Dede ngomong sebagai seorang speaker disuatu seminar ekonomi di UOB di Jakarta.

Ente bilang dede sbg economic advisor.

Goblok!

 

Ini sempit atau luas?

 

Hehehehehe

Nesare

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Friday, November 18, 2016 3:35 PM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Chatib: Capital Inflow 2017 Tak Sederas Tahun Ini

 

  

ya... eyel2an lagi, maunya cuman menang2an omong.

ngomong itu ya lihat konteksnya, tempo hari yg diomongin investasi asing jelas 
disini kalau rupiah melemah ya investasi asing menurun.

 

sekali lagi kalau anda menyempitkan sebagai titel pekerjaan ya monggo saja, 
memang ada  yg namanya council of economic advisor yg merupakan agency 
tersendiri, ada juga tim penasehat ekonomi wakil presiden, dlsb. nggak masalah 
sama sekali. tetapi ini bukan berarti sso yg tidak bekerja secara resmi pada 
pejabat tertentu tidak bisa disebut economic advisor, pada dasarnya para pakar 
ekonomi yg berbicara didepan umum itu memberi nasehat ekonomi agar didengarkan 
walaupun tidak secara resmi bekerja pd penyelenggara negara.

 

tapi saya tahu kok pikiran anda itu sempit.

 

---In [email protected] <mailto:[email protected]> , <nesare1@... 
<mailto:nesare1@...> > wrote :



Koq menyempitkan?

Ente gak ngerti apa yg ente tulis! Ini pointnya! Bikin2 istilah! Lalu kabur 
kalau disalahkan! Itu ente!

 

Kalau seorang ekonom ngomong di seminar ekonomi disuatu universitas di 
indonesia dan ditanya bagaimana dampak politik dunia dapat mempengaruhi 
jalannya ekonomi Indonesia. Sang ekonom lalu ngomong ttg politik dunia sebatas 
yang dia tahu. Ini namanya apa? economic advisor?

 

Ente itu banyak ndak tahunya tapi sombong2nya gak keruan2.

 

Sekarang ngomong rupiah lemah atau kuat bisa baik dan bisa jelek.

Lah ngapain dari dulu ente bashing Jokowi/Indonesia kalau rupiah lemah?

Kalau rupiah menguat, ente kabur dan menghilang?

Oh ya tahu ndak barusan siajeg mulai lagi mengingatkan ente rupiah melemah?!!!! 
Hehehehehehe

Ente diemkan. Ente tulis seperti ini bahwa rupiah lemah atau kuat bisa bagus 
dan bisa jelek.

Hehehehehe sudah sadar ya? Sudah agak pinter ya?

Usaha ane tidak sia2 donk!

 

Hehehehehe

 

Nesare

 

 

From: [email protected] <mailto:[email protected]>  
[mailto:[email protected]] 
Sent: Friday, November 18, 2016 3:12 PM
To: Yahoogroups <[email protected] <mailto:[email protected]> >
Subject: RE: [GELORA45] Chatib: Capital Inflow 2017 Tak Sederas Tahun Ini

 

 

anda mau menyempitkan sebagai suatu titel pekerjaan ya terserah saja.

dalam konteks ini si Chatib mencoba memberi advise.

 

rupiah menguat atau melemah itu bisa baik bisa jelek tergantung apa yg 
dibicarakan, anda main mutlak2an.

 

 

---In  <mailto:[email protected]> [email protected], < 
<mailto:nesare1@...> nesare1@...> wrote :




Economic advisor itu titel pekerjaan. sekurang2nya ada yang dikasih advise 
misalnya perusahaan, agency seperti white house dinegara ente dan atau instansi 
lainnya.

 

Kalau seorang economic advisor di white house ngomong kasih speech di workshop 
atau economic meeting, itu namanya speaker saja, bukan economic advisor.

Begitu juga seorang economic advisor disuatu perusahaan kalau kasih speech 
diseminar ekonomi itu kapasitasnya bukan sebagai economic advisor.

 

Jadi jangan bikin2 istilah kalau ndak ngerti!

 

Ya kalau bisa baca mestinya orang bisa tahu dede/chatib maunya rupiah melemah 
dan ente sama siajeg maunya rupiah menguat terus!

 

Memang betul yang eyel2an buta tulis kaya’ gini memang tidak perlu diladen!

 

Nesare

 

 

 

From:  <mailto:[email protected]> [email protected] [ 
<mailto:[email protected]> mailto:[email protected]] 
Sent: Friday, November 18, 2016 11:04 AM
To: Yahoogroups < <mailto:[email protected]> [email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Chatib: Capital Inflow 2017 Tak Sederas Tahun Ini

 

 

memangnya kalau nggak berperan sebagai economic advisor berperan sebagai 
apalagi lha wong sudah tidak jadi menteri lagi. dgn bekerja sebagai senior 
fellow di Harvard tentu tujuannya utk memberi advise ekonomi.

 

sebelumnya anda bilang "Dede atau chatib itu pengin rupiah yang lemah!" 
sekarang anda bilang "Dede ngomong dia mau rupiah menguat", sebenarnya yang 
mana yg benar sih?

 

---In  <mailto:[email protected]> [email protected], < 
<mailto:nesare1@...> nesare1@...> wrote :





Sebagai economic advisor? Economic advisor siapa?

Yang ane tahu dari artikel ini, dede ngomong di seminar Prospek Ekonomi 2017 
oleh UOB Indonesia di Jakarta, Rabu (17/11/2016).

Bikin2 aja!

 

Berimaginasi terus! Jangan kebanyakan pake’ wangsit!

Ngomong diranjang aja kaya’ ginian supaya ndak ditertawain orang lain.

 

Dede ngomong dia mau rupiah menguat. Beda sama ente dan ajeg kalau rupiah 
melemah langsung ditulis/dibashing.

Dulu Rp.14000 ente berdua goblok2in Jokowi. Sekarang naik lagi dari Rp.13000, 
si ajeg mulai bashing lagi tapi ente diemkan.

Lucunya waktu rupiah turun dari Rp.14000 ke Rp.13000, gak nulis apa2. Hilang 
atau menghilangkan diri!

 

Ente berdua itu ndak ngerti bisnis. Ngertinya hanya bashing orang saja.

Gak ada bedanya sama para isfun bashing ahok pake’ Al-Maidah yg ente bilang 
salah itu!

 

Hehehehe

Nesare

 

 

From:  <mailto:[email protected]> [email protected] [ 
<mailto:[email protected]> mailto:[email protected]] 
Sent: Thursday, November 17, 2016 1:29 PM
To: Yahoogroups < <mailto:[email protected]> [email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Chatib: Capital Inflow 2017 Tak Sederas Tahun Ini

 

 

si dede itu berkata sebagai economic advisor yg memperkirakan rupiah bakal 
melemah tahun depan, seandainya perkiraan rupiah bakal menguat ya omongannya 
lain lagilah.

 

perkara rupiah melemah atau terdepresiasi itu sudah terjadi ber-kali2 sepanjang 
sejarah, tetapi toh kenyataannya eksport ya masih kembang kempis.

 

 

---In  <mailto:[email protected]> [email protected], < 
<mailto:nesare1@...> nesare1@...> wrote :






Jonathan: yg dikatakan si Chatib sederhana saja rupiah bakal melemah arus modal 
asing masuk juga akan berkurang

sementara itu karena rupiah melemah produksi dalam negeri jadi relatif lebih 
murah sehingga eksport menguat

begitu saja tidak lebih tidak kurang

dede/chatib: Namun menurut dia, level nilai tukar rupiah saat ini memang lebih 
baik terdepresiasi untuk memacu ekspor.

Dede/chatib: "Saya lebih pilih rupiah yang melemah, karena kita akan pindah 
dari negara berbasis sumber daya mentah ke manufaktur. Problem kita sekarang 
rupiah terlalu kuat, itu ’membunuh’ manufaktur,"

Nesare: koq bisa ya bilang pendapat sederhana chatib alias dede adalah rupiah 
bakal lemah? Dede atau chatib itu pengin rupiah yang lemah!

 

Gobloknya minta ampun! Baca kaya’ gini saja ndak bisa!

 

Nesare

 

 

From:  <mailto:[email protected]> [email protected] [ 
<mailto:[email protected]> mailto:[email protected]] 
Sent: Thursday, November 17, 2016 1:14 PM
To: Yahoogroups < <mailto:[email protected]> [email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Chatib: Capital Inflow 2017 Tak Sederas Tahun Ini

 

 

omongan2 yg sekedar pembelaan buta tidak akan saya ladeni.

 

yg dikatakan si Chatib sederhana saja rupiah bakal melemah arus modal asing 
masuk juga akan berkurang

sementara itu karena rupiah melemah produksi dalam negeri jadi relatif lebih 
murah sehingga eksport menguat

begitu saja tidak lebih tidak kurang

 

sungguhpun secara general benar melemahnya rupiah akan memperkuat eksport 
tetapi hal ini sebenarnya relatif dilihat dari sektor yg mana, dalam sektor 
industri cangkul misalnya masih tanda tanya besar karena biarpun biji besi-nya 
banyak di Indonesia tetapi toh lempengan besi yg dipakai buat bikin cangkul itu 
import dari Tiongkok. 

 

 

---In  <mailto:[email protected]> [email protected], < 
<mailto:nesare1@...> nesare1@...> wrote :







Koq nanya tidak sependapatnya dimana?

Dede bilang dia mau rupiah melemah, ente dan siajeg kan bashing Jokowi/RI 
melulu kalau rupiah melemah.

Dede bilang RI adalah negara yg paling menarik utk investor. Moso’ lupa ente 
ndak percaya ane bilang yg sama dan ente kasih2 data competitiveness Indonesia 
yg nomer sekian dibawah.

 

Hehehehehe pendapat sendiri dan sudah ditulis saja lupa. Koq mau goblog2in 
orang laen?

 

Apa perlu ane tulis disini tulisan ente yg tidak percaya RI adalah negara 
menarik utk investor asing?

 

Nesare

 

 

From:  <mailto:[email protected]> [email protected] [ 
<mailto:[email protected]> mailto:[email protected]] 
Sent: Thursday, November 17, 2016 12:51 PM
To: Yahoogroups < <mailto:[email protected]> [email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Chatib: Capital Inflow 2017 Tak Sederas Tahun Ini

 

 

tidak sependapat dimananya? nggak tahu anda yg pemahamannya jeleneh atawa dgn 
sengaja menyesatkan seperti Buni Yani.

 

tempo hari yg kita bicarakan foreign investment, dan ini jelas senada dgn 
Chatib Basri yg mengatakan arus modal asing bakal lesu karena rupiah yg 
diperkirakan bakal terdepresiasi. kalau kemudian Chatib melihat dari sisi 
export agar terkesan positif hal ini lain lagi.

 

 

---In  <mailto:[email protected]> [email protected], < 
<mailto:nesare1@...> nesare1@...> wrote :








Pendapat dede ini tidak sama dengan pendapat jonathan dan ajeg yg pengin rupiah 
menguat dan bilang Indonesia tidak dilirik negara asing krn competitiveness 
terpuruk dll. Ini diskusi kita belum lama ini.

 

Dede: "Saya lebih pilih rupiah yang melemah, karena kita akan pindah dari 
negara berbasis sumber daya mentah ke manufaktur. Problem kita sekarang rupiah 
terlalu kuat, itu ’membunuh’ manufaktur,"

Dede: Indonesia adalah negara paling menarik untuk investor, di tengah kondisi 
global yang kurang baik saat ini. Apalagi, Jepang dan Uni Eropa masih 
mempertahankan suku bunga negatif yang akan sulit menarik minat investasi.

 

Nesare

 

From:  <mailto:[email protected]> [email protected] [ 
<mailto:[email protected]> mailto:[email protected]] 
Sent: Thursday, November 17, 2016 6:11 AM
To: Undisclosed-Recipient:;
Subject: [GELORA45] Chatib: Capital Inflow 2017 Tak Sederas Tahun Ini

 

 

 
<http://id.beritasatu.com/macroeconomics/chatib-capital-inflow-2017-tak-sederas-tahun-ini/152790>
 
http://id.beritasatu.com/macroeconomics/chatib-capital-inflow-2017-tak-sederas-tahun-ini/152790

 

Chatib: Capital Inflow 2017 Tak Sederas Tahun Ini
Kamis, 17 November 2016 | 15:19

  <http://id.beritasatu.com/media/images/original/20130304123526597.jpg> CHATIB 
BASRI. Foto: Investor Daily/EMRAL

Berita Terkait

*       Ekonomi RI Cukup Kuat Membendung Capital Outflow

 

 



Kirim email ke