatan hebattttt ya?????!!!!

Atau supaya ada temen?????!!!!

 

Nesare

 

From: Jonathan Goeij







Agar tentara dan polisi membantu beliau menghilangkan kemiskinan (orangnya?) 
dari Jakarta.





On Tuesday, October 25, 2016 10:51 PM, ajeg wrote:





Lha Gubernur Ahok kan senang bagi-bagi uang ke...

tentara & polisi.





--- jonathangoeij@... wrote:

 

apa benar sih Ahok mengentaskan kemiskinan?





---

 
<http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/16/10/26/ofmrrs377-nusron-lebih-menista-agama-mana-antara-ahok-dan-muslim-yang-biarkan-kemiskinan>
 


 
<http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/16/10/26/ofmrrs377-nusron-lebih-menista-agama-mana-antara-ahok-dan-muslim-yang-biarkan-kemiskinan>
 
http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/16/10/26/ofmrrs377-nusron-lebih-menista-agama-mana-antara-ahok-dan-muslim-yang-biarkan-kemiskinan





Wednesday, 26 October 2016, 08:21 WIB






Nusron: Lebih Menista Agama Mana Antara Ahok dan Muslim yang Biarkan Kemiskinan?


Red: Teguh Firmansyah

Republika/Raisan Al Farisi

 

Nusron Wahid

 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota tim sukses Ahok yang juga politikus Partai 
Golkar Nusron Wahid mengatakan, lebih menista agama mana antara Ahok dengan 
mayoritas umat Islam yang masih membiarkan kemiskinan dan yatim piatu 
menderita?. Ia pun merujuk surah Al Maun. 

"Ahok sudah minta maaf dan klarifikasi pernyataanya, apa kita sudah total 
entaskan kemiskinan dan anak yatim sesuai perintah Alquran?" tanyanya lewat 
kicauan di Twitter, semalam.  

Menurutnya,  manusia itu lebih sensitif terhadap orang lain, daripada terhadap 
kekurangan diri sendiri. Itulah ciri orang yang tidak adil. "Semoga kita bisa 
adil."

Dalam kicauannya Nusron juga mempertanyakan mereka yang mengaku-aku NU namun 
tidak pernah ikut nyantri atau menjalankan budaya-budaya gerakan itu.  "Makin 
nyata, hari-hari ini bukann orang NU. Sok ngaku NU dan paling tahu tentang NU. 
Padahal nyantri gak pernah, ikut kaderisasi apalagi. Kepoo," katanya. 

Celakanya, kata Nusron, mereka melihat NU dengan caranya sendiri, bukan dengan 
NU. Mereka tidak pernah menjalankan ritus NU. Justru sering "mengadili" amalan 
NU. "Contohnya hari ini. Silaturrahmi ke kyai itu rutin. Beda pendapat juga 
biasa. Tetap silaturrahmi. Dari dulu kekuatan NU itu," katanya.  




KH Wahab Chasbullah sering beda pendapat denga KH Bisri Syansuri, tetap 
silaturrahmi. Mbah Wahab pendukung Sukarno, sedangkan Mbah Bisri nggak setuju.





"KH Maksum Lasem sering beda pendapat soal hukum dengan KH Baedlowi. Tetap 
silaturrahmi. Tidak ada yang aneh. Biasa. Karena saling paham," jelasnya.  
"Subhan ZE anti Sukarno. Mbah Wahab pro-Sukarno. Silaturrahmi dan tetap kekeh 
dengan pendiriannya. Itulah NU. Lentur, luwes dan moderat."





Baca juga,  
<http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/16/10/12/oexgsp377-ini-pernyataan-kontroversial-nusron-wahid-yang-mengkritik-keputusan-mui>
 Ini Pernyataan Kontroversial Nusron Wahid yang Mengkritik Keputusan MUI.





Nusron mengatakan, ia dukung dan bela Ahok dalam kasus tuduhan menista Alquran. 
Kyai mungkin tidak setuju dengan sikapnya, tetap silaturrahmi. "Tabayyun 
biasa," kata Nusron.





Ketika ditanya mengapa dukung Ahok, Nusron menyampaikan argumentasi landasan 
fiqh-nya. Beliau (kyai) memahami. "Soal beda itu biasa di NU. Cair dan tidak 
kaku," jelasnya.  "Kita yang didik di pesantren dan NU terdidik harus tasawwur 
sebelum tashdiq. Paham persoalan sebelum mengambil sikap. Tidak gampang 
menuduh."







Sebelumnya Nusron bersilaturahmi dengan Ketua MUI Ma'ruf Amin yang juga warga 
NU. Dalam kicauan sebelumnya, ia menegaskan tidak pernah ribu dengan Ma'ruf 
Amin.









 

  _____  



Kirim email ke